
"Fatan, ada yang nyari kamu, nih. " sapa Mitha sesampainya di tempat Fatan dan melihat suami kontraknya itu sedang duduk santai bersama kedua sahabatnya.
Fatan menoleh sekilas. Sesaat nampak keterkejutan di wajahnya, namun itu hanya sesaat saja. Selanjutnya wajahnya kembali lagi seperti biasa, dingin dan tak peduli.
Arumi, cewek yang ditemui oleh Mitha di halaman kampus itu minta tolong kepada Mitha untuk diantarkan ke tempat Fatan dan kawan-kawannya berada. Cewek cantik dan modis itu beralasan bahwa dia tidak mengenal seluk beluk kampus ini.
Akhirnya Mitha mau berbaik hati untuk mengantar Arumi ke tempat Fatan biasa nongkrong bareng temannya. Beruntung sekali saat itu Fatan sedang bersama Aldo dan juga Reno di ruangan Reno.
" ARUMI...! " seru Aldo dan Reno bersamaan.
Wajah kedua orang sahabat Fatan itu langsung berubah tegang. Terlebih lagi saat keduanya beradu pandang dengan Mitha. Istri sahabatnya itu melayangkan tatapan membunuh kepada orang itu membuat nyali keduanya langsung ciut.
Gawat, sebentar lagi bakalan ada kiamat sugra yang akan menimpa Fatan, nih! pikir kedua orang itu.
Namun lain halnya dengan Fatan. Cowok itu bahkan tetap bergeming, diam ditempatnya tak beranjak. Hanya sekilas saja dia menoleh ke arah Arumi. Setelah itu, pandangannya beralih menatap ke arah sang istri. Namun yang ditatap, seolah - olah tak peduli.
Sedangkan Arumi, wajah cewek itu langsung berubah sumringah saat bertemu Fatan.
Tanpa malu - malu, cewek itu langsung mendatangi Fatan yang kini sudah bersiap - siap hendak berdiri.
Aldo dan Reno saling berpandangan dengan wajah cemas campur bingung.
Sedangkan Mitha, awalnya dia mencoba bersikap cuek dan biasa saja. Namun tidak untuk detik berikutnya. Lekas dia memalingkan wajahnya ke arah lain saat melihat Arumi yang tanpa malu - malu langsung berusaha mencium pipi Fatan. Sedangkan Fatan langsung berusaha mengelak. bahkan dia menepis dengan kasar tangan Arumi yang bergelayut manja di lengannya.
Sikap Arumi layaknya seperti seorang kekasih yang lama tak bertemu. Mitha menduga-duga dalam hati, sejauh apa hubungan mereka saat ini.
Melihat sikap Arumi yang manja terhadap Fatan, Mitha mengeluh dalam hati. Sepertinya dia terlambat menyadari sesuatu. Betapa tololnya dirinya jika menyangka bahwa selama ini Fatan tidak memiliki seorang kekasih, hanya karena melihat sikap dingin dan cuek Fatan terhadap kaum hawa. Dia saja tak mengenal Fatan dengan baik jauh sebelum peristiwa itu terjadi.
Kini, dia merasa seperti orang ketiga yang hadir dalam kisah cinta Fatan dan Arumi.
Diam - diam, Fatan melirik Mitha yang membuang pandangan ke luar jendela ketika melihat Arumi berusaha untuk menciumnya. Dia terus saja memperhatikan gerak - gerik Mitha, sementara Mitha masih asyik melamun sambil memandang keluar jendela.
__ADS_1
" Apa kabar, baby Fat " sapa Arumi manja. Baby Fat adalah panggilan kesayangan Arumi untuk Fatan.
" Ngapain lagi kamu datang kesini...? " tanya Fatan dingin. Dia kembali menepis kasar tangan Arumi yang kini kembali bergayut manja di lengannya.
" Ck ck ck....Jauh - jauh aku datang dari Jepang, tapi aku tak menduga seperti ini sambutan yang kamu berikan padaku, baby Fat. Apa kamu tidak merindukan aku, baby...? " bisik Arumi manja di telinga Fatan.
Namun Fatan tak menggubris atau menanggapi ucapan Arumi. Pandangannya sejak tadi justru tak pernah lepas dari Mitha.
Diam - diam Fatan tersenyum dalam hati saat melihat Mitha yang masih saja melihat kearah lain dan tak ingin menoleh ke arahnya. Dia tahu, Mitha pasti kesal melihat tingkah Arumi kepadanya. Hatinya sedikit menghangat ketika menyadari bahwa ternyata ada sedikit rasa cemburu di hati Mitha saat melihat kedekatan dirinya dengan Arumi. Mungkinkah Mitha mulai......... ck! ck! Fatan berdecak dalam hati, menyadari angannya terlalu tinggi.
Tiba - tiba, terselip sebuah ide di benaknya untuk mengerjai Mitha guna membalas sakit hatinya kemarin saat melihat kebersamaan Mitha dan Edo. Dan juga dia ingin tahu, sejauh apa perasaan Mitha terhadap dirinya.
Tanpa bicara lagi, Fatan segera menggandeng tangan Arumi keluar dari ruangan Reno diikuti pandangan seram sekaligus juga takjub oleh kedua orang sahabatnya. "Gile,...Tuh, Fatan berani bener ngegandeng cewek lain di depan bininya" bisik Aldo di telinga Reno.
Yang dibisiki hanya meringis menatap ke arah Mitha. Mereka sebenarnya merasa serba salah sekaligus iba terhadap Mitha. Namun mereka tak bisa apa - apa. Karena mereka tahu pasti bagaimana watak asli dari sahabat mereka itu.
Sedangkan Mitha, dia langsung menjatuhkan pandangannya saat melihat suaminya menggandeng Arumi, Hatinya seperti dicubit. Sakit, kesal dan kecewa jadi satu. Apakah itu artinya dia cemburu .??
Menyadari hal itu, buru - buru Mitha menepis semua rasa sedih dan kecewa yang ada di hatinya. Lagipula buat apa dia memikirkan semua ini, toh begitu dia melahirkan, mereka juga pastinya akan bercerai.
Akhirnya, tanpa berkata apa - apa lagi Mitha juga pergi meninggalkan tempat itu. Kini tinggallah kedua sahabat Fatan yang hanya bisa terdiam dan bengong mirip sapi habis makan cabe.
Sementara itu, Fatan membawa Arumi keluar dari ruangan Reno dan menarik cewek itu menuju ke taman yang letaknya di sudut kampus itu. Setibanya di tempat itu dia langsung menghempas dengan kasar tangan cewek itu. " Apa maksud kamu datang lagi menemuiku."
Arumi meringis sambil mengusap tangannya yang memerah bekas cengkraman tangan Fatan.
" Mengapa kamu sekarang menjadi kasar seperti ini, Baby Fat? Dulu kamu selalu bersikap lembut dan penuh perhatian padaku." ujar Arumi sambil berusaha kembali mendekati Fatan. Dia mengusap lembut lengan Fatan namun segera ditepis oleh cowok itu dengan kasar.
" Itu dulu, Arumi Sekarang keadaannya sudah berbeda." jawab Fatan.
" Apa yang berbeda. Bagiku tak ada yang berubah. Kamu tetaplah Baby Fat-ku...."
__ADS_1
" Tidak ada yang sama lagi semenjak kamu memilih pergi meninggalkan aku dan lebih memilih karirmu di Tokyo, aku sudah memutuskan untuk mengubur dalam - dalam semua rasa cintaku padamu. Bagiku sekarang, kamu hanya masa lalu, Arumi."
Kepala Arumi menengadah ke atas. Cewek cantik itu mengerjabkan matanya yang mendadak saja terasa panas namun dipenuhi embun. Ada perih di hatinya ketika mendengar penolakan Fatan.
" Aku mohon maaf atas semua luka yang aku torehkan di masa lalu. Tapi bisakah kita memulainya lagi dari awal..? Aku kini menyadari satu hal bahwa tak bisa hidup tanpa kamu, Baby Fat.." pinta Arumi dengan menghiba. Dia sudah tak punya malu lagi untuk mengemis cinta Fatan demi bisa kembali lagi sama cowok itu.
" Maaf, tapi aku sungguh tak bisa... " jawab Fatan dingin. Cowok itu kemudian berlalu pergi meninggalkan Arumi yang menangis sendiri karena kesal dan kecewa.
"Hem, ternyata semudah itu kamu bisa melupakan semua cinta dan kenangan kita. Sedangkan aku, setiap detiknya bahkan hanya kamu saja yang ada di pikiranku. Kemana semua ucapan cintamu padaku, Baby Fat...? Apakah semudah itu kamu membuang semua jejakku di hatimu?" ucap Arumi lirih, nyaris tak terdengar. Tapi masih bisa terdengar oleh Fatan .
" Aku melupakan apa yang memang semestinya harus aku lupakan. Aku tak bisa kembali padamu seperti dulu, karena sekarang hati aku sudah menjadi milik seseorang. "
Seketika Arumi terpaku oleh jawaban Fatan yang terakhir. Ada rasa tak percaya di hatinya. Secepat itu Fatan sudah memiliki pengganti dirinya..?Padahal perpisahan mereka hanya berjarak enam bulan saja.
" Kamu jahat, Baby Fat. Kamu nyakitin aku. Tapi aku tak akan menyerah untuk mendapatkan kamu kembali. Kamu boleh menolakku sekarang. Tapi ingat, suatu saat kamu akan kembali lagi padaku. Karena aku tahu, kamu itu cintanya hanya padaku, bukan pada cewek itu.... " teriak Arumi kesal.
Namun Fatan tak menggubris teriakan Arumi. Dia terus saja berlalu meninggal Arumi yang masih saja menangis karena kesal oleh penolakan Fatan.
Tak jauh dari sana, Mitha terpaku di tempatnya. Dia tak sengaja memergoki pertengkaran kedua manusia itu. Awalnya dia hanya berniat ingin lewat saja, namun telinganya menangkap suara pertengkaran antara Fatan dan Arumi yang membuat dia urung untuk melangkah dan memilih untuk menguping pembicaraan keduanya.
Mitha masih saja terdiam di tempatnya bahkan setelah Arumi kemudian melangkah pergi menyusul Fatan. Dia masih tak percaya jika lelaki yang baru saja bertengkar hebat dengan cewek cantik itu adalah suaminya.
Akan tetapi bukan hal itu yang mengganggu hatinya, tapi perkataan Fatan yang terakhir kepada Arumi tadi.
Cowok itu mengatakan dengan lantang kepada Arumi jika hatinya sekarang sudah menjadi milik seseorang.
Siapakah orang yang berada di hati Fatan saat ini..?, pikirnya. Mendadak hatinya kembali diliputi cemburu ketika mengetahui fakta ini.
Sedang Mitha lagi sibuk bertanya - tanya dalam hati siapa cewek yang dicintai oleh suaminya, tiba-tiba...
" Mitha..... " seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Sontak saja Mitha langsung menoleh karena kaget.
__ADS_1
" Kau...!!! " serunya dengan mata membulat tak percaya.