
Bergegas Gadis membuka tali yang mengikat di kakinya. Kini dia sepenuhnya bebas. Dengan tergesa-gesa, Gadis memungut bajunya yang berserakan di lantai dan memakainya kembali. Meskipun keadaannya sudah compang - camping. Namun, Gadis tak ambil perduli. Dia harus keluar dari tempat ini dan mencari Mitha. Dia harus menolong sahabatnya itu secepatnya. Sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan...
Namun, Gadis menjadi bingung sendiri karena sejak tadi dia tak juga kunjung bisa membuka pintu itu.
Pintu kamar ini dikunci dari luar. Dia tak bisa membukanya. Gadis berusaha untuk mencari jalan keluar yang lain. Namun sepertinya, usahanya itu sia - sia saja. Bahkan seluruh ruangan itu terbuat dari gazibot yang tebal dan tidak memiliki jendela. Hanya pintu itu saja yang merupakan jalan keluar masuk ke ruangan ini.
"Aduh... sepertinya pintu ruangan dikunci dari depan " ucapnya.
"Woi... buka!! Buka pintunya...!!.Buka pintunya!! " teriak Gadis minta tolong.
Namun, suara Gadis seolah hilang di dalam ruangan ini. Ruangan ini kedap suara.
Gadis menjadi putus Asa. Dia berteriak-teriak sambil menggedor - gedor minta dibukakan pintu. Namun, sepertinya hal itu juga sia sia belaka. Tak seorang pun yang mendengar dirinya.
Di tengah-tengah keputusan asaannya, tiba-tiba Gadis mendengar suara - suara orang yang berseru memanggilnya.
"Gadis, dimana kamu...! Gadis..! "
Gadis menajamkan pendengarannya.
"Sepertinya itu suara Agra.." ucapnya dalam hati.
"Gadis..!! " suara Agra kembali memanggilnya.
Puji syukur ya Tuhan, akhirnya.., ucap Gadis dalam hati. Dia yakin sekali, itu adalah suara Agra.
Rupanya kekasihnya itu berhasil melacak dan menemukan dirinya di tempat ini.
"Kak Agra....! Aku di sini..! Kak Agra... " seru Gadis lagi.
Agra berhenti karena sepertinya dia mendengar suara Gadis walaupun sayup-sayup. Tapi dia tak tahu, dimana Gadis di sekap.
__ADS_1
Ada beberapa ruangan di dalam ruang bawah tanah ini. Akan tetapi, Agra tak tahu, di ruangan mana mereka menahan calon mempelainya tersebut. Sementara di luar, beberapa orang - orang kepercayaannya sudah mengamankan daerah ini.
"Tunggu dulu...! sepertinya aku mendengar suara Gadis! " kata Agra.
Dia mendekatkan telinganya ke salah satu pintu yang dia curiga ada Gadis di dalamnya.
"Gadis....! Sayang...!! Apakah kamu di ada di dalam? " serunya lantang. Dia ingin memastikan bahwa gadis mendengar dia berbicara.
Gadis mendengar suara Agra yang berbicara kepadanya. "Kak..!Ini aku..! Aku ada di dalam..! " serunya sambil berteriak dan memukul pintu.
Agra mendengar bunyi suara pintu di pukul namun dia tak bisa mendengar suara Gadis dengan jelas. Namun sekarang dia yakin, bahwa Gadis ada di dalam.
"Sayang, aku mendengarmu..! Bersabarlah sebentar, aku akan membuka pintu ini..! "
"Dia ada di dalam....! Gadis ada di dalam ruangan ini..! " tunjuk Agra seraya berusaha untuk membuka pintu itu.
Namun pintu itu tak mau terbuka juga. Agra kemudian memutuskan untuk membukanya secara paksa.
"Ide, Bagus. Gus, bantu Alenk mendobrak pintu itu agar terbuka..! " perintah Agra kepada kedua orang anak buahnya.
"Sayang, menyingkirlah dari depan pintu. Kami mau mendobrak pintu ini..!" kata Agra.
Gadis yang mendengar ucapan Agra segera menyingkir menjauh dari pintu.
BRAKKk.....
Pintu itu terbuka karena di dobrak oleh ketiga orang yang ada di luar sana.
"Kak Agra...! " seru Gadis begitu melihat Agra yang berdiri di pintu bersama dua orang lainnya.
Tampaklah oleh Agra, Sang kekasih yang keadaannya sungguh memprihatinkan. Banyak luka memar di wajah dan sekujur tubuh dan pakaian yang compang-camping tak karuan.
__ADS_1
"Sayang...!! Kamu tidak apa - apa..? " tanya Agra cemas. Dia melihat sudut bibir Gadis yang berdarah. Darahnya langsung mendidih. Bajingan kamu Axel....! , ucap Agra dalam hati. Buku - buku tangannya terkepal menahan geram. Dia sangat marah saat melihat keadaan Gadis.
"Aku tidak apa - apa..!" jawab Gadis. Wajahnya yang banyak di penuhi memar itu tampak pucat.
Agra langsung membuka jaketnya dan memakainya kepada Gadis. Lalu dia membawa kekasihnya itu keluar dari ruangan itu.
"Kak, kita harus menyelamatkan Mitha. Sepertinya dia dalam bahaya sekarang ini..! " kata Gadis dengan raut wajah cemas. Saat ini mereka sudah berada di perjalanan menuju rumah Mitha.
"Sayang, kamu tenang saja. Sepertinya Edo dan Fatan sudah bergerak ke sana. Dan Edo jugalah yang telah memberitahu Fatan letak tempat ini padaku. Fatan lalu menelpon dan membagikan alamat ini kepadaku. Padahal aku sudah hampir putus asa untuk menemukan kamu. Dia terlalu licik dengan memberikan koordinat palsu dengan meletakkan handphone kamu di tempat lain. . "
"Dia,..? Maksud kakak, kakak sudah tahu siapa yang melakukan semua ini? " tanya Gadis dengan wajah penasaran.
"Aku melihat rekaman kejadian saat kamu di tabrak di depan rumah sakit. Lalu aku meretas CCTV yang berada di sekitar kejadian. Aku menemukan mobil yang sama persis dengan mobil yang menabrak kamu di sekitar kejadian. Rupanya mobil itu memang sengaja menunggu kamu dan mengincar kamu. Aku tak tahu apa motif pemilik mobil itu ingin mencelakai kamu. Aku menangkap gambar supir mobil itu. Ternyata setelah aku perbesar gambarnya, dia adalah Axel... "
"Axel...? Kakak mengenal Axel..?" tanya Gadis heran.
"Tentu saja aku mengenal Bajingan psikopat itu dengan baik. Aku mengenalnya saat dia menjalani operasi di Jepang karena kecelakaan yang menimpaku dulu. Dia juga mengalami kecelakaan namun bedanya dia mengalami luka yang parah di kepala. Hingga dia mengalami trauma dan gejala depresi. Sejak itu dia sering berhalusinasi bercinta dengan suatu objek atau benda-benda yang bergerak. Yang aku tak menyangka, ternyata manusia juga merupakan objek baginya."
"Astaga...! " Gadis menutup mulut menahan pekikan terkejut mendengar cerita Agra. Semengerikan itu ternyata Axel. Cowok yang memiliki kelainan seksual yang aneh. Menjadikan objek atau benda - benda bergerak sebagai orientasi seksual. Namun sayangnya, ternyata manusia merupakan objek bergerak yang nyata baginya. Dan gerak manusia sangat aktif. Hingga dia menjadikan manusia sebagai objek kesukaannya.
Sementara itu, Arumi masih menyekap Mitha di gudang bawah rumahnya. Sejak kemarin hingga hari ini, Cewek cantik itu tak hentinya menyiksa dan menyakiti Mitha. Dia seolah tanpa lelah terus memukul dan membalaskan rasa sakit hati dan dendamnya kepada Mitha.
Seperti saat sekarang ini. Dia sejak tadi sudah berkali-kali melayangkan cambuk ke tubuh Mitha. Pakaian Mitha sudah compang-camping rusak terkoyak akibat pukulan cambuk di tubuhnya.
"ARUMI, HENTIKAN...!! " seru sebuah suara yang membuat gerakan tangan Arumi berhenti mengayunkan tali cambuk di udara.
"AXEL...! Mengapa kamu bisa berasa di tempat ini. Apa yang telah kamu lakukan...? " tanya Arumi kepada Axel.
Belum lagi Axel menjawab pertanyaan Arumi. Pintu ruangan bawah tanah itu di dobrak paksa oleh seseorang dari luar hingga hancur dan rusak parah.
"FATAN...! "
__ADS_1