
"Kim nanti seragam gue kotor kalo lo makan coklat disini" ucap Kama dengan lantang karena sedang berkendara dengan mengebut.
"Biarin" ucap Kimi yang membuat Kama pasrah akan seragam yang akan terkena coklat nantinya.
Akhirnya sampailah mereka di sekolah tercintah, namun gerbangnya sudah ditutup.
"Ahh tutup Kam" ucap Kimi dengan mengerucutkan bibirnya.
"Sudahlah Kim, emm kalau kita mbolos aja gimana?" ide Kama.
"Okelah gue setuju, daripada dirumah diomelin nyokap nanti kan" ucap Kimi yang membuat Kama langsung menganggukan kepalanya.
"Ayok Kim" ajak Kama sambil menaiki motornya. Kimi pun menaiki motor Kama dan memeluk pinggang Kama.
"Kita mau kemana nih?" tanya Kama di tengah jalanan.
"Kita ke toko baju dulu Kam nggak enak pake seragam kayak gini" ucap Kimi dan diangguki olehnya, toh seragamnya juga terkena coklat yang Kimi makan tadi
Kama pun melajukan motornya ke toko pakaian terdekat. Sampainya disana Kama dan Kimi langsung memilih baju dan menggantiny di ruang ganti baju.
"Kam lo yang bayar" ucap Kimi santai setelah keluar dari ruang ganti. Dan membuat Kama menghela nafas putus asa.
"Hitung hitung nih kado dari lo Kam" ucap Kimi.
"Hemm okelah. Ini nggak seberapa" ucap Kama dengan sombongnya.
"Nah gitu dong ikhlas" ucap Kimi dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
Kama pun membayar baju yang dibelinya dan dibeli Kimi
"Sekarang kita mau kemana Kam?" tanya Kimi yang sudah berada di parkiran toko
"Emm gimana kalo kita ke Kebun Raya Bogor aja?"
"Emm boleh"
Mendengar persetujuan dari Kimi, Kama langsung melajukan motornya ke Kebun Raya Bogor. Sampainya disana merek duduk di salah satu bangku disitu.
"Terus kita mau ngapain nih disini?" tanya Kimi yang sedang menyenderkan kepalanya di pundak Kama. Kama pun menyandarkan kepalanya di atas kepala Kimi.
"Gue mau ketenangan" ucap Kama sambil menghirup udara panjang dan menghembuskan nya secara perlahan.
Diam tak ada yang bersuara hanya angin yang menerpa wajah mereka berdua. Duduk santai tanpa ada kebisingan. Suara burung yang merdu sangat menyejukkan, membuat semua beban terasa hilang seketika.
"Kim"
Tak ada jawaban yang di dengar nya hanya saja ada suara dengkuran halus yang terdengar dari Kimi. Ya Kimi tidur ternyata. Kama berinisiatif memindahkan kepala Kimi dari pundak ke atas pahanya agar lebih nyaman dia tidur.
Setengah jam
1 jam
1 setengah jam
Pules banget nih Kimi. Aduh paha gue yang berharga. Sakit benget...
"Hoam" menguap nya Kimi sambil bangun dari posisi tiduran nya.
Akhirnya bangun juga nih anak
"Ngapain lo ngelus dada gitu?" tanya Kimi sambil mengucek matanya yang buram.
"Karna lo berat banget bodoh!" ucap Kama sambil menunjuk dahi kimi. Kimi hanya mangut mangut saja karena nyawanya masih belum terkumpul.
"Ayok pulang" ajak Kama sambil berdiri hendak melangkah pergi.
__ADS_1
"Kamm capek, gendong" rengek Kimi dengan manjanya sambil mengulurkan kedua lengannya minta di gendong.
"Apa?!!" teriak Kama kaget.
"Kim lo hamil sama siapa?" tanya Kama dengan duduk di samping Kimi yang langsung membuat Kimi melayangkan pukulan ke bahu Kama.
"Lo kalo bicara jangan ngaco! Mana ada gue hamil!" seru Kimi
"Lha terus tadi lo minta gendong kan? Haaa apa jangan jangan gara gara kita tidur bareng, terus lo hamil lagi. Wahh kita nikah dong" ucap Kama dengan senyuman lebar dan semangatnya.
"Jangan ngaco kalo ngomong! Mana ada gue hamil! Sama lo? Hah nggak mungkin" celutuk Kimi.
"Terus lo minta gendong gue ngapain? Itu ngidam kan?" ucap Kama.
"Mana ada gue ngidam." Seru Kimi.
"Gue minta gendong lo ya karna gue lemes bangun tidur, mana ada gue ngidam!" imbuhnya sambil melipat tangan di atas perut.
"Oh gue kirain lo hamil, Cih! gue udah seneng banget tadi tau" celutuk Kama.
"Ya udah sini gue gendong" imbuh Kama sambil berjongkok di depan Kimi.
"Lo yang bener kalo gendong ya" ucap Kimi sambil mengalungkan tangannya dileher Kama.
"Kapan gue nggak bener kalo gendong lo coba?" ucap Kama sambil berdiri menggendong Kimi.
"Ya mungkin aja lo mau jatuhin gue kan"
"Lo mau nggak gue gendong! Kalo nggak gue turunin nih!"seru Kama yang sudah tak tahan dengan ocehannya. Kimi pun akhirnya terdiam.
"Aduh Kim kok lo berat banget sih" gerutu Kama ketika berjalan dengan tertatih tatih
"Katanya lo mau buktiin cinta lo ke gue masak gendong gue aja lo ngegrutu gitu sih" ledek Kimi
"Oke gue akan lebih semangat lagi buat buktiin kalo gue cinta sama lo" ucap Kama semangat. Kama mempercepat langkahnya agar sampai di motor dengan cepat.
"Hahaha ya udah yuk pulang" ucap Kimi. Kama pun beranjak naik ke atas motor dan mengendarainya.
"Kim kita ke rumah lo apa ke rumah gue?" tanya Kama di tengah perjalanan.
"Emm ke rumah lo aja, biar lo yang dimarahin sama tante hahaha"
"Hemm gue terima tantangan dari lo" sombong Kama.
Kama melajukan dengan kecepatan sedang untuk sampai di rumahnya. Sampainya disana Kama langsung disambut hangat oleh mamanya. Namun
"Loh kemana seragam kalian?" tanya Mama Kama curiga.
"Ohh jangan jangan kalian mbolos lagi ya"
imbuhnya.
"Kalian ini sudah sering dibilangin jangan bolos kok tetep aja bolos!" Seru mama Kama sambil memijit pelipisnya.
"Maaf ma"
"Maaf tante"
Ucap Kama dan Kimi berbarengan
'Haduhh gini banget punya anak' gumam mama Kama masih dengan memijit pelipisnya.
"Sudahlah tapi jangan diulangi lagi" ucap Mama Kama dan berlalu pergi ke dalam rumah.
"Mama nggak marah?" tanya Kama ragu ragu sambil mengikuti langkah Mamanya
__ADS_1
"Ngapain marah nggk ada gunanya juga kan, buat darah tinggi aja" ketus Mama Kama.
"Tantee jangan bilang Mama ya" rengek Kimi sambil memgang tangan Kimi.
"Iya" singkat mama Kama sambil mengelus kepala Kimi.
Cih! Kalo Kimi aja sayang banget.
***
"Halo Sa ada apa?" ucap Kimi dalam telepon.
mendengarkan
"Emm Kama.. Kama disini Sa ada apa?"
mendengarkan
"Mau ngomong sama Kama?"
mendengarkan
"Di taman?"
mendengarkan
"Kalo gitu kirim lokasinya aja"
mendengarkan
"Siapa Kim?" tanya Kama setelah keluar dari kamar mandi.
"Sasa minta ketemu sama lo" ucap Kimi.
"Males ah" ucap Kama sambil merebahkan tubuhnya ke atas kasur.
"Ayolah Kam gue temenin kok" Ucap Kimi sambil menggoyang goyangannya tubuh Kama.
"Beneran?" tanya Kama dan diangguki olehnya
"Iya makanya ayok"
_____________________________________________
"Ada apa" ketus Kama kepada Sasa.
"Emm" Gumaman sasa sambil memperhatikan Kimi. Kimi pun paham yang dimaksud Sasa untuk menjauh dulu.
"Aku mau minta maaf?"
"Untuk apa?"
"Emm"
Kama kok ketus sih kan bingung mau jawab apa
"Buruan nggak usah bertele tele"
"Aku minta maaf udah pernah cinta sama kamu" ucap Sasa sambil memalingkan wajahnya.
"Heh, cuma itu lo ngajak gue kemari? Cih! Nggak guna" ketus Kama dan berlalu pergi ke motornya
"Sabar ya Sa" ucap Kimi setelah mendekat ke Sasa dan melihat Kama pergi ke motornya sambil mengelus pundak Sasa guna menyabarkan nya.
"Apaan kamu Kim aku nggak papa kok" ucap Sasa sambil memperlihatkan senyumannya agar tidak terlihat kecewa. Kimi pun mengerti dengan keadaan Sasa.
__ADS_1
Bersambung...