Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab 47 Fatan Mitha ( Bagian 2)


__ADS_3

Warning!!!


Bacaan mengandung unsur 21+ tahun ke atas.


Mitha mendatangi Kenan yang menangis di dalam kamar. Rupanya Kenan terbangun karena merasa haus dan juga pipis.


" Aih....anak mommy bangun. Kenapa, haus ya sayang, Kenan pipis ya, hemmm......" sapa Mitha pada sang buah hatinya. Dia amat gemas melihat tingkah lucu Kenan.


Mitha mengangkat tubuh Kenan dan membaringkannya di ranjang. Setelah mengganti popok Kenan, Mitha langsung menyusui Kenan.


Sementara menyusui, pikiran Mitha kembali mengingat peristiwa di dapur tadi. Hatinya masih deg - degan, bercampur dengan rasa malu . Astaga... astaga.... astaga. Apa yang telah mereka lakukan. Pipi Mitha mendadak kembali panas. Dia kembali membayangkan adegan saat di dapur tadi. Kembali dada Mitha berdesir aneh dan rasanya ingin melompat.


Sedang asyik membayangkan apa yang baru saja Fatan lakukan, orang yang sedang dia lamunkan tiba-tiba saja sudah masuk menyusul Mitha. Mitha yang masih merasa malu pada Fatan atas peristiwa tadi, memilih menunduk ketika Fatan berjalan menghampiri dirinya.


Mitha awalnya tak menaruh curiga. Biasa saja ketika Fatan memilih duduk di sebelahnya. Dia hanya beringsut sedikit ke samping menggeser tubuhnya, memberi ruang pada Fatan.


Namun tanpa diduga, Fatan langsung memeluk Mitha dan selanjutnya mencium bibirnya. Padahal saat itu Mitha sedang menyusui Kenan. Mendapat serangan tak terduga, Mitha tak bisa mengelak lagi. Dia hanya pasrah saja ketika Fatan kembali menciumnya.


" Kak Fatan.... " hanya itu kata yang terucap dari bibirnya sebelum kembali dibungkam Fatan dengan ciuman.


Fatan mencium bibir Mitha dengan lembut dan dalam. Semakin lama ciuman Fatan semakin menuntut. Bukan hanya itu saja, kini tangan Fatan menekan kepala Mitha agar tak bergerak dan semakin memperdalam ciumannya.


"Kau harus bertanggung jawab, Mitha. Kau sudah membangunkan adik kecilku . Sekarang kau harus bisa membuatnya tertidur kembali...." kata Fatan dengan nafas memburu dan mata yang sudah dipenuhi oleh kabut gairah.


Mitha meneguk air ludah ketika matanya menatap bagian bawah tubuh Fatan. Sesuatu di balik celana bahan yang Fatan gunakan, tampak ada sesuatu yang menonjol besar dan keras.


Mitha tahu itu apa. Tapi, ya Tuhan, Mitha tak bisa membayangkan ukurannya. Besar sekali.


Walaupun dulu dia pernah bercinta dengan Fatan, Namun semua itu dia lakukan dalam keadaan tak sadarkan diri. Dan dia tak tahu jika ternyata Fatan memiliki ukuran eksta besar.

__ADS_1


Apakah sekarang saatnya, tanya Mitha dalam hati. Selama ini Fatan tidak pernah meminta haknya sebagai suami. Karena dalam perjanjian memang tertulis bahwa tidak ada **** selama mereka menikah.


Tapi sekarang perjanjian itu sudah tidak berlaku lagi. Jadi wajarlah jika Fatan meminta haknya sebagai suami. Fatan sudah tak bisa lagi membendung hasrat nya. Dia lelaki normal. Apalagi Mitha adalah istrinya yang sah.


Tapi, apakah Mitha sudah siap. Mitha baru saja menerima keberadaan Fatan , masa sudah harus menjalankan kewajibannya sebagai istri. Aduh, ribet ini, biyung....


Otak Mitha ingin berontak menolak keinginan Fatan.Tapi sayangnya, tidak dengan tubuhnya. Tubuhnya Mitha berkhianat dan berbalik dan menikmati setiap sentuhan yang Fatan berikan.


Keduanya kembali mengulang adegan yang sempat terjeda karena keduanya harus mengambil napas yang hampir habis.


Tangan Fatan juga tak tinggal diam. Dia mulai menyentuh gundukan lembut milik Mitha yang mengeluarkan air.


Satu suara yang amat sangat tabu bagi Mitha, berhasil lolos dari mulut Mitha. Padahal sudah setengah mati dia menahan agar suara laknat itu tak keluar.


Kembali Kenan mengusik keduanya karena merasa tak nyaman dan terganggu. Bayi itu merasa terganggu karena posisinya yang terjepit di antara mommy dan Papanya. ( πŸ˜ŠπŸ˜† aduh, kasian banget si Kenan.)


Akhirnya Fatan mengubah posisinya. Dia membaringkan tubuh Mitha. Kini posisi Mitha menyusui Kenan namun dalam posisi berbaring. Kenan kembali tertidur setelah mendapatkan kembali asi dari Mitha.


Fatan memindahkan Kenan yang sudah tertidur ke ranjangnya. Bayi mungil itu sudah terlelap karena sudah merasa kenyang. Fatan berinisiatif memindahkan Kenan karena takut bayinya terganggu oleh aktivitas panas mereka. ( Hahaha, bisa aja. Makanya Mas Fatan jangan terlalu nafsu mainnya).


Fatan kembali menghampiri Mitha. Memandang ke tubuh indah itu yang kini sudah tergolek pasrah. Sama seperti pada malam itu. Hanya saja, saat ini mereka melakukannya dalam keadaan sadar. Tubuh yang sama itu kini kembali berada di bawah kungkungannya.


Mitha meringis ketika merasakan ada sesuatu yang berusaha mendesak masuk ke bagian intinya. Rasanya perih dan nyeri, membuat dia mencengkram bahu Fatan untuk mengurangi rasa sakitnya.


Fatan menghentikan aktivitasnya sejenak. Memandang sendu ke arah Mitha.


"Sakit yah, .Sayang... " tanya Fatan ketika melihat Mitha meringis.


Mitha mengangguk sambil memejamkan matanya. Fatan melabuhkan bibirnya ke bibir Mitha untuk mengalihkan perhatian Mitha.

__ADS_1


Milik Fatan sudah masuk sepenuhnya ke dalam bagian inti Mitha, meski pada awalnya sempat kesulitan. Namun Fatan dengan lihai mampu membuat Mitha yang awalnya kesakitan perlahan - lahan menjadi menikmati permainan Fatan dan membuatnya berkali-kali terbang ke surgawi.


Fatan mengulangi lagi dan lagi. Sama seperti malam itu. Berulang kali dia dan Mitha mencapai pelepasan bersama. Sampai akhirnya tubuh keduanya luruh setelah mencapai pelepasan untuk yang kesekian kalinya.


Fatan mencium kening Mitha dan membawa wanita itu kedalam pelukannya. "Kini kau menjadi milikku, mitha. Aku katakan padamu, aku tak menyesal telah merenggut kesucianmu, karena aku telah jatuh hati padamu sejak awal bertemu. Walaupun cara untuk memilikimu itu salah, tapi aku bahagia karena akhirnya bisa mendapatkan dirimu seutuhnya. Aku mencintaimu, Paramitha Putri." Ungkap Fatan pada Mitha tentang perasaannya. Mitha menjadi terharu atas ungkapan cinta dari Fatan.


" Aku juga mencintaimu, Fatanul Faqih Bramantyo." balas Mitha akhirnya.


Mereka berdua pun akhirnya tertidur sampai suara Kenan yang terjaga karena haus kembali mengusik keduanya. Fatan segera bangun dan menghampiri sang Jagoan. Menggantikan popoknya dan membawa Kenan kepada Mitha.


Mitha menyusui Kenan sementara Fatan di belakang sudah mulai lagi melancarkan aksinya kembali.


Tanpa menunggu persetujuan Mitha, Fatan kembali memasukkan adik kecilnya sementara Mitha menyusui Kenan.


Akhirnya Fatan kembali mencapai pelepasannya. Tubuh Fatan menegang sebelum akhirnya terhempas ke sisi Mitha. Dia berbaring di belakang Mitha.


" Kak, aku pesankan makanan, yah. Soalnya perut aku lapar. Kamu mau pesan apa...? "


" Apa saja. Asalkan sama kayak punya kamu. " jawab Fatan.


Mitha akhirnya memesan ayam panggang lengkap dengan sambal dan juga daging rendang dengan aplikasi Grab food.


Dia baru merasakan lapar dan lututnya tak mampu berdiri setelah dia mencoba bangun untuk membersihkan tubuh. Untunglah Fatan mengerti dan menggendong tubuh Mitha hingga ke kamar mandi. Dengan telaten, dia membersihkan tubuh Mitha. Setelah selesai dia kembali menggendong Mitha kembali ke kamar mereka. Menyelimuti tubuh Mitha sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.


Author : Panas.... panas. Aduh untung saat menulis cerita ini, author ditemani seteko es.


Mitha dan Fatan sepertinya ada rencana buat adek baru untuk Kenan.


Ada rencana besar Arumi untuk Fatan dan Mitha.

__ADS_1


Bagaimana dengan Edo dan Gadis. Kita buat Konflik lagi..sepertinya akan seru!!! Tunggu kelanjutanmya. Jangan lupa like, komen, dan giftnya. Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™β˜ΊπŸ˜Š


__ADS_2