Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 17 Jangan Sentuh Istri Gue


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu sedang memata - matai aku dan Arumi..?


Mitha menjadi kikuk dan salah tingkah ditodong pertanyaan seperti itu oleh Fatan rupanya sejak tadi sudah berada di belakangnya. Dia merasakan seperti Maling yang tertangkap basah mencuri sesuatu.


Namun bukan Mitha namanya jika tak bisa mengelak dari tuduhan. Dia langsung balik melotot sambil pasang muka juteknya.


" Enak saja kamu nuduh - nuduh aku memata -matai kamu dan cewek kamu...! Cuih, apa untungnya bagiku? Buang - buang waktu dan energi saja." jawab Mitha ketus.


"Bohong, aku tak percaya dengan ucapanmu. Kamu pasti berbohong, kan? Pasti kamu sedang mencuri - curi dengar pembicaraan kami. Apa maksudnya kamu mencuri - cuti dengar pembicaraan kami? Apa kamu merasa cemburu dengan Arumi...." tuding Fatan.


Muka Mitha merah padam mendengar tudingan Fatan. Walaupun benar adanya, tapi Mitha merasa kesal karena dia merasa terpojok. Maka, ....


" Hei, tuan Fatan yang sok ganteng dan kecakepan. Dengar, ya. Aku di sini sedang menunggu seseorang, bukan sibuk ngurusin urusan kamu sama cewek kamu yang sok kecantikan itu. Puas kamu..... "


Baru saja Fatan hendak kembali melayangkan pertanyaan mendadak sebuah suara memanggil Mitha.


" Mitha, ..... Mitha..!! Astaga lo tuh, yah. Bener - bener bikin gue jantungan, gue nyariin lo dari tadi setelah mendapat telpon dari lo. Gue pikir lo kenapa - napa. Kalo sampe lo kenapa - napa, habis gue dibikin jadi es krim sama laki lo yang dinginnya kayak balok es itu. Lo, juga kebiasaan, kalo nelpon suka pake acara dadakan. Gimana gue kagak panik. Emangnya ada apa, sih Mit..?" cerocos Gadis yang udah mirip petasan renteng.


Lalu, tiba-tiba Gadis menutup mulutnya ketika menyadari siapa yang sedang berhadapan dengan Mitha.


Astaga,... tadi dia bilang apa..? Duh....mendadak muka Gadis seperti kepiting rebus, karena malu. Mana dia sudah ngatain Fatan mirip Es balok lagi.


Demikian juga halnya dengan Fatan. Cowok itu langsung melotot saat melihat kedatangan Gadis. Dia kesal dengan kedatangan Gadis yang tidak tepat waktu. Karena dia masih ingin bicara dengan Mitha tentang masalah mereka berdua. Namun kedatangan Gadis membuyarkan semuanya.


Sedangkan Mitha yang melihat kedatangan Gadis seperti melihat kedatangan malaikat penyelamatnya. Kedatangan Gadis otomatis membebaskan Mitha dari segala macam tuduhan Fatan untuknya sepenuhnya bener sih, hehehe. Dan juga keinginan aneh Fatan lainnya seperti yang terjadi pada peristiwa semalam.


Dia bersyukur karena tadi dia sempat menghubungi Gadis saat berjalan melewati koridor menuju taman dan tak sengaja memergoki pasangan yang sedang bertengkar itu.


Masih dengan wajah cemberut, Mitha lantas buru - buru menggandeng tangan Gadis dan menyeretnya meninggalkan tempat itu.


" Mobil lo, dimana? " tanya Mitha setibanya di area parkir.


" Noh, paling pojok...! " tunjuk Gadis ke pojokan parkiran. Berdua mereka mendatangi mobil Gadis yang terparkir rapi di pojok dekat mobil Fatan.


Gadis sudah duduk rapi di depan kemudi sementara Mitha masih mencari posisi nyamannya ketika pintu jendela mobil diketuk seseorang dari depan.


Mitha mengerutkan kening saat mengetahui jika yang mengetuk jendela mobil Gadis barusan adalah Fatan.

__ADS_1


Buru - buru Gadis menurunkan kaca mobil agar Fatan bisa berbicara dengan Mitha.


" Ada apa lagi..? bentak Mitha jutek.


" Pulang dari rumah sakit nanti aku jemput kamu. Kita harus bicara tentang masalah yang kemarin. Kamu harus mau, jika masih ingin kuliahmu berlanjut... " ujar Fatan sembilan menatap tajam ke dalam bola mata Mitha. Tatapan Fatan terlihat dingin dan penuh ancaman. Membuat Mitha menjadi sedikit takut dibuatnya.


Namun bukannya menjawab, Mitha hanya diam tak menanggapi ucapan Fatan. Dia laku menoleh pada Gadis. "Ayo, Dis. Buruan..! Kita udah mau terlambat."


" Sorry, Tan. Gue cabut duluan, yah..!" seru Gadis sambil melirik Mitha yang cemberut di sampingnya. Dia jadi merasa tak enak dengan Fatan.


Fatan hanya menghela napas kesal dan membiarkan Mitha berlalu bersama mobil Gadis.


Kenapa sih, Mitha pake acara pergi dari rumah segala. Padahal sebenarnya dia tak bermaksud sungguh-sungguh untuk meminta Mitha agar cuti kuliah. Dia cuma bermaksud hanya mengancam saja supaya Mitha tak lagi lalai dengan kewajibannya sebagai istri dan calon ibu dari anaknya.


Karena Walau bagaimana pun, dia tak ingin terjadi sesuatu dengan Mitha dan juga anak yang di kandungnya.


Jadilah sekarang dia yang diomelin papa dan mommynya. Mana papa dan mommy pake acara ngancam segala lagi. " Pokoknya, papa dan mommy nggak mau tahu. Kalau sampai Mitha nggak ditemukan, maka papa akan menyetop semua fasilitas yang kamu pake sekarang ini. Biar kamu juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh menantu papa. Enak saja kamu ngancam Mitha dengan menghentikan kuliahnya segala. Apa kamu nggak mikir? Mitha itu lagi hamil. Wanita hamil nggak boleh dibuat stress. Ngerti kamu..? "


" Iya nih Fatan. Awas saja kalau sampe kenapa - napa sama kandungan Mitha. Mommy tak segan - segan untuk buat perhitungan sama kamu..! " kata mommy gemas.


Akhirnya dengan kesal, Fatan terpaksa berjanji pada papa dan mommy untuk mencari Mitha dan mengajaknya pulang kembali ke rumah.


Ternyata dia tak perlu repot mencari - cari keberadaan Mitha, sebab Mitha sendiri yang datang mencarinya tapi sambil membawa Arumi..?


Huh, ...! Fatan mendengus kesal jika mengingat Arumi. Mantan kekasihnya itu tiba-tiba datang kembali dan mengajak mereka balikan lagi. Meski tak bisa dia pungkiri, rasa cinta di hatinya untuk Arumi masih ada. Namun sakit hatinya juga tak mampu dia lupakan.


Dia masih merasa sakit hati atas perlakuan Arumi yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya tanpa ada kesalahan apapun dan memutuskan hubungan mereka melalui chat singkat yang di kirim melalui Whatsapp. Alasannya cuma sepele. Arumi ingin mengejar cita - citanya yang ingin menjadi model terkenal.


Dia akui, Arumi sangatlah cantik. Karena kecantikannya itulah yang membuat dia dulu begitu tergila-gila dan memuja kekasihnya itu. Namun sayang, Arumi lebih memilih kariernya sebagai model ketimbang dirinya yang begitu mencintai Arumi.


Tinggallah Fatan seorang diri dengan sejuta kekecewaan dan keterpurukan atas rasa cinta yang kandas dan terkubur bersama mimpi - mimpi Arumi.


......................


Waktu sudah menunjukkan pukul lima tiga puluh. Fatan sudah sejak tadi berdiri di depan pintu mobilnya dan menunggu kedatangan Mitha. Sudah lebih setengah jam dia menunggu di sini tapi belum juga ada tanda - tanda kemunculan sang istri.


Sesuai dengan janjinya tadi, bahwa dia akan menjemput Mitha dan membawa istrinya itu pulang kembali ke rumahnya.

__ADS_1


Tapi sampai sekarang, Mitha tak juga kunjung menampakkan diri.


Fatan yang mulai tidak sabaran karena kesal menunggu kehadiran Mitha, memutuskan untuk menyusul Mitha ke dalam. Namun baru saja kakinya hendak melangkah, orang yang dia tunggu sejak tadi sudah terlihat melenggang keluar dari rumah sakit.


Darah Fatan kembali dibuat bergolak saat melihat siapa yang berada di sebelah Mitha. Istrinya itu terlihat sedang berjalan beriringan sambil bercakap-cakap dengan riangnya bersama Edo. Tawa Mitha lepas begitu saja ketika Edo melontarkan guyonan - guyonannya di sela - sela percakapan mereka.


Tanpa bicara lagi, Fatan langsung menghampiri Mitha dan menyeret lengan istrinya itu dengan paksa. Edo yang melihat hal itu sontak menjadi kaget dan tak terima.


" Hei, bro. Tolong, lepasin Mitha..!" teriak Edo pada Fatan. Namun Fatan tak menggubris teriakan Edo. Dia terus saja menarik paksa lengan Mitha hingga membuat cewek itu berontak minta dilepaskan.


BUG......


Fatan jatuh tersungkur ke tanah karena terkena pukulan Edo.


Mitha kaget bukan kepalang karena tak menyangka akan apa yang telah dilakukan oleh Edo terhadap Fatan.


Fatan bangkit dan kini berbalik hendak menyerang Edo.


" Bangsat !!! Lo berani mukul gue..!"maki Fatan gusar. Dia mengusap kasar sudut bibirnya yang berdarah akibat bogem mentah dari Edo.


" Bajingan seperti lo, memang sekali - kali harus diberi pelajaran. Jangan hanya berani sama cewek saja. Hadapi gue kalo benar lo jantan ..!"


Habis sudah kesabaran Fatan, dia maju menerjang Edo. Kini, keduanya sudah terlibat baku hantam tanpa ada seorang pun yang berani melerai keduanya.


Melihat kedua lelaki yang saling baku hantam di hadapannya, Mitha pun bermaksud ingin melerai dan memisahkan keduanya. Namun naas, saat baru saja hendak memisahkan keduanya, Mitha yang berada di tengah-tengah malah terkena pukulan dari keduanya.


Tubuh mungil Mitha jatuh tersungkur ke tanah dan seketika itu juga langsung tak sadarkan diri.


Melihat Mitha jatuh ke tanah dan pingsan, keduanya langsung menghentikan aksinya. Keduanya kini berebut menolong Mitha.


Namun Fatan langsung mendorong tubuh Edo agar menyingkir dari tubuh istrinya.


" Minggir, lo jangan sentuh istri gue..!" bentak Fatan.


Edo langsung melongo mendengar ucapan Fatan.


Hah..? Apa gue kagak salah denger..? Mitha istri Fatan..?"

__ADS_1


__ADS_2