
"Oh iya ma kok kalian pulang awal?" ucap Kimi di sela sela makannya.
"Itu karena tugas papa selesai cepat sayang" ucap Mama Kama
Nggak mungkin kan kalau aku bilang tiket ke ke Bali hilang hiks hiks aku ingin sekali ke Indonesia.
"Oh ya?" ucap Kimi dengan nada curiga.
"Yaa iyalah Kim, udah ah lanjutin makannya." ucap Mama Kimi untuk mengelak pertanyaan beruntun dari anaknya
Sementara keluarga Kama hanya memperhatikan percakapan antara keduanya itu sambil memakan makanannya.
"Oh iya mbak kok tadi kalian rame rame ke sini ada apa? Mau melamar Kimi kah?" Tanya Mama Kimi yang membuat Kimi tersedak makanannya.
"Hati hati dong Kim" ucap Kama sambil memberikan air putih kepada Kimi. Terimakasih ucap Kimi dan dianggukinya.
"Ahh Mama nggak usah kayak gitu deh bikin kaget aja tau" gerutu Kimi setelah meletakan gelasnya dengan kasar dan membuat semua orang menjadi kaget.
"Jangan keras keras Kim nanti kalo pecah gimana?"
"Hmmm" deheman Kimi sambil memasukkan makanannya ke dalam mulut dengan kasar.
"Tapi kalian setuju kan kalo dijodohin?"
"Nggak!"
"Iya"
"Nggak Kam" ucap Kimi sambil melotot kan matanya.
"Lohh kenapa lo tadi mau ter, aduhh" belum selesai berbicara tiba tiba Kimi menginjak kakinya dengan keras.
"Kan kita harus saling mengenal dulu Kam" ucap Kimi sambil menggeretakkan giginya.
"Kenapa harus saling mengenal kalian kan dari kecil udah sering ketemu, tante setuju lho kalo kalian berjodoh" ujar Mama Kama.
"Iya Kim Kama ganteng kok baik pula" ucap Mama Kimi yang membuat Kama langsung tersenyum karena nya.
"Ya iya aku akui kalo Kama tuh ganteng, tap"
"Nah gitu dong Kim lo kalo muji bikin gue melayang aja" potong Kama sambil menepuk pundak Kimi dengan keras.
"Aduh Kama lo kok nyebelin banget sih" seru Kimi sambil memukul tangan yang membuat makanan yang baru saja ditelan keluar.
"Nah ini nih ma pa tante om yang bikin aku perlu mengenal dia lebih dalam lagi, dianya aja masih nyebelin gini" ucap Kimi sambil menunjuk wajah Kama yang sedang memakan kembali makanannya.
"Tapi gue nggak selalu nyebelin kan Kim"
"Mungkin"
"Kok mungkin sih"
"Kan menurut gue lo nyebelin terus"
"Kok lo gitu sih Kim"
"Lha terus gue harus gimana?"
"Ya lo bilang kalo gue nggak nyebelin gitu."
"Jadi lo nyuruh gue bohong gitu?"
" bohong dari mananya coba?"
"Ya bohong kan lo nyebelin ngapain bilang kalo lo nggak nyebelin?"
"Kan kenyataanya gue nggak nyebelin sih Kim"
"Lo nyebelin"
__ADS_1
"Nggak Kim"
"Lo nyebelin Kama!"
"Nggak Kimi"
"Tapi menurut gue iya kok"
"Kan menurut lo"
"Lha terus?"
"Ya yang paling benar itu menurut gue!'
"Paling bener gue Kama! lo kok ngajak ribut sih" ucap Kimi sambil berdiri dari duduknya
"oke ayok gue ladenin" ucap Kama balik menantang.
"Diam!!!" seru mereka semua.
"Kalian kok malah berantem sih!" seru Papa Kama.
"Kimi duluan pa" rengek Kama.
"Lo duluan" ucap Kimi sambil menunjuk Kama.
"Lo!"
"Lo!"
"Lo!"
"Wah emang ngajak ribut nih orang" ucap Kimi sambil berdiri di atas kursi.
"Oh oke ayo" ucap Kama balik menantang dan berdiri di atas kursi pinggir Kimi.
Kama dan Kimi pun turun dari kursi dan duduk kembali.
"Maafkan Kama yang kurang sopan ya jess"
"Ah nggak papa mbak kayak ini yang baru pertama kalinya saja, dulu kan pernah dia buat malu kita di pesta orang" goda Mama Kimi dengan melirik Kama.
"Ah tante jangan ceritain dong ya ya ya" rengek Kama sambil menggelayutinya dengan pipi yang merah seolah tau saja apa yang dilakukannya di masa lampau
"Ceritain nggak ya" goda Mama Kimi
"Ah tante" rengek Kama.
"Iya iya tante nggak jadi cerita". ucap Mama Kimi yang membuat Kama mengendurkan pelukan di lehernya.
" Nah gitu dong" ucap Kama kemudian dan duduk kembali ke tempat semula.
"Nanti kalo udah malam cerita sama aku ya ma" ucap Kimi sambil melirik ke arah Kama.
"Nggk usah aneh aneh deh Kim!" seru Kama.
Dan Papa Kama dan Papa Kimi dan juga Mama Kama hanya gelang geleng kepala melihat drama dadakan di depannya.
"Mbak kami pulang ya udah sore nih" ucap Mama Kama.
"Kok buru buru sekali mbak?" ucap Mama Kimi
"Kan rumah kita deketan nanti kalo mau ketemu tinggal jalan saja kan sampe." jelas Mama Kama
"Oh iya ya" ucap Mama Kimi sambil tercengir.
"Lupa" imbuhnya dengan nada pelan.
"Hadeuhh" ucap semua orang sambil menepuk jidatnya. Dan Mama Kimi hanya tercengir saja.
__ADS_1
"Kam ayok pulang" ajak Mama Kama.
"Nggak mau ma aku mau disini aja" rengek Kama
"Udah Kama ayuk pulang kamu kamu udah disini 2 hari lho" ucap Mama Kama sambil menatap tajam ke arah Kama.
"Udahlah mbak nggak papaa biar disini aja Kama nya biar Kimi ada temennya, Ya Kan Kimi?" ucap Mama Kimi sambil melirik Kimi.
"Eh iya tante nggapapa kok biar disini aja nanti biar aku suruh bersihin rumah sekalian" ucap Kama sambil meledek Kama.
"Baguslah kalau begitu, biar bisa berguna dianya."
"Ah Mama kayak aku anak tidak diinginkan saja" gerutu Kama dengan mencebikan bibirnya.
"Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang ya jess" ucap Mama Kama dan diangguki olehnya.
"Ma aku mau keluar boleh ya" ucap Kimi sambil mengangkat angkat alisnya.
"Mau keluar kemana?"
"Ke supermarket aja kok ma sekalian mau jalan jalan mumpung mau di traktir Kama.
" Idihh "
"Ya sudah sanaa jangan kemalaman pulangnya"
"Siap ma, Ayo Kam" ucap Kimi dengan menarik tangan Kama.
"Pergi dulu tante" teriak Kama dengan tangan yang di tarik Kimi.
"Dasar bocah 2 itu nggak ada berubahnya" ucap Mama Kimi sambil menggelengkan kepalanya
"Sudahlah ma biarkan saja" ucap sang suami.
Sementara di supermarket.
"Aduh Kama ngapain lo jatuh sih bikin malu aja tau!" seru Kimi yang melihat Kama jatuh tersungkur ke lantai
"Bukannya bantuin malah ngegrutu gitu. Huh!" ucap Kama sambil berdiri dari posisi jatuhnya.
"Ya sudah sini cepetan" ketus Kimi sambil mengulurkan tangannya.
"Nggak usah!" lebih ketus daripada Kimi.
"Yee tadi minta bantuin"
"Tambah sakit kalo nggak ikhlas!"
"Cih! "
"Kimi ngapain lo beli sebanyak itu?" gerutu Kama ketika melihat Kimi membeli banyak sekali cemilan.
"Buat kita buang! Ya buat kita makan lah gila lo ya" ketus Kimi.
"Mumpung lo yang bayarin juga kan Kam" ucap Kimi santai sambil mengambil semua celimilan dan minuman yang ada di situ. Kama hanya menggaruk kepalanya.
"Katanya mau buat gue jatuh cinta sama lo? Mana buktinya" ledek Kimi
"Ya...ya udah deh terserah lo" ucap Kama pasrah.
"Nah gitu dong cinta gue ke lo nambah kan, segini tapi" ucap Kimi sambil menempelkan jari telunjuk dan ibu jari dengan jarak sedikit.
"Cih gue udah belanjain lo sebanyak ini dan cinta lo ke gue cuma segitu? yang bener aja lo" gerutu Kama.
"Ya lo harus sabar dong Kam hhh"
"Puffttt"
Bersambung...
__ADS_1