Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Memalukan


__ADS_3

Sekarang Kimi berada di perpustakaan. Tangan Kimi gemetar sejak tadi. Dia hendak meminta pertolongan tapi siapa?


"I ini kayaknya udah mau masuk kelas deh, gu gue ke kelas dulu ya" dengan ragu Kimi beranjak dari kursinya sekarang. Namun saat menoleh kebelakang, wajah Kimi menabarak seseorang.


"Lo! Ah syukurlah. Bantuin gue" Kimi menarik-narik tangan Jey dan bersembunyi ke belakangnya. Jey menarik tangan Kimi dan memegang bahunya. Jey mendudukan Kimi ketempat semula. Kimi mulai berfikir macam-macam. Ada apa ini? batinnya. Kimi menelan salivanya dengan kasar. Jey di belakang Kimi memegang sandaran kursi yang Kimi tempati.


Bel masuk kelas berbunyi. Kimi langsung menghembuskan nafas leganya.


"Gu gue masuk kelas ya" tanpa mendengar persetujuan dari mereka. Kimi langsung berdiri dan berlari dengan tergesa-gesa keluar dari perpustakaan. Sampai diluar Kimi menengok lagi ke dalam dan semua mata menoleh ke arahnya. Kimi langsung buru-buru pergi dari sana dan masuk ke kelasnya.


Kimi duduk di bangkunya dengan nafas ngos-ngosan.


"Hai Kim, lo kenapa? Kayak habis lari maraton aja" ucap Boy yang duduk disamping kursinya. Boy menggeser kursinya agar berhadapan dengan Kimi.


"Boy cari kesempatan tuh uuuu" terdengar sorakan dari Salsa dan diikuti oleh semua orang di dalam kelas. Jey masuk membawa hawa dingin ke kelas. Semua langsung bungkam. Jey melihat ke arah Kimi yang menyembunyikan wajahnya dengan buku.


"Kim buku lo kebalik" lirih Boy. Kimi langsung melirik dari balik buku ke arah Boy. Kimi langsung meletakkan bukunya di atas meja beserta kepalanya.


Jey duduk dengan tenang tanpa beban apapun. Bahkan dia langsung membuka buku dan membacanya tanpa merasa bersalah karena mengganggu keharmonisan kelas.


Guru datang, memberi salam, memberi mata pelajaran, memberi tugas, siswa membuat tugas, dan selesai ketika bel istirahat berbunyi.


Mereka membereskan bukunya. Dan satu persatu berlalu keluar dari kelas.


"Kim kantin yuk" ajak Salsa dan lainnya.


"Kalian duluan saja" mereka mengangguk dan keluar satu persatu dari dalam kelas. Tinggal Kimi saja yang berada di dalam kelas. Merenungi kejadian tadi pagi. Apa gue ada salah ya? batinnya.


Kimi memejamkan matanya dan meletakkan kepalanya di atas meja. Mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya. Sampai suara perut membuat Kimi membuka matanya dan bergerak menuju keluar kelas.


Di depan kelas sudah ada Jey dan gengnya. Kimi lansung berlari sekencang mungkin untuk menghindarinya. Dari dalam kelas Kimi sudah ancang-ancang agar berlari dengan cepat.


"Oke Kimi, satu, dua, tiga" Kimi langsung berlari keluar namun kakinya dijagal oleh Jey dan ditangkap pula oleh Jey.

__ADS_1


"Lepasin!" seru Kimi dan Jey langsung melepaskan tubuh Kimi membuat Kimi langsung terjatuh di atas lantai. Kimi mengusap punggungnya yang nyeri. Jey mengulurkan tangannya dan Kimi langsung menyentak tangan Jey.


"Gue bisa bangun sendiri!" seru Kimi dan berdiri dengan tangan masih mengusap punggungnya yang masih nyeri rasanya.


"Nggak usah ikutin gue! Gue mau ke toilet!" seru Kimi dengan menuding mereka.


Kimi berjalan tak tentu arah. Jelas saja dia bingung karena dia belum hafal betul dengan sekolah barunya ini. Kimi langsung berlari tanpa memikirkan punggungnya lagi. Dia memutari sekolahan dan berhenti di depan perpustakaan.


Kimi menoleh kebelakang dan untungnya dia tidak mendapati Jey dan teman-temannya mengikuti dirinya. Kimi bernafas lega dan pergi ke kantin.


Di Kantin Jey dan teman-temannya sudah duduk di bangku tak jauh dari tempat kawan Kimi berada. Kimi memilih menahan laparnya dan kembali masuk ke dalam kelas.


"Gue ke kelas dulu" ucap Jey kepada gengnya. Semua mengangguk. Jey membawa roti isinya ke dalam kelas. Semua mata menatap ke arahnya tentu saja ini pertama kalinya Jey membawa makanan ke arah menuju kelasnya. Jey tidak memperdulikan mereka.


Jey masuk kedalam kelas dan meletakkan roti isinya ke atas meja Kimi. Kimi yang sedang menutup wajahnya di atas meja langsung menatap roti di atas mejanya dan melihat siapa yang memberinya. Kimi tak bernafsu lagi untuk makan ketika melihat wajah Jey di depannya. Dia meletakkan kembali kepalanya di atas meja tanpa memperdulikan Jey.


"Makan!" ketus Jey dan berlalu pergi keluar begitu saja.


"Apa ini ada racunnya?" Kimi masih mengamati rotinya.


Jey yang berada di luar kelas hendak tertawa sekencang-kencangnya saat melihat kelakuan Kimi yang aneh menurutnya. Jey menahan nafasnya agar tidak tertawa.


"Kok dia lucu ya? Dia kira gue penyakit apa barusan? Penyakit mulut? Cih, dasar" Jey langsung pergi dari sana dan kembali ke beskem tempat kumpul dirinya dan juga gengnya.


Kimi beranjak berdiri dengan membawa roti isinya. Dia hendak membuang ke tempat sampah saat sudah berada di depan tempat sampah. Kimi menimang-nimang lagi dan dia memutuskan untuk duduk dibangku depan kelasnya dan memakan roti pemberian Jey tadi.


"Duh haus lagi" Kimi beranjak berdiri membuang bungkus makanannya ke tempat sampah dan berlari ke kantin karena waktunya terbatas.


"Bu air mineralnya satu" ucap Kimi kepada penjualnya. Kimi meneguk habis airnya, membayar dan berlalu pergi kembali ke kelasnya.


Kimi kembali ke dalam kelas dan duduk di bangkunya. Tidak terlihat ada Jey didepannya.


Kemana dia? Apa dia sedang mengganggu murid-murid lain kayak gue tadi pagi? Ah bodoamat.

__ADS_1


Kimi memilih mengobrol dengan Boy di sampingnya. Mereka bersenda gurau dan berhenti saat Jey masuk ke dalam kelas. Boy menarik kursinya ke tempat semula begitupun dengan Kimi.


"Jey" lirih Kimi dengan mencoleh pundak Jey yang sedang fokus membaca. Terdengar deheman dari Jey.


"Gue mau bilang makasih sama lo karena lo kasih gue roti tadi" Jey berbalik ke arah Kimi. Kimi memundurkan tubuhnya.


"Ya" jelas singkat padat. Kata yang hanya diucapkan oleh Jey seorang.


"Cih, jawaban macam apa itu?" Jey berbalik badan tanpa mengindahkan pertanyaan Kimi tadi.


"Dasar beruang!" seru Kimi yang membuat Jey berbalik menghadap ke arah Kimi dengan menautkan alisnya. Terlihat sekali Jey sangat tidak nyaman dengan sebutan yang dilontarkan Kimi kepadanya.


"Jey" singkat Jey memperkenalkan diri kembali.


Sabar Kim ini cobaan!


Kimi tak melihat ke arah Jey lagi dia membuka buku dan pura-pura membacanya. Jey yang diacuhkan oleh Kimi langsung duduk ke tempat semula dan membaca bukunya.


Heran dah gue kenapa dia nggak banyak omong ya. Dan kenapa dia suka sekali baca buku? Sok pintar sekali! Mendingan juga Kama daripada dia. Gue jadi penasaran bagaimana rupa wajah ayahnya. Apa dia mirip dengan ayahnya? Atau ibunya? Ah masa ibu dingin. Pasti dari ayahnya. Iya-iya pasti itu.


"Kim" bisik Boy, namun Kimi masih saja termenung mengintip Jey dari bagian atas buku. Hingga suara guru yang mengagetkan nya.


"Eh iya Jey ada apa?" dengan spontan Kimi mengatakan itu. Membuat semua mata melihat ke arahnya. Termasuk Jey dia kaget karena namanya yang disebut.


"Apa Kimi? Apa kamu suka dengan Jey?" ledek guru itu.


"Eh nggak bu, maksud saya jey jey jeyli ya jelly" ucap Kimi asal. Semua siswa langsung tertawa ketika mendengarnya.


Kimi tercengir kaku dan menutup wajahnya dengan buku.


Memalukan kau Kim!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2