Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Ungkapan sesungguhnya.


__ADS_3

"Lohh jam berapa ini?" ucap Kimi setelah bangun dari tidurnya dan melihat jam yang berada di nakas.


"Apaa?!! Sudah jam 7? Telat dong" teriak histeris Kimi.


Lohh Kama belum bangun?


'Panas'


Gumam Kimi dengan menempelkan punggung tangannya di dahi Kama. Terlihat Kama menggigil kedinginan.


Kimi pun bangun pelan pelan agar tidak mengganggu tidur Kama. Setelah lolos dari tempat tidur Kimi beranjak turun ke dapur guna mengambil baskom.


"Lo ngapain Kim?" ucap Kama yang terdengar serak.


"Lo sakit Kam, gue mau ngompres lo. Jadi diam! Dan jangan banyak gerak" tegas Kimi.


Kama pun diam, menutup matanya pasrah apa yang dilakukan Kimi kepadanya.


"Dingin banget Kim" ucap Kama dengan menggigil.


"Bentar" Ucap Kimi sambil berjalan ke arah lemari mencari jaket yang tebal.


"lo pake ini Kam" ucap Kimi sambil memakaikan jaketnya ke tubuh Kama dan menyelimuti nya dengan selimut yang sangat tebal.


"Peluk gue aja Kim, pasti gue sembuh" ucap Kama dengan nada lemahnya.


Kimi pun meletakkan lap untuk mengompres di dahi Kama, dan Kimi pun beranjak melangkah ke atas tempat tidur dan memeluk Kama.


"Gue sayang banget sama lo" ucap Kama di tengah tidurnya.


What? apa dia bilang? dia sayang? sama siapa? apa gue? ah nggak mungkin, itu pasti untuk Sasa. Mungkin kali ya


Kimi pun tidur tanpa memikirkan kembali siapa yang dimaksud sayang barusan Oleh Kama.


___________________________________________


"Apa tuh anak nggak berangkat sekolah ya?" tanya Mama Kama pada dirinya sendiri.


Mama Kama pun pergi keluar menuju rumah Kimi. Mama Kama langsung masuk saja karena pintu memang selalu di buka. Mama Kama berjalan ke arah kamar Kimi dan menemukan Kama dan Kimi yang tidur saling berpelukan.


Mama Kama berjalan menghampiri nya dan hendak membangunkan Kama namun karena melihat ada kompresan di nakas dan di jidat Kama ada lap jadi Mama Kama berfikir kalau Kama sedang sakit.


Mama Kama pun memegang jidat Kama dan benar saja kalau Kama memang sedang sakit. Mama Kama pun beranjak pergi dari rumah Kama dengan langkah yang begitu pelan agar tidak menggangu tidur mereka.


"Lohh papa udah pulang? Kok nggak ngabari mama dulu?" ucap Mama Kama terhadap suaminya yang baru saja pulang dari pekerjaan nya dan duduk manis di meja makan.


"Papah udah ngirim pesan kok sama kamu sayang, kamu nya aja yang nggak lihat." jelas Papa Kama


" Oh benarkah Pa? Maafkanlah istrimu ini yang tidak pengertian" ucap Mama Kama sambil mengalungkan tangannya dileher suaminya dan menggelayutinya.


"Sudahlah jangan seperti anak kecil lagi sekarang buatkan aku kopi sayang" ucap Papa Kama dan diangguki olehnya.


"Kama kemana ma?" tanyaa Papa Kama terhadap istrinya yang baru saja meletakkan kopi hitam di depannya.

__ADS_1


"Kama sakit Pa, tapi tenang aja Kimi sudah merawat Kama dengan sepenuh hatinya, bahkan tadi Kimi sampai mengompres Kama juga Lho pah, dan pada saat aku masuk ke kamarnya mereka sedang tidur saling berpelukan." ucap Mama Kama.


"Benarkah?"


"Iya pa"


"Bagaimana kalau kita jodohkan mereka saja?"


Kamar Kimi


Terlihat Kama sedang memperhatikan Kimi yang terlelap di pelukannya, sangat menawan bagi Kama yang melihatnya.


"Kalo gini jadinya, gue mau sakit selamanya saja nggak papa Kim kalau lo yang jagain gue" ucap Kama sambil menyibak rambut yang menutupi wajah cantik Kimi.


Saat sedang berbicara Kimi terbangun dan Kama pura pura tidur kembali. Kimi menyentuh kembali kening Kama dan ternyata panasnya sudah turun. Kimi pun beranjak turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


Kama membuka matanya dan memposisikan tidurnya menjadi miring menghadap ke arah bingkai foto yang ada dirinya dan Kama yang sedang menikmati eskrim. Kama pun mengambil foto itu dan mengubah posisinya menjadi tengkurap.


''Kimi Kimi gue sayang sama lo" ucap Kama terang terangan.


"Apa kam?" suara Kimi yang berdiri di belakangnya.


Kama pun melotot saat tertangkap basah sedang mengatakan itu. Kama berbalik secara perlahan dan menemukan Kimi yang sedang memakai handuk kimono.


"Lo ngapain disini? bukannya mandi."


"Lupakan itu, tadi lo bilang apa?"


"Lo tadi bilang sayang kan sama gue?"


"Ng nggak kok, nggak usah kepedean deh, tadi gue bilang banyak sarang, ya banyak sarang laba laba di rumah lo, bukan sayang sama lo"


Kimi mengerutkan keningnya karena tidak mungkin kan kalau rumah nya ada sarang laba laba seperti tidak pernah di bersihkan saja batin Kimi.


"Nggak masuk akal" singkat Kimi sambil melangkah menuju lemari pakaian karena tadi dia belum sempat mengambil baju.


"Lo ngapain Kim?"


"Ambil baju" singkat Kimi dan berlalu pergi ke kamar mandi kembali.


Dalam kamar mandi


Cih ngarep banget gue dia sayang Kama huh ganjen banget gue!


"Lo sana buruan mandi" ucap Kimi setelah keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Gue masih sakit Kim bantuin gue mandi ya" ucap Kama yang langsung membuat Kimi salah tingkah.


"Lo nggak usah bercanda deh, lo itu udah sembuh jangan banyak maunya ngrepotin saja!" ucap Kimi sambil berlalu meninggalkan Kama yang sedang tersenyum lebar melihatnya malu.


"Cih! Bener bener tuh si Kama nggak ada malu malunya apa ya?"


Setelah selesai mandi Kama keluar kamar dan menuju meja makan. Terlihat makanan tersaji di sana dan terlihat Kimi yang sedang makan dengan lahap.

__ADS_1


Kama langsung mengambil makanan dan melahap nya dengan rakus.


"Kim" ucap Kama ditengah tengah makannya.


"Hmm"


"Gue mau minta maaf sama lo"


"Hmm"


"Gue nggak mau sama Sasa kalo lo mau marah sama gue marah saja"


"Hmm"


Kimi beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah ruang keluarga, dia duduk di atas sofa dan menyalakan televisi. Kama pun beranjak berdiri dan duduk di samping Kimi yang sedari tadi menggeser terus duduknya seperti tidak mau berdekatan dengannya


"Kim"


"Hmm"


"Kok lo diemin gue sih" ucap kama sambil berusaha menggapai Kimi. Dan Kimi berdiri dan memilih untuk duduk di bawah, belum sampai itu saja Kimi juga mendiamkannya.


"Lo kenapa sih?"


"Nggak papa" ucap Kimi.


"Jawab dong Kim jangan hem hem aja" ucap Kama namun tetap saja Kimi mendiamkannya


"Lo mendingan pulang Kam" ucap Kimi datar


"Gue nggak akan pulang!" tegas Kama.


"Terserah" ucap Kimi sambil berdiri dan pergi dari sana.


"Kim lo mau kemana?" ucap Kama namun tetap saja Kimi tidak menggubrisnya. Sekaranh tinggal frustasinya Kama sambil meremas remas rambutnya.


Kama pun beranjak berdiri dari posisi duduknya dan berjalan dengan cepat ke arah Kimi. Sampai di kamar Kimi terlihat Kimi sedang duduk di atas kasur dan bermain dengan hpnya.


"Kim" ucap Kama namun Kimi tetap saja berbicara hm hm.


"Oke Kim gue nyerah! Oke gue akan nembak tuh Sasa!." tegas Kama yang langsung membuat Kimi menoleh kepadanya


"Beneran?"


"Iya" ucap Kama malas.


"Nah gitu dong gue kan seneng dengernya."


"Demi lo Kim" ucap Kama yang langsung membuat Kimi memeluknya dengan erat.


"Gue makin sayang sama lo Kam"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2