Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 6 Hamil


__ADS_3

Sudah sebulan lebih Mitha kembali menjalani hari - harinya sebagai dokter muda di rumah sakit Bakti Husada tempat dia menjalani praktek menimba ilmu selama ini.


Pagi sekali, Mitha sudah berada di rumah sakit ini. Dia memang tidak kembali ke kosan dan lebih memilih untuk tidur di ruang istirahat yang memang disediakan khusus bagi para dokter yang ingin menginap di rumah sakit ini.


Entah mengapa, akhir - akhir ini dia lebih suka menghabiskan waktu di rumah sakit ini dari pada di kosan.


Bau obat - obatan dan juga bau disinfektan menjadi hal baru yang dia sukai. Dia betah berlama-lama mencium bau obat - obatan yang menusuk hidung itu dari pada bau parfum mahal milik Gadis. ( 😂😂😂 hahaha..)


Pagi ini para dokter muda sedang mengadakan Avaluasi kegiatan dan rekam jejak kasus di ruang breefing.


Dengan teliti Mitha menyimak semua teori yang dikemukakan oleh profesor Haryo yang merupakan tutor mereka di Rumah sakit ini.


Breefing setengah jam sebelum melakukan aktivitas di rumah sakit ini, merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan para dokter dan juga dokter muda untuk membahas pembagian kerja tim.


" Saudari Mitha, silahkan menghubungi dokter Andre dan minta bimbingan tambahan karena ada beberapa materi yang nampaknya tertinggal. Untuk hari ini, ada pasien open fraktura yang baru masuk. Kita ke ruang operasi sekarang bersama dokter muda Fatan dan Dokter Danu." kata Dokter Tano.


Dokter Tano merupakan ketua harian dokter muda yang bertugas mengatur semuanya kegiatan para dokter muda yang sedang melakukan study praktek kedokteran di rumah sakit ini.


" Baik, dok.. " jawab Mitha. Dia menunduk membuang pandangan saat matanya tak sengaja bertubrukan dengan tatapan tajam Fatan yang tak pernah lepas darinya.

__ADS_1


Duh....hari ini apes banget, sih, pikir Mitha.


Dia sudah berusaha untuk menghindari Fatan, tapi mengapa takdir selalu saja membawa dia untuk selalu bertemu dengan calon dokter spesialis bedah tulang itu.


Selama kembali beraktivitas di rumah sakit ini, Mitha cukup kerepotan oleh sikap Fatan yang selalu berusaha untuk mencari celah agar bisa menemui Mitha. Namun, dengan berbagai cara, cewek itu selalu saja berhasil menghindar.


Hari ini, dia tak bisa lagi menghindar karena tuntutan dari profesionalitas sebagai calon dokter, membuat dia terpaksa harus berada di ruangan yang sama dengan cowok itu.


Di hadapan mereka, terbaring pasien yang mengalami patah tulang pada kaki kanan dan juga paha kiri. Pasien juga mengalami luka terbuka di kaki kanan akibat tulang yang patah itu menembus kulit dan menyebabkan luka terbuka.


Sedang pada paha kiri pasien, patah tulang terjadi di bagian dalam.


Dokter Dimas, yang merupakan dokter spesialis orthopedic di rumah sakit ini, sedang menjelaskan kondisi pasien.


Beberapa saat setelah obat bius yang dimasukkan ke tubuh pasien mulai bekerja. Pasien tampak tenang dan tidak menunjukkan tanda - tanda kesakitan saat disentuh pada luka.


operasi sudah mulai berjalan. Dokter Dimas mulai melakukan pembedahan dan pembersihan. Luka -luka yang menganga di kaki kanan pasien mulai di bersihkan dari kotoran dan juga serpihan tulang - tulang yang hancur atau patah. Setelah selesai melakukan pembersihan luka, dokter Dimas melanjutkan dengan menutup luka di kaki pasien dengan melakukan jahitan. Jahitan ini hanya bersifat sementara saja sambil menunggu luka pasien sembuh dan mengering barulah dilakukan operasi pemasangan pen di kaki pasien.


Selama dokter Dimas melakukan operasi pembedahan tulang, Mitha merasakan pusing yang mendera di kepalanya. Bukan hanya itu, perutnya juga merasa mual dan tubuhnya berkeringat dingin. Namun dia mencoba untuk bertahan karena dia tak ingin melewatkan operasi ini.

__ADS_1


Baru setelah operasi selesai, Mitha buru - buru minta izin ke toilet. Di toilet, Mitha yang tidak tahan lagi, menumpahkan semua isi perutnya ke wastafel sampai tuntas tak bersisa.


Lega.....


Itulah yang dirasakan Mitha setelah mengeluarkan semua sarapan yang tadi pagi sempat dia habiskan di kantin rumah sakit.


Tubuh Mitha bersandar lemas pada dinding toilet. Setelah tadi membersihkan diri dan juga sisa muntahan di sudut bibirnya. Dia bingung dengan perubahan yang terjadi di tubuhnya.


Akhir - akhir ini dia sering merasakan pusing dan lemas, terutama di pagi hari. Perutnya juga susah sekali diajak berdamai ketika disusupi makanan.


Apa yang terjadi...? Apakah dia sakit?


Mendadak Mitha teringat sesuatu. Tidak,.... ini tidak mungkin terjadi, pikirnya...


Mendadak tubuh Mitha menegang. Walaupun dia belum pernah menikah, tapi sebagai mahasiswa kedokteran, dia tidaklah bodoh untuk bisa membaca semua gejala-gejala yang terjadi di tubuhnya.


Ya, Allah, Mungkinkah......???


Jantung Mitha berdegup kencang dan juga tubuhnya menjadi lemas. Terlebih lagi saat dia menyadari sesuatu. Sampai hari ini, dia belum lagi mendapatkan tamu bulanannya .

__ADS_1


Jika benar dugaannya, maka Mitha tentunya akan kembali mendapatkan masalah.


Astaga..... Mitha mendadak panik. Apa yang harus dia lakukan sekarang..????


__ADS_2