
"Ehh lepasin nggak" teriak Kama sambil memegang lengan tangan orang yang membawa Kimi ke dekapannya. Kimi meronta sekuat tenaga agar terlepas dari tangan yang menutup mulutnya dengan memukulnya dengan keras.
Sekejap itu juga orang tersebut langsung melepaskan tangan nya dari mulut Kimi. Kimi pun langsung berlari ke belakang punggung Kama. Kama yang sudah menarik kerah baju orang itu hendak melayangkan pukulan ke wajah orang tersebut. Namun???
"Eh tunggu broo" Ucap orang tersebut sambil menepuk pundak Kama, Kama memicingkan matanya melihat ke arah tangan yang menepuk pundaknya. Pria itu pun membuka masker yang dikenakannya.
"Ya ampun Vano itu kamu??" Tanya Kimi dengan tampang tak percayanya, namun dengan senyum yang sumringah.
"Wahhh sejak kapan kamu kembali kesini, terus sama siapa? Kok nggak ngabarin aku dulu? " tanya Kimi tanpa henti.
"Satu satu dong tanya nya" ledek Vano dengan senyum yang mengembang dibibirnya
"Ah iya maaf maaf" ucap Kimi dengan cengiran nya.
"Kim apa kamu nggak mau meluk aku dulu?" ucap Vano sambil merenggangkan tangannya minta untuk dipeluk Kimi.
Kimi pun langsung berhambur memeluk Vano
"Aku kangen banget sama kamu" ucap Kimi sambil membenamkan wajahnya ke dada Vano. Di sisi lain....
Sial!! Siapa dia beraninya meluk Kimi di hadapan gue. Dan apa itu? Kimi malah suka banget di peluk kayak gitu! Cih, gue nyesel jalan ke sini. Oh takdir ini memang terlalu rumit.
Kama menutup wajahnya yang mengarah ke atas melihat langit yang cerah dan mengusapnya dengan kasar.
Kama memperhatikan kembali kedekatan mereka berdua sambil mengepalkan tangannya menahan amarah yang sudah sampai level 5. Oh tidak ini level yang sudah terlewat batas.
________________________________________
Bangku taman.
"Oh itu saudara lo Kim kok gue nggak tau si kalo lo punya saudara?" tanya Kama dengan tampang penasarannya sambil memakan keripik kentang kesukannya.
"Iya itu saudara gue paling jauh, dia tinggal di korea ikut nyokap mbokap nya dia" Ucap Kimi
"Lohh kok gue baru tau kalo lo punya sodara padahal gue temenan sama lo dari gue bayi lhoo" ucap Kama.
"Eh dasar bocah, gue bayi nggak kenal lo juga kalek" Ucap Kimi sambil menonyor kepala Kama.
"Alah itu cuma istilah aja, lo si nggak pernah pinter jadi cewek" gerutu Kama karena mendapat tonyoran dari sang sahabat.
"Cih!"
"Oh iya lo belum jawab tadi kok gue nggak tau lo punya sodara" ucap Kama dengan mulut yang penuh dengan keripik.
"Nggak penting juga kan lo tau" ucap Kimi sambil minum jus mangga yang sempat dia beli tadi.
"Ya penting lah gue kan jadi nggak salah paham sama lo" ceplos Kama.
"Lohhh salah paham kenapa?" Kama langsung melebarkan matanya menatap Kimi.
__ADS_1
Duh keceplosan gue kalo gue cemburu liat dia pelukan.
"Ya yaaa gue kan ja jadi salah paham kalo itu orang penjahat tadi aja udah gue mau pukul kan?" elak Kama dengan tergagap gagap
Kimi tertawa
"Eh gue aja nggak tau itu siapa apa lagi lo. Lo kok makin hari makin aneh aja sih" ucap Kimi sambil menahan tawanya.
"Ah sudahlah lupakan yuk pulang" elak Kama sambil menahan malu.
"Yaudah ayok" merekapun berdiri dan melangkah menuju kawasan rumahnya.
Saat sampai di rumah Kimi. Kama langsung nyelonong masuk dan berhenti di ruang keluarga tepatnya di karpet depan TV karena melihat ada orang yang sedang rebahan di situ.
Itukan Vano saudaranya Kimi ngapain dia disini?
"Loh Vano ngapain kamu disitu bukannya pulang?" Tanya Kimi berdiri di samping badan Vano.
Flashback
"Ya udah aku balik dulu ya Kim" ucap Vano sambil berdiri dari bangku taman yang tadi dia duduki.
"Loh kok cepet banget baru aja kita ngobrol mumpung ada Kama kan?" ucap Kimi sambil berdiri.
"Iya Kim maaf banget ya aku udah lelah banget nih baru selesai perjalanan dari Korea."
"Ohh, ya udah kamu sekarang mau kemana?" tanya Kimi
"Oh ya udah hati hati ya Vano" ucap
"Makasih Kim aku pulang dulu ya bay. Bay juga Kama" ucap Vano sambil melangkah pergi meninggalkan Kimi dan Kama di bangku taman itu
"Oke Vano" ucap Kimi ramah.
"Bay" ucap Kama ketus.
"Eh tunggu dulu Vano" ucap Kimi sambil berlari ke arahnya.
"Ada apa Kim?" Tanya Vano
"Nanti kalo kamu mau ke rumah aku dan aku belum kembali kerumah sama Kama, kamu ambil kunci yang ada di bawah karpet depan rumah aku aja ya" ucap Kimi
"Siap Kim Yaudah aku balik ya" ucap Vano yang hanya di beri anggukan Kimi
Flasback of
Vano pun langsung duduk dari posisi rebahan nya
"Oh aku mau tinggal di sini sementara karena rumah eyang aku lagi direnovasi"
__ADS_1
"Owh!"
"Apa!"
Ucap Kama dan Kimi bersamaan
nggak mungkin kan kalo dia tinggal seatap dengan cowo. Berdua lagi.
"Tenang aja aku udah minta ijin sama tante Jessy kok" ucap Vano karena melihat keterkejutan Kama yang berlebihan.
"Oh" ucap Kimi membulatkan mulutnya
Apa dia bilang? Dari tadi cuma bilang ooh aja? berarti dia ngizinin dong
"Lo ngizinin dia tinggal serumah, seatap sama lo?" ucap Kama dengan nada tak percayanya.
"Lah iya lah kan kasian dia" ucap Kimi
"Gue nggak ngizinin" ucap Kama dengan lantangnya
"Loh kenapa?" ucap Kimi penasaran.
Gue jawab apa ya mana mungkin gue bilang kalo gue cemburu sama si Vano
"Ya karena gue... ya kan lo cewek dia cowok ya nggak boleh lah tidur seatap."
Vano dan Kimi tertawa karena jawaban ngawur Kama
"Eh kamu kurang minum obat stres kali ya. lo liat dong gue sama Vano itu sodara. SODARA! Ngerti nggak si lo" ucap Kimi sambil menahan tawa nya
"Iya lagian mana mungkin aku apa apain si Kimi lah gila kali aku ya ngapa ngapain si Kimi" sambung Vano dengan menahan tawa nya
"Ya... Ah sudahlah gue mau cabut. lo dan lo hihhh... " ucap Kama geram sambil mengepalkan telapak tangannya dan melangkah pergi menuju pintu rumah Kimi
Sial !
Kama menggerutu sambil mulut komat kamit berjalan keluar rumah Kimi dan menutup pintunya dan pergi menuju rumahnya.
Saat dia sampai di halaman rumah Kimi dia menoleh kebelakang melihat rumah Kimi yang baru saja di tinggal kannya
Tiba tiba ada ide cemerlang seperti ada lampu yang menyala di atas kepalanya
Dia pun tertawa sendiri memikirkan reaksi yang di berikan Vano ketika melihat kejutan yang menanti dirinya.
Kira kira apa ya yang dilakukan Kama ke Vano?
Penasaran?
Baca kelanjutannya ya...😃
__ADS_1
Bersambung...