Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Dasar anak nggak punya sopan santun!


__ADS_3

"Kok bisa lo sampe dikejar-kejar gitu?" tanya Kama kaget.


"Jadi begini ceritanya Kam" Sasa menceritakan kejadian saat rumahnya dikepung oleh beberapa bodyguard musuh Papanya, sampai Sasa harus berlari dengan mengendap endap karena Papa Sasa menyuruhnya. Papa beserta mamanya berlari entah kemana, Sasa hanya diperintah Papanya agar lari menjauh dari kawasan rumahnya.


"begitu Kam, hiks hiks tolongin aku ya" ucap Sasa dengan berlinang air mata dengan menggenggam tangan Kama dengan gemetar.


"Gue harus nolongin lo gimana?"


"Boleh nggak aku bermalam disini? Semalam saja?" Sasa memohon dengan wajah melasnya.


"Kama! Siapa yang datang" seru Mama Kama dari dalam dan berjalan menuju ke arahnya.


"Eh siapa ini? Loh loh kok nangis? Kamu apain Kama!" gertak Mama Kama dengan mata menatap tajam ke arah anaknya. Mama Kama duduk di samping Sasa dan mengelus kepala Sasa, Sasa pun menoleh ke arah Mama Kama


"Eh aku nggak ngapa ngapain dia kok ma"


"Tante maaf aku udah ganggu malam malam gini, udah ganggu tidur tante" ucap Sasa dengan sesenggukan.


"Eh tante nggak ke ganggu kok, emangnya kenapa kok kamu sampe nangis gini hm?"


"Boleh nggak aku peluk tante?" Mama Kama menganggukan kepalanya dan Sasa langsung memeluk tubuhnya dengan erat dan menangis kembali.


"Sekarang cerita sama tante, kamu ada apa kok sampai nangis gini" Mama Kama mengelus kepala Sasa, Sasa pun menceritakan kejadian yang dialaminya.


"Terus sekarang orang tua kamu dimana" Sasa menangis kembali mendengar pertanyaan dari Mama Kama.


"Eh kok nangis, emm kamu tidur disini aja ya, soal orang tua kamu, kamu tenang saja nanti orang suruhan keluarga tante akan berusaha menemukan orang tuamu ya" Sasa merasa lebih tenang ketika mendengar perkataan mama Kama.


"Tante aku mau temenin tante tidurnya, boleh ya" Sasa memelas dengan menggelayuti tangan Kama Kama.


"Baiklah, ayo tante temanin kamu tidur" Mama Kama beranjak berdiri dan menggandeng tangan Sasa agar mengikutinya. Sasa masih sesenggukan saat berjalan hingga dia pusing karena menangis terlalu lama dia pun ambruk ke depan dan mengenai tubuh Mama Kama. Mama Kama sigap berbalik badan dan menangkap tubuh Sasa.


"Kama bantuin dong! Gimana sih kamu nggak peka banget!" gerutu Mama Kama kepada Kama yang sedari tadi hanya diam menyaksikan


Si Sasa nyusahin banget!


Dengan terpaksa Kama berjalan menuju ke arah mamanya dan menggendong Sasa sampai dikamar tamu.


"Ambil minyak angin" Kama keluar dari Kamar tamu menuju ke arah kotak P3K dan kembali dengan membawanya dan menyerahkan kepada mamanya. Mama Kama langsung mengambil minyak anginnya dan menggosokkan ke arah bawah hidung Sasa.


"Mama Papa" teriak Sasa dengan keringat dingin di wajahnya.


"Nak tenang ini masih dirumah tante, " Mama Kama mengelus kepala Sasa yang sedang mengeluarkan nafas yang memburu ngos-ngosan. Sasa langsung memegang erat tangan Mama Kama dengan erat.


"Mama" Sasa masih saja meracau nama mamanya.


"Nak tenang ya, " Mama Kama memeluk Sasa yang masih dengan nafas tak beraturan.


"Sekarang kamu tidur, tante akan temanin kamu sampai kamu terlelap" Mama Kama membaringkan kepala Sasa dengan perlahan dengan mengelus kepala Sasa sampai Sasa menutup kembali matanya.


"Ma aku mau tidur dulu ya ngantuk, hoam" Mama Kama menganggukkan kepalanya. Kama berjalan masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


Saat matanya terpejam dia langsung teringat dengan pesan Kimi yang belum dia balas saat berada di perjalanan tadi. Kama mengambil HPnya diruang tamu.


Kama berjalan kembali ke kamarnya. Dan dia langsung merebahkan tubuhnya dengan kasar dan mengecek HPnya. Terdapat banyak sekali gerutuan salah satunya,


Hei lo kalo mau off bilang dong!!!!


Banyaknya tanda seru dari akhir kalimat yang dilontarkan Kimi kepadanya, sebanyak itulah kekesalan Kimi kepada Kama. Kama hanya tersenyum saja membaca setiap makian pesan beruntun yang dilontarkan kepadanya.


"Dasar Kimi, ada ada aja" Kama mengetik


"Maaf pacarku tersayang, tadi ada Sa, " 'eh jangan jangan apa kata Kimi nanti kalau Sasa nginep di rumah gue' Kama menghapus kembali pesannya.


"Tadi ada masalah jaringan sedikit sayang, maapkeun oke🐒" Kama tertawa kecil setelah mengetik pesannya. Pasti Kimi marah karena terdapat emot kera di belakang kalimatnya batin Kama.


"Yaelah udah offline dianya, hufftt" Kama langsung melempar HPnya ke sampingnya. Dan dia menutup matanya dengan lengan tangannya, Kama pun terlelap.


🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Sasa mengerjap pelan. Dia menoleh ke samping, terdapat Mama Kama yang masih tidur dengan tangan yang masih berada di kepala dan perutnya.


Nyokap Kama baik banget, seperti mama ada disini,


"Mama" ucapnya pelan dan bangun dari posisi tidurannya. Mama Kama menggeliat terbangun dari tidurnya.


"Maaf tante jadi bangunin, " ucap Sasa tidak enak.


"Hmm nggak Papa nak, " mama Kama bangun dan melakukan olahraga kecil karena badannya sedikit kaku.


"Maaf tante jadi ngrepotin tante begini, terimakasih karena sudah nemenin aku semalam"


"Nama saya Sasa tante"


"Oh, ya sudah kalau begitu kamu mandi bersih bersih ya, nanti tante cariin baju Kimi yang masih ada disini" Sasa menganggukan kepalanya. Mama Kams beranjak berdiri dan melangkah menuju kamar Kama mengambil pakaian Kimi disana.


Wah aku nggak nyangka kalau Kimi begitu dekat dengan Kama sampai nginep disini segala.


"Kama bangun! Mama masuk ya" Mama Kama masuk kedalam kamar Kama.


"Astaga Kama! Bangun sudah siang ini!" Mama Kama mengambil guling yang masih dipeluk Kama dan memukul tubuh Kama.


"Aduh stop ma, sakit tahu! Iya iya nih aku bangun" Kama bangun dengan wajah yang ditekuk.


"Sana mandi tuh ada lebek di mata kamu dan itu apaan itu? Itu iler? Ih jorok! Sana mandi!" gertak Mamanya setelah itu


mama Kama membuka lemari pakaian Kama dan mengambil pakaian Kimi kemudian berjalan keluar kamarnya.


"Biasain kalau bangun tidur langsung buka jendela biar udaranya bertukaran dengan yang segar nggak sumbek gini!" ledek Mamanya dan Kama hanya iya iya saja.


"Ngapain ma bawa baju Kimi keluar?"


"Mama mau pinjamin ke Sasa kasihan kan dia nggak bawa baju, nggak mungkin kan kalau pakai baju kamu"

__ADS_1


Si Sasa disini nggak guna banget dah malah ngrepotin.


Kama berjalan dengan malas ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh badannya.


"Gue jadi inget Kimi, lagi ngapain dia ya" ucap Kama setelah selesai mandi dan keluar hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya.


Kama langsung duduk di tepi tempat tidur dan mengambil HPnya, hendak menghubungi Kimi.


***


"Syukurlah Papa sudah kirim pesan" syukur Sasa setelah mendapat pesan dari papanya bahwa papanya sudah aman di tempat persembunyiannya.


"Nak, tante boleh masuk" Mama Kama mengetuk pintu dan Sasa mengijinkannya masuk kedalam.


"Ini bajunya Kimi, mandi terus dipakai ya, baju kamu yang kotor taruh aja di ranjang pakaian kotor nanti biar pembantu tante yang cuciin" Sasa menganggukan kepalanya. Mama kama pun keluar dari kamar Sasa menuju kamarnya guna mandi menyegarkan badannya.


"Kimi beruntung banget punya keluarga Kama yang sayang banget sama dia, bahkan bajunya saja ada dikamar Kama, ah apa jangan jangan Kama dan Kimi tidur bersama lagi, apa jangan jangan, ah hentikan pikiran bodohmu Sa! Nggak mungkin Kama dan Kimi melakukan itu. Ah lebih baik aku mandi"


Selesai mandi Sasa keluar dari kamar dan menemui mama Kama yang sudah duduk manis dimeja makan.


"Sini nak makanannya udah siap nih" Mama Kama melambaikan tangannya kepada Sasa agar bergabung bersamanya. Sasa menganggukan kepalanya dan melangkah duduk di depan Mama Kama.


"Nak, panggilin Kama ya, biar sarapan bareng"


"Aku tante?" Sasa menunjuk dirinya.


"Iya"


"Emm..."


"Nggak papa" ucap Mama Kama meyakinkan.


Sasa pun dengan ragu melangkah menuju kamar Kama dengan hati hati dia mengetuk pintunya.


"Masuk" teriak dari dalam kamar Kama. Sasa membuka pintu dengan pelan tapi pasti.


"Aaaa" Sasa langsung membalikkan badannya ketika melihat Kama yang hanya memakai handuk itupun hanya melilit di pinggangnya saja.


Kama langsung menoleh ke arah teriakan berasal. Kama langsung meletakkan HPnya dan berjalan ke arah pintu.


"Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu"


"Kan udah tadi, kamu juga bilang suruh masuk" ucap Sasa yang masih membelakangi Kama.


"Ya udah sana turun ngapain lo disini" ketus Kama


"Aku disuruh tante panggilin kamu, sarapan udah siap"


"Gue bukan anak kecil yang harus diberi tau dulu!" ketusnya.


"Ya sudah kalau gitu" Sasa berjalan ke bawah.

__ADS_1


"Dasar anak nggak punya sopan santun!"


Bersambung...


__ADS_2