Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 59 Tidur Bareng


__ADS_3

Queen langsung kena serangan jantung mendengar perkataan Ayahnya.


Teganya ayahnya bicara seperti itu pada dirinya, jerit hati Queen.


" Nak Edo, mari masuk. Sudah, tidak usah dengerin Queen. Dia memang begitu orangnya. Tidur saja di kamar Queen. " kata Ibunya sembari mempersilahkan kepada menantu barunya itu masuk ke dalam rumah. Queen semakin bertambah gondok.


" Tidak bisa begitu, Bu. Queen juga mau istirahat. Masa Queen dibiarkan satu kamar sama kadal buntung ini.. Ihh, ogah.... " kata Queen sambil ngeluyur pergi ke kamarnya. Tak lupa, sebelumnya, dia menginjak kaki Edo.


Edo meringis kesakitan merasakan kakinya di injak oleh Queen. Namun, dia buru - buru juga berjalan di belakang Queen. Dia mengikuti Queen sampai di depan pintu kamar.


" lo kenapa ngikutin gue..." Bentak Queen karena melihat Edo yang mengekori di belakang.


"iya, kan kata ibumu, aku disuruh istirahat di kamarmu.. "


Mata Queen langsung melotot.. Dia tidak terima jika Edo istirahat di dalam kamarnya. Enak saja....!!


" Dalam mimpimu....enak saja main masuk kamar orang seenaknya. Siapa lo.... ?"


" Suamimu..... " jawab Edo santai.


"Aduh, nih anak minta di gebukin juga. lo itu tidurnya di luar aja. Di sana... " Queen menunjuk ke sofa yang terletak di ruang tamu.


"Queen, nggak boleh gitu. Dia itu suami kamu. Masa kamu suruh tidur di sofa.. " kata ibunya.


"Tapi, Bu... " jawab Queen. Dia tak meneruskan ucapannya. Dan memilih meneruskan dalam hati. " Queen takut, gimana kalau Edo.... "


Akh.... sudahlah. Pikiran Queen membayangkan yang tidak - tidak tentang suami istri seperti yang sering dia baca di dalam novel..


Di dalam pikiran Queen, yang namanya tidur berdua suami istri pasti main kuda - kudaan. ( Hadeuh, aya - aya wae si Queen). Jadi dia tidak mau. Dia belum siap dijadikan kuda oleh Edo. Hiii...... Queen bergidik ngeri membayangkan hal itu... ( Hayo, membayangkan apa ya, Si Queen???)


" Sudahlah, Nak Edo. Queen memang keras kepala. Nggak usah dipusingin masalah tidur. Kalau nak Edo capek, tidur aja di kamar sebelah... " kata Pak Satria memberi saran.

__ADS_1


Dia hapal benar dengan karakter anaknya yang susah di atur dan tak pernah mau mengalah.


Queen menjadi tak enak hati mendengar ayahnya bicara demikian. Sialan memang Si Edo, bikin susah saja, maki Queen dalam hati. Akhirnya..


"Iya, deh. Kamu tidurnya di kamar aku. Huh... kamu nyebelin banget. Yang sebenarnya anak di rumah ini siapa, sih.!! " dengusnya kesal sambil menghentakkan kakinya. Tangannya langsung menarik Edo yang berdiri di sampingnya agar mengikuti dirinya masuk ke kamar.


Ibu dan papanya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Queen yang galaknya minta ampun sama Edo.


Sebenarnya, Queen itu anak yang baik. Dia suka tak tegaan sama orang. Hanya saja, dia masih kesal dengan Edo lantaran peristiwa semalam ditambah lagi Edo mendatanginya Pagi ini dengan mengatasnamakan hubungan mereka,. klop lah sudah....


Semalam setelah menikahkan Queen dan Edo, Papa Edo berbicara dengan Pak Satria.


" Pak, mulai sekarang Queen, anak bapak juga adalah anak saya. Saya akan secepatnya datang ke rumah untuk melamar Queen." Kata Pak Pramono, papa Edo kepada Pak Satria.


" Silahkan,Pak. Saya dengan senang hati menerima kedatangan Bapak. Saya senang mengetahui ternyata Bapak mau menerima putri saya. Saya tak keberatan jika putri saya berjodoh dengan Nak Edo. karena saya rasa, Edo bisa membimbing Queen yang sedikit keras kepala dan sulit diatur. " kata Pak Satria sambil tertawa. Keduanya lantas tertawa bersama.


Demikianlah, akhirnya Pak Pramono dan Pak Satria sepakat untuk menerima pernikahan anak - anak mereka. Dan kini keduanya saling bekerja sama untuk menyatukan kedua putra dan putri mereka dalam satu ikatan cinta.


Papanya Edo sebenarnya merasa bersyukur. Karena dengan bertemu Queen, siapa tahu dapat merubah sifat keras Edo. Sudah lama dia dan Edo tak berkomunikasi layaknya papa dan anaknya.


Mama Edo meninggal dunia karena bunuh diri dan dia kemudian menikah lagi. Edo seolah membangun benteng tinggi yang tak kasat mata untuk dirinya dengan sang papa.


...----------------...


Queen meletakkan tas selempang miliknya di atas meja dan menyambar handuk yang tergantung di dekat kamar mandi. Dia ingin mandi karena badannya dirasa sudah gatal - gatal semua. Kebetulan kamar mandi Queen berada di dalam hingga tak perlu repot keluar kamar untuk sekedar mandi.


Selesai mandi, dengan masih memakai handuk yang melilit di dada, Queen keluar dari kamar mandi. Dia lupa kalo ada Edo yang sedang baring - baring di kamarnya. Edo rupanya belum tidur sehingga saat Queen kembali ke dalam kamar, dia masih terjaga.


Queen sontak menjerit saat menyadari keberadaan Edo. Edo yang panik lantas melompat turun dari ranjang dan buru - buru membekap mulut Queen agar dia berhenti berteriak. Edo takut ayah dan ibu serta tetangga Queen berpikir yang tidak - tidak tentang mereka karena teriakan Queen.


Terdengar gedoran di pintu membuat Edo dan Queen tersentak kaget. Panik bercampur bingung...

__ADS_1


" Edo, Queen, apa kalian baik - baik saja... " tanya Ayah dan Ibunya Queen dari luar pintu kamar Queen.


Queen dan Edo saling berpandangan menyadari siapa yang berdiri di depan pintu dan memanggil mereka, lantas mereka pun kompak berseru, "kami tidak apa - apa, Ayah, ibu...! "


Ayah dan ibu Queen saling berpandangan. Mereka menjadi heran,....


Tadi nyata- nyata dia dengar teriakan Queen yang membahana. Tapi kini, mereka bilang tak ada apa - apa.


Sebenarnya apa yang telah terjadi..?


Tapi kemudian mereka meninggalkan pintu kamar Queen. Mereka beranggapan bahwa itu tadi hanya keisengan Queen. Queen kan memang hobinya iseng teriak - teriak.


Sementara itu, di dalam kamar, Queen baru menyadari dirinya berada dalam pelukan Edo..Dia langsung berontak melepaskan diri.


Sialnya, handuk yang menempel di tubuhnya justru melorot jatuh ke lantai sehingga tubuh Queen menjadi telanjang bulat.


Aduh...!! Queen malu setengah mati. Untung saja Edo cepat membalikkan tubuhnya ke dinding sehingga kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Queen yang langsung menyambar kembali handuknya dan pergi ke ruang ganti. Dia pun memakai baju secepatnya.


" Semua ini terjadi gara - gara kamu. Kamu itu apa - apaan, sih. Suka nyari kesempatan dalam kesempitan.."


semprot Queen sambil memperbaiki tempat tidur. Menggeser Edo yang berada di sisi kasur yang lain.


" Kamu tuh, yang apa - apaan..Hampir saja kita digebrek warga gara - gara teriakan kamu itu. Mau kayak tadi malam, heh...." balas Edo.


Queen langsung diam dan beringsut menggeser tubuhnya agar berjauhan dari Edo. Dia kini meletakkan Guling besar di tengah sebagai pembatas antara dirinya dan Edo. Lalu setelah selesai, dia merebahkan dirinya di kasurnya yang empuk. Dia lelah sekali sehingga tak perlu waktu lama, Queen pun sudah tertidur lelap.


Edo tersenyum memandangi Queen yang sedang tertidur pulas. Kalau sedang tidur begini, Queen jadi terlihat begitu manis dan menggemaskan.


Lama-lama, Edo jadi tak tahan juga. Akhirnya dia pun merebahkan diri di samping Queen. Tangannya bergerak untuk menggeser bantal guling yang menjadi pembatas antara dirinya dan Queen. Selanjutnya, dia juga ikut - ikutan Queen, terbang ke alam mimpi.


Waktu tak terasa berlalu. Pukul dua siang Queen terbangun karena merasakan lapar di perutnya.

__ADS_1


Saat terbangun, dia merasakan ada tangan yang memeluk erat. Begitu dia menoleh, ternyata itu adalah tangan Edo.


" Edo....!


__ADS_2