Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 69 Menemukan pelaku Penyebaran Video.


__ADS_3

Mata Mitha membelalak tak percaya saat melihat video tersebut. Dalam video tersebut, terlihat Mitha sedang beradegan syur dengan seorang laki-laki yang wajahnya di tutup. Mitha sangat shock mendapati rekaman video tersebut.


...----------------...


Edo berdiri di samping sepeda motor kesayangannya. Hari ini dia memutuskan untuk menjemput Queen di restoran.


Sudah dua hari dia tidak bertemu dengan Queen karena kesibukannya mengurus pasien. Dan sialnya, Queen Queen tak juga datang ke rumah sakit meski hanya untuk mengantarkan makanan. Benar - benar lupa atau memang sengaja, pikir Edo gemas.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat dua puluh malam. Berarti sudah hampir setengah sebelas malam. Astaga.... baru Edo sadar, bahwa istrinya itu bekerja sampai larut malam. Hati Edo sesaat merasa seperti dicubit. Queen, kasihan sekali kamu, pikirnya.


Tak berapa lama, yang di tunggu - tunggu akhirnya muncul juga. Queen nampak keluar dari restoran dan berjalan menuju ke tempat parkir.


" Queen... ! " panggil Edo. Queen menoleh dan melihat Edo yang berjalan ke ayahnya.


" Kak Edo...! " sejenak Queen nampak terkejut melihat kedatangan Edo. Dia tak menduga jika akhirnya cowok itu datang juga ke tempat kerjanya setelah dua hari dia tak menunjukkan barang hidungnya di depan cowok itu.


Edo merasa suprise dengan sebutan 'Kakak' yang melekat di depan namanya. Sekarang Queen memanggil Edo dengan panggilan Kak Edo. Edo jadi berbunga - bunga.


"Ngapain kakak di sini? Kenapa nggak nunggu di dalam? " tanya Queen kemudian.


Ditanya Queen seperti itu mendadak Edo jadi salah tingkah.


" Oh, itu. Aku tak mau ngeganggu kerjaan kamu. Aku tadi sengaja mampir untuk nemuin kamu." kata Edo sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tak gatal.


" Oh... gitu. Terus setelah ketemu aku, kak Edo sekarang mau kemana? " tanya Queen lagi.


Edo diam. Heran, kenapa hari ini dia jadi gugup dan salah tingkah di hadapan Queen, tanya Edo dalam hati.


" Aku mau ngajak kamu nikah.. " jawab Edo tiba-tiba.


" Apa..?" Mata Queen yang memang bulat dan penuh seperti mata boneka menjadi semakin bulat. "Tapi, bukannya kita sudah kawin, eh maksudnya nikah, kak. "

__ADS_1


" Maksud aku, nikah sebenarnya. Aku mau kita menikah secara resmi dan aku akan umumkan pada dunia bahwa kamu milikku, Queen Maharani. "


" Hem, tapi apa Kak Edo tak menyesal menjadikan Queen istri Kak Edo. Bagaimana dengan Kak Mitha...? " tanya Queen.


Edo tercekat mendengar pertanyaan Queen. Dari mana Queen tahu tentang Mitha?


" Nggak bisa jawab, kan. Mendingan Kak Edo tidak usah lagi datang menemui Queen. Dan masalah pernikahan itu, tak usah dipikirkan, itukan hanya tak disengaja. Lagi pula aku juga tak disentuh sama sekali, jadi aku tak rugi. Kita impas, aku menabrakmu dan kamu menikahi aku karena menyelamatkan aku dari tahanan satpol PP. " jelas Queen panjang lebar.


" Queen, aku tak bermaksud... "


" Aku tahu, aku tak menyalahkan kakak. Ini memang cuma salah faham saja. Masalah ayah dan ibu, Kakak tidak usah merasa tak enak hati. Nanti aku yang bicara sama ayah dan ibuku." jawab Queen cepat.


" Tapi, Queen. Bukan itu.... "


" Sudahlah, Kak. Aku mengerti kalau kamu..... "


Belum selesai Queen berbicara, bibir Edo sudah membungkam mulut Queen dengan satu ciuman hingga Queen tak bisa lagi berkata - kata.


" Woiii, ciuman jangan di sini. Di sini tempat tempat umum....!!! " sebuah suara mengagetkan keduanya. Rupanya yang menegur mereka adalah sekuriti ditempat itu. Ciuman keduanya langsung terhenti.


" Maaf, pak. Kami tadi tidak sengaja.. " kata Edo. Dia langsung mendapat cubitan diam - diam dari Queen.


Sekuriti itu kemudian terlihat berjalan ke arah Edo dan Queen.


" Eh, Neng Queen... " kata sekuriti itu begitu mengenali bahwa yang dia tegur adalah Queen.


" Iya, Pak Wisnu. Maafkan kami. Kami tak sengaja melakukannya tadi... " kata Queen dengan malu - malu.


" Ya, sudah. Jangan diulang lagi. Sekarang kalian boleh pergi. Ingat, nikah dulu, neng. Baru boleh disosor. Laki-laki jaman sekarang, entar kalo sudah dapat yang dia mau, lantas ditinggal begitu saja." kata sekuriti yang terlihat berusia sekitar empat puluh tahunan itu pada Queen.


" Tapi kami sudah nikah, Pak.. " protes Edo. Dia tidak terima atas perkataan sekuriti itu yang seolah - olah mengatakan dia laki-laki yang tak bertanggung jawab. Queen langsung melotot.

__ADS_1


Sekuriti itu juga melotot. Dia terlihat tidak mempercayai perkataan Edo.


" Maafkan suami saya, Pak. Dia memang agak keras. Kami janji tidak akan terulang lagi.. " kata Queen yang langsung menarik lengan Edo untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.


Sekuriti itu melongo. Neng Queen sudah menikah..?


...----------------...


Sementara itu, di rumah keluarga besar Bramantyo terjadi kehebohan. Papa Bram segera memanggil Fatan terkait kasus video porno yang menimpa Mitha. Dia tidak terima nama baik menantu terlebih keluarganya rusak dan tercemar.


Demikian juga halnya dengan Papa Reno. Dialah orang yang pertama kali memberitahu papanya Fatan tentang video tersebut. Papanya Reno selaku pemilik kampus seperti kebakaran jenggot. Bagaimana mungkin Mitha memiliki Video itu.


" Jelaskan pada Papa apa yang telah terjadi. Mengapa bisa menantu Bramantyo memiliki video tak senonoh seperti itu. Jawab, Fatan...? " bentak Papa Bram sambil memperlihatkan rekaman video tersebut kepada Fatan.


Dia berang karena jika video itu sampai tersebar luas, maka akan berdampak pada bisnis dan juga nama baik Bramantyo.


" Itu Video rekayasa, Pah. Fatan sedang menyelidiki siapa penyebar video tersebut. Reno dan Aldo sudah bergerak untuk menghentikan penyebaran video itu. Kini tinggal membekuk pelakunya saja." kata Fatan.


Memang, saat ini Reno dan Aldo sedang bergerak memblokir penyebaran video tersebut dengan dibantu oleh Ryan yang merupakan ahli IT.


Fatan segera menghubungi Reno yang saat ini sedang berada di markas mereka.


" Halo...! Gimana, Reno. Apakah Ryan sudah menemukan siapa pelaku yang menyebarkan video tak senonoh istriku"


"Sudah, saat ini kami sedang memblokir akun orang tersebut. Biar dia tidak bisa lagi menyebarkan video - video tak senonoh lainnya. Apakah kamu mau ikut. Kita mau mendatangi kediaman orang itu dan menggebrak dia. Identitasnya sudah kami kantongi.. "


Reno mengirimkan identitas dan foto orang yang menyebarkan video rekayasa Mitha. Gigi Fatan sampai menggeletuk menahan geram saat menerima informasi dari Reno. Tangannya terkepal kuat.


"Bajingan, mereka benar-benar biadab. Tunggu pembalasanku.. " geramnya.


Papa Bram yang tadinya ingin lanjut berbicara jadi heran. Siapa yang dimaksud Fatan mereka..?

__ADS_1


__ADS_2