Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 46 Fatan dan Mitha


__ADS_3

Mitha dan Fatan sudah sampai di apartemen Fatan. Fatan terlihat sibuk membawa masuk barang - barang Mitha dan bayi mereka ke dalam apartemen.


Sedang Mitha sudah sejak tadi masuk ke dalam kamar dan meletakkan bayi Kenan ke dalam ranjang bayi yang sudah di siapkan Fatan sebelumnya.


Kenan memang anaknya tak macam - macam. Kalau sudah kenyang, maka dia akan kembali tidur. Dia terbangun, kalau haus atau buang air.


Untuk Kenan, Mitha memang memberi tambahan asi buatan. Karena air susunya yang kurang banyak.. Untungnya, bayi Kenan tidak rewel dan mau menerima semua. Baik asi ekslusif atau asi buatan.


Setelah bayinya tertidur, mendadak dia menjadi lapar. Dia ingin membuat makanan.Tapi di kulkas tidak ada persediaan makanan. Hanya ada beras di tempat beras dan beberapa butir telur ayam. Mitha memutuskan untuk memasak saja. Lauknya cukup telur dadar saja, pikirnya.


Baru saja Mitha selesai menanak nasi mendadak Fatan muncul di hadapan Mitha. Mitha jadi gugup dan jadi salah tingkah. Dia tak tahu mesti berbuat apa. Sampai - sampai Mitha salah mengambil barang. Yang dia ambil seharusnya mangkok malah kini dia mengambil piring..


" Aku mau berterima kasih karena kamu mau kembali ke apartemen ini." kata Fatan kemudian.


"Itu karena aku suka tinggal disini. Aku bosan tinggal di rumahmu yang besar tapi tak ada penghuninya. Hanya beberapa orang pembantu dan supir saja. Lagi pula, Aku mau lebih sering bersama baby Kenan." jawab Mitha


Fatan terlihat menghela nafas. " Oh iya, persediaan makanan di kulkas tidak ada. Aku tadi tak sempat berbelanja karena kita pulangnya mendadak. Kalau kau mau, kita bisa pergi berbelanja sekarang."


" Iya, tapi aku memasak dulu. Apakah kakak hendak kembali ke rumah sakit."


" Oh, tidak. Hari ini aku tidak ada jadwal sampai besok pagi."


Suasana kembali hening. Keduanya sama-sama kehabisan kata - kata untuk memulai pembicaraan.


"Mitha... "


" Iya, ada apa, Kak.... "


" Aku cuma mau bilang kalau kau mau kembali berkuliah, kamu bisa mendaftarkan kembali pada semester ini. Mengenai biayanya, kau pakai ini saja." kata Fatan seraya menyerahkan kartu black card pada Mitha.

__ADS_1


Mitha terdiam sesaat. Dia seperti menimbang - nimbang. Selama ini Mitha memang selalu menolak kalau Fatan memberinya sesuatu. Dia selalu beralasan bahwa belum membutuhkan.


Sebenarnya, kali ini pun Mitha bermaksud untuk kembali menolak. Dia tak ingin menerima uang Fatan karena dia merasa tak berhak menerimanya.


Tapi rupanya Fatan bersikeras. Dia tak bisa lagi menolak. Dia harus menerima semua itu karena Fatan beralasan itu semua untuk kebutuhan Mitha dan Bayi mereka. Dan lagi pula, Fatan sebagai kepala keluarga, sudah sepantasnya menafkahi Mitha. Dan Mitha, mau tak mau harus menerima semua itu.


" Aku akan mentransfer kebutuhan kamu tiap bulan melalui nomor itu. Terserah kamu, kamu gunakan untuk apa uang tersebut. Itu sudah menjadi hak kamu."


"Baiklah kalau kakak memaksa. Akan saya gunakan uang ini untuk kebutuhan kita. Terima kasih, ya Kak.. "


" Pinnya adalah tanggal pernikahan kita... " kata Fatan.


Mitha mengangguk dan segera menyimpan kartu itu ke dalam dompet.


" Oh iya, mengenai kontrak itu. Apakah kamu ber..... " Fatan ragu untuk meneruskan ucapannya. Fatan lebih memilih untuk meneruskan ucapannya dalam hati. " Apakah kamu berniat membatalkan kontrak itu demi Kenan dan aku? "


"Apa kau mau membatalkan kontrak itu. Maaf jika aku lancang bertanya. Aku hanya ingin kepastian tentang masalah ini." kata Fatan sambil menatap wajah Mitha. Wajah yang diam - diam sudah mengisi relung hatinya. Amat teduh dan cantik meski tanpa polesan make up di sana.


"Apakah kakak mau aku melakukannya." Mitha kini balik bertanya. Dia sengaja menggoda Fatan biar cowok itu mau mengatakan isi hatinya. Dia gemas karena Fatan jual mahal dan gengsi untuk mengakui perasaannya.


" Aku... aku memang berkeinginan kamu membatalkan kontrak itu. Karena aku tak ingin berpisah denganmu ataupun Kenan." Kata Fatan pada akhirnya.


Sudah kepalang tanggung lebih baik sekalian saja dia membuka perasaan yang selama ini dia pendam. "Namun, aku tak bisa menolak jika seandainya kamu mengajukan gugatan cerai. Aku menghargai keputusanmu. Walaupun aku akan kecewa dan terluka." Kata Fatan sambil menghela napas.


Mitha terdiam mencermati setiap perkataan yang keluar dari mulut Fatan.


Dia melihat kesungguhan dan juga ketulusan di mata Fatan..


" Benarkah.... Apa kakak akan bisa terima kalau aku pada akhirnya akan meminta cerai? "

__ADS_1


" Aku bisa apa, Mitha. Karena semua keputusan, mutlak ada di tanganmu. Aku hanya berharap kamu mau mempertimbangkan kembali tentang aku dan Kenan. Walau bagaimana pun, Kenan masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini. Aku rela melakukan apa saja, asal kau bersedia untuk tetap tinggal bersamaku." kata Fatan.


Dia mengungkapkan isi hatinya bahwa selama ini, hidup bersama Mitha, dia tak menampik bahwa ada perasaan lain yang hadir di dalam hatinya. Dia merasa hatinya nyaman dan bahagia. Saat terbangun dari tidur, orang yang pertama ingin dilihatnya adalah Mitha.


Untuk pertama kali, hati Mitha tergetar dengan ucapan Fatan. Fatan yang selama ini selalu dingin dan bersikap acuh tak acuh terhadapnya, ternyata menyimpan rasa yang sangat dalam padanya. Mitha merasa bahagia saat mendengar ungkapan hati Fatan.


Tanpa ragu, Mitha langsung memeluk Fatan. Mendekap tubuh lelaki yang menjadi suaminya itu untuk yang pertama kalinya, tanpa paksaan.


"Kau tahu, aku tak peduli pada kontrak itu, Kak. Yang aku inginkan saat ini adalah aku bisa bersamamu dan juga Kenan. Aku bahagia, akhirnya kakak mau mengakui perasaan kakak. Karena aku juga sama. Aku tak ingin berpisah denganmu. Aku tak tahu sejak kapan rasa itu ada. Aku pun tak tahu, apakah itu cinta atau apa. Yang jelas, aku tak bisa jika harus berpisah darimu." ucapnya lirih..


Fatan terdiam seolah tak percaya dengan semua yang baru saja terjadi. Mitha baru saja memeluk dirinya. Mitha juga mengungkapkan isi hatinya. Mitha juga ingin bersama dirinya.


YaTuhan, .... apakah itu artinya Mitha juga mencintai dirinya.


Tak menunggu lama, Fatan membalas pelukan Mitha. Dengan segenap rasa di hatinya akan setiap sentuhan dari tubuh Mitha membawa dirinya pada getaran rasa di hatinya.


Pun pada akhirnya, dua buah bibir itu bertemu. Saling menyapu ke rasa terdalam. Merasakan debaran demi debaran yang tercipta seolah tak hentinya memabukkan keduanya. Membuat keduanya tak pernah puas untuk mereguk manisnya ciuman itu.


Keduanya baru berhenti, setelah mendengar tangisan Kenan yang rupanya terbangun karena kehausan atau tak nyaman karena Buang air.


Dengan tersipu malu, bergegas Mitha membenahi diri dan berlari mendatangi sang buah hati.


Sedangkan Fatan, terdiam terpaku masih setengah tak percaya. Setelah sadar, dia buru - buru mengejar Mitha yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam kamar mereka.


Dia ingin mengulang kembali kejadian tadi. Rasanya dia masih belum puas. Kalau perlu, biar saja di depan Kenan. Biar Kenan tahu, bahwa mommy dan papanya sudah baikan.


......................


Nah Itu tadi Mitha dan Fatan sudah main nyosor - nyosor. Sampe lupa sama Kenan. Sorry ya Kenan.... Jangan marah sama author. Marahnya sama mommy dan Papa Kenan aja.....

__ADS_1


__ADS_2