Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 54 Masa lalu yang Datang kembali


__ADS_3

Pagi itu, Agra pergi ke sekolah. Seperti biasa, dia akan menjemput Gadis dulu baru mereka pergi ke sekolah bersama - sama.


Hati Agra di penuhi bunga - bunga..Dia sangat mencintai Gadis. Cewek yang telah memikat hatinya sejak pertama masuk sekolah.


Gadis, cewek cantik tapi tomboi itu telah mencuri hati Agra saat Hari pertama masa orientasi siswa di mulai. Agra selalu mencuri pandang pada Gadis, namun sayangnya Gadis terlalu cuek dengan sekitarnya.


Setelah masa orientasi selesai, dia dan Gadis terpisah kelas. Gadis masuk IPA 1, sedangkan dirinya IPA 3.


Setiap hari, Agra selalu berharap bisa menyapa Gadis. Cewek itu seperti es, dingin tak tersentuh.. Dia berusaha untuk mencari tahu setiap kegiatan Gadis, termasuk Gadis yang mengambil eskul karate.


Sampai suatu ketika, dewi fortune datang menghampiri Agra.


Sore itu, Agra kembali melihat Gadis yang nampaknya sedang menunggu teman - temannya. Kesempatan emas itu tidak di sia - siakannya. Dia memberanikan diri menyapanya.


Ternyata, Gadis orangnya cukup ramah, walaupun diluar terkesan dingin. Itulah yang membuat Agra makin suka. Dia akhirnya berhasil berkenalan dengan Gadis. Namun sayangnya, Agra memperkenalkan diri sebagai Gara. Saudara kembarnya yang tidak satu sekolah dengannya.


Dia dan Gadis terlibat obrolan seru dengan cewek itu sampai akhirnya teman - teman Agra yang anak basket akhirnya lebih dahulu datang.


Agra pamit pada Gadis setelah sebelumnya mengajak Gadis untuk pulang bareng dirinya. Sejak itu, dia dan Gadis tak terpisahkan lagi. Dimana ada Gadis, disitu ada Agra.


Ciiittt.........


Agra membelokkan motornya untuk menghindari mobil di depannya


Namun sayangnya, motor Agra malah menghantam sisi trotoar. Agra terjatuh dan terseret cukup jauh lantas kembali menghantam tiang rambu lalu lintas sebelum dijepit motor.


Agra masih sadar dan menelpon saudara kembarnya Gara dan mengabarkan bahwa dia kecelakaan. Gara yang datang ke lokasi kejadian mendapati Agra sudah di tolong warga dan akan di bawa ke rumah sakit.


Namun sebelum pergi, Agra minta tolong pada Gara untuk menjemput Gadis yang saat ini sedang menunggunya untuk pergi ke sekolah bersama - sama.


Gara tahu perihal Gadis karena Agra sering bercerita pada Gara tentang cewek itu.


Akhirnya Gara menjemput dan mengantarkan Gadis ke sekolah sebelum Gara menyusul Agra ke rumah sakit.

__ADS_1


...----------------...


Hari ini Gadis ada janji dengan dokter Rendi untuk kelanjutan terapi air untuk pasien Agra. Rencananya, terapi akan dilakukan di rumah pasien dan dalam pengawasan dokter Rendi. Dokter Rendi adalah dokter tulang yang ditunjuk keluarga Dewantara untuk menjadi dokter yang menangani masalah kelumpuhan yang dialami oleh tuan muda pertama keluarga Dewantara tersebut.


Gadis dan dokter Rendi sudah meluncur ke rumah Agra. Hari ini Agra sudah meminta kepada sekertaris nya untuk mengosongkan seluruh jadwal pertemuan dengan klien. Dia ingin fokus pada terapinya. ( Sebenarnya ingin fokus dengan Gadis juga, sih. Author tahu aja hehehe.....)


Pukul 09.00 pagi, mobil dokter Rendi sudah memasuki halaman kediaman keluarga Dewantara. Seorang penjaga pintu gerbang membukakan pintu agar mobil dokter Rendi bisa masuk ke dalam.


Gadis dan dokter Rendi kemudian diantar menemui Agra yang sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


Baru kali ini Gadis datang ke rumah Gara atau Agra. Dulu, dia tak pernah sekali pun datang ke rumah Gara meski dulu dia sempat menjalin hubungan dengan cowok itu.


Tapi ada yang aneh saat melihat foto Gara dan Agra. Seingat Gadis, foto itu diambil saat Gara memenangkan lomba basket antar sekolah. Tapi kenapa tertulis nama Agra pada keterangan di foto itu. Di dalam foto itu, pakaian olahraga yang Agra pakai adalah pakaian olahraga sekolahnya. Apa Agra juga merupakan salah satu siswa di SMA tempat Gadis dan Gara?


Ketika hendak memasuki ruangan tempat Agra menunggu, Gadis dan dokter Rendi berpapasan dengan Gara yang kebetulan hendak masuk ke ruangan sang kakak.


Sejenak mata Gadis bertubrukan dengan Gara. Buru - buru Gadis memalingkan pandangannya. Dia tak ingin menatap sepasang netra elang yang dulu pernah membuat debaran di hatinya.


"Oh, dokter Rendi dan Dokter Gadis. Mau ketemu sama Agra, kan.. Mari saya antar..." kata Gara.


Mereka bertiga pun segera menemui Agra yang saat itu terlihat sedang duduk di pinggir kolam renang. Dia segera memberi isyarat kepada Asistennya untuk menyingkir saat melihat kedatangan Dokter Rendi dan Gadis serta Gara.


Gadis melirik ke arah Gara saat cowok itu sudah berada di dekat Agra. Baru disadari Gadis, bahwa Agra bertubuh lebih tinggi dan sedikit lebih kurus di bandingkan dengan Gara. Dan yang lebih mencengangkan adalah tanda lahir di tangan Agra..Kenapa Agra... karena seingatnya dulu, yang memiliki tanda lahir di tangan adalah sang kekasih, Gara.


Wajah Gadis pucat.. Kembali dia ingat ucapan Gara saat di parkiran. Benarkah yang dia lihat saat itu.....


Apakah Gara adalah Agra. Dan Gara yang dilihatnya adalah.....


" Oh, Dokter Rendi dan dokter Gadis... saya sudah menanti anda sejak tadi. Mari silahkan duduk..." kata Agra. Dia melirik ke arah Gadis yang juga sedang melirik dia. Wajah Gadis sedikit pucat dan terlihat gugup.


" Terima kasih , Agra." kata Dokter Rendi.


Begini, saya sudah memberikan arahan kepada dokter Gadis tentang apa yang harus dia lakukan. Saya akan mengawasi dan memantau prosedur terapi sementara dokter Gadis yang menjalankannya. Dia akan membimbing kamu secara langsung. Bagaimana, bisa kita mulai sekarang.....?"

__ADS_1


" Saya rasa lebih cepat lebih baik. Biar saya bisa menjalankan aktivitas saya yang lain. " kata Agra. Padahal, sebenarnya dia tak ada aktivitas lain lagi. Hari ini, dia khusus menyediakan waktu demi untuk Gadis.


Gadis yang duduk di dekat Dokter Rendi langsung berdiri. Dia bersiap- siap untuk memulai terapi untuk Agra.


Agra kemudian memberi isyarat kepada Asistennya untuk mendekat dan membantunya untuk turun dari kursi roda dan duduk di tepi kolam renang.


Gadis sudah lebih dahulu berada di kolam renang setelah mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendek.. Agra sempat gagal fokus saat melihat Gadis berpakaian seperti itu. Namun, dia masih menahannya. Dia tak mau Gadis berubah pikiran dan menjauh lagi dari dirinya.


Cewek tomboy itu mulai memberi instruksi pada Agra untuk turun secara perlahan - lahan ke dalam air.


Agra pun perlahan-lahan mulai menurunkan kakinya ke dalam air. Setelah itu, kini tubuhnya sudah masuk ke dalam air.


Saat tubuh Agra sudah berada di dalam air, otomatis kedua tangan Gadis memegang tubuh Agra agar jadi penahan sebelum Agra bisa menyeimbangkan tubuh dan berpegangan pada dinding kolam.


" Tuan Agra, tahan tubuh anda sejenak dulu di dalam air biar tubuh anda menyesuaikan dengan suhu air kolam..."


Agra memandang sejenak ke arah Gadis. Dokter cantik bertubuh seksi itu seketika kembali di buat gugup. Dia seperti kenal dengan pandangan itu. Tapi dimana......


Agra, setengah mati menahan gejolak di dalam dadanya. Gadis, lihat aku....


Ingatlah, aku....,


Gadis mundur beberapa langkah ke belakang.


" Tuan Agra, sekarang tuan berjalan ke arah saya.,.. "


Agra berjalan meskipun terasa berat. Ada berjuta-juta ton beban yang menggayuti setiap langkah kakinya. Namun, dia paksakan juga untuk melangkah.


Satu langkah.... dua langkah... langkah ke tiga..., Agra tak dapat lagi. Dia jatuh tersungkur ke dalam air.


Cepat Gadis menghampiri dan meraih tubuh itu lalu membawanya menghampiri pinggir kolam.


Agra dapat mencium aroma tubuh Gadis saat Gadis merengkuh tubuhnya. Sama seperti dulu....

__ADS_1


Bau segar bunga lili.....


Agra dan Gadis sama - sama diam membisu setelah sadar bahwa jarak mereka demikian dekat.


__ADS_2