Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Misteriusnya Kama


__ADS_3

"Aaaa telat" teriak Kimi setelah bangun dari tidurnya


"Ahh ini si Kama nggak bangunin gue jahat banget dia" teriak Kimi sambil berlari ke kamar mandi.


"Ini handuk biasanya nyantel disini kemana dia" ucap Kimi histeris.


"Cih! Sial banget gue, ah bodoamat lah nggak usah handukan" ucap Kimi dan menyalakan shower untuk untuk membersihkan badannya.


"Aaaaa Kama! Kok lo nggak sopan banget sih!" teriak histeris Kimi yang melihat Kama langsung masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu dulu.


"Ish Kimi jangan teriak gitu dong lagian lo kan masih pake handuk" ucap Kama sambil menggosok telinganya.


"Pergi Kam pergi!" teriak Kimi sambil menyilangkan tangannya di dada. Kama pun langsung pergi keluar.


"Si Kama nggak ada sopan santunnya juga" gerutu Kimi sambil mengambil seragam sekolahnya dan memakainya.


"Udah belum Kim?" teriak Kama dari luar kamarnya.


"Sebentar dong Kam lo sih nggak bangunin gue kesiangan kan jadinya" teriak Kama dengan nada jengkel nya.


"Gue tunggu di depan rumah" teriak Kama dan diiyakan oleh Kimi dengan teriak juga.


"Eh Kimi nggk sarapan dulu?" ucap Mama Kimi.


Kimi pun langsung berlari ke arah meja makan dan menyomot roti yang sudah di kasih selai nanas dengan belepotan olehnya.


"Ayok Kam" ucap Kimi sambil menaiki motor Kama.


"Eh tunggu sebentar." ucap Kama sambil berbalik badan menghadap Kimi


"Kenapa?"


Kama mengelap bibir Kimi yang belepotan dengan selai yang sudah kemana mana.


"Ihh lo kok jorok banget sih" gerutu Kimi karena Kama malah memakan selai yang menempel dibibirnya.


"Heehe nggak papa sama calon istri sendiri kok" ucap Kama


"Cih! Calon istri apaan" ucap Kimi sambil melingkarkan tangannya di perut Kama.


Kama langsung melajukan motornya dengan kencang karena waktunya terbatas sekali. Sampai di sana Kama langsung ke parkiran dan meletakkan motornya.


"Ayok Kam" ucap Kimi sambil menarik tangan Kama agar lebih cepat jalannya.


"Sabar dong Kim" ucap Kama dengan menjajarkan posisinya agar di samping Kimi. Kama pun merangkul Kimi, Kimi pun tidak menolak akan hal itu yang membuat Kama tersenyum senang


"Aduh" ucap Kimi karena tersenggol orang yang sedang lewat.


"Maaf mbak maaf saya terburu buru" ucap pria tadi yang menyenggol Kimi.

__ADS_1


Kama dan Kimi saling menatap satu sama lain sampai pada akhirnya.


"Ehemm" deheman seorang guru. Namun Kama dan Kimi masih belum menyadari akan hal itu. Guru itu pun menepuk pundak mereka berdua untuk menyadarkannya.


"Eh bapak" ucap Kama sambil tercengir kaku.


"Jangan pacaran masuk kelas!" teriak sang guru dengan nada menggelegar nya.


"I iya Pak" ucap Kama dan Kimi berbarengan.


Kama dan Kimi pun kabur terbirit-birit agar tidak terkena hukuman darinya.


"Huh sampe da Kimi" ucap Kama sambil melambaikan tangannya. Kimi pun membalas lambaian tangan Kama.


"Ciee yang dianterin pacarnya" ledek sahabat Kimi yang bernama Alice.


"Wah berbunga bunga nih hatinya" sekarang Amanda.


"Apaan sih kalian nggak usah ngaco deh Kama itu sahabat gue sejak kecil tau!"


"Sahabat apa sahabat" goda Alice dan Amanda berbarengan.


"Cih! Apaan sih Kalian, udah deh nggak usah kayak gitu. Oh ya kemarin gue nggak berangkat ada tugas nggak?" ucap Kimi mengalihkan ledekan dari teman temannya


"Oh ya ngapain lo kemarin nggak berangkat? Ah gue tau kemarin juga Kama nggak berangkat kan musti lo berduaan seharian sama Kama kan" ucap Alice semakin meledek Kimi.


Ahh salah omong gue


"Ciee perhatian banget sama pacarnya" goda Amanda.


"Ah sudahlah jangan diledekin terus gue" ucap Kimi sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Eh Kimi ngapain kemarin nggak berangkat" ucap teman laki laki yang baru saja masuk ke kelas dan menghampiri Kimi.


"Oh gue kemarin ee kemarin gue" ucap Kimi terbata bata.


"Kemarin Kimi nemenin Kama yang lagi sakit griss" ucap Alice yang langsung membuat mimik wajah Griss sedih.


Segitu sayangnya Kimi sama Kama sampai nggak masuk sekolah demi nemenin Kama yang lagi sakit. Cih! kok gue kesel banget ya.


"Ohh oke" ucap Griss dan berlalu duduk di belakang Kimi.


Pulang sekolah


"Ayok Kim" ucap Kama yang sudah berada di depan kelasnya.


Kimi langsung berpamitan kepada sahabatnya untuk pulang dan diiyakan oleh mereka. Dan Kimi pergi dengan ledekan yang terus terdengar sampai dia keluar ke lingkungan sekolah.


"Eh Kim mau bareng" ucap Griss yang melihat Kimi sendirian di depan sekolahnya karena menunggu Kama yang sedang mengambil motornya.

__ADS_1


"Oh nggak makasih Griss gue lagi nunggu Kama ambil motornya.


Kama lagi Kama lagi


"Besok atau kapan aja ya Griss" ucap Kimi karena melihat wajah Griss yang kecewa dan Griss langsung tersenyum mendengar jawabannya.


"Gue duluan ya Kim" ucap Griss dan diangguki oleh Kimi.


"Nggak usah deket deket sama Griss Kim!" ucap Kimi yang sudah di depannya dengan motornya.


"Loh kenapa?"


"Gue cemburu" ucap Kama sewot.


"Apaan, udah ah ayuk pulang" ucap Kimi sambil menaiki motor Kama.


Kama pun mengendarai motornya dengan kecepatan sedang namun yang anehnya lagi ini bukan jalur ke rumah namun entahlah


"Kam nggak kesini lo mau apa?" tanya Kimi


Kama hanya diam saja daritadi karena masih ada kecemburuan yang ada di hatinya.


"Kam jawab dong ini kemana?" tanya Kimi sekali lagi dengan menepuk pundak Kimi.


"Lo bisa diem nggak sih Kim tinggal duduk aja kok" ucap Kama dengan ketus yang membuat Kimi diam saja. Kama juga tidak mungkinkan mau ngapa ngapain batin Kimi.


"Udah sampe turun" ucap Kama sambil turun dari motornya. Kimi pun mengikuti perintah Kama.


"Ini dimana Kam?" ucap Kimi keheranan karena dimana mana hanya pohon pohon besar saja yang terlihat.


Seolah tidak mengindahkan ucapan Kimi, Kama tidak menjawab apa yang ditanyakannya dan dia berdiri di belakang Kimi dan menutup mata Kimi dengan kain berwarna merah. Kama juga mengikat tangan Kimi ke belakang


"Kam lo jangan macem macem sama gue ya" ucap Kimi sambil meronta ronta karena tangannya di tarik ke belakang dan diikat dengan tali.


"Sstt jangan berisik Kim atau gue lempar ke jurang ha!" ucap Kama terdengar seperti bukan Kama yang dikenalnya saja.


"Kam gue mohon jangan kayak gini, lo cemburu gue bicara sama Griss tadi? Oke gue minta maaf kalo gitu. Gue mohon Kam jangan bunuh gue. Gue akan terima cinta lo itu karna gue juga cinta sama lo Kam, bahkan sejak gue masih duduk di bangku SMP lo tau kenapa? Gue juga nggak tau kenapa" ucap Kimi dengan nada bergetar.


"Jangan berisik Kim lo tinggal ikut gue aja!" seru Kama.


Kama mendorong Kimi untuk berjalan ke dalam hutan, namun Kimi tetap saja meronta ronta untuk dilepaskan.


"Kim kalo lo nggak diem gue bakal dorong ke jurang ini mau!" seru Kama.


"Lo kenapa sih Kama! Jangan sok misterius gini deh! Lepasin nggak!" seru Kimi sambil meronta ronta.


Kama yang sudah jengah dengan tingkah Kimi langsung menggendong Kimi seperi kuli panggul. Kimi pun tetap saja masih meronta ronta.


Kama meletakkan Kimi di atas dedaunan dan berlalu pergi dari sana tanpa memberi sepatah katapun kepada Kimi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2