Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab.. 49 Melacak jejak


__ADS_3

Fatan memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke dalam sebuah gedung bertingkat dua. Itulah tempat yang mereka sebut sebagai markas. Tempat itu adalah sebuah gedung yang di beli Fatan dan di jadikan sebagai markas mereka. Sebenarnya, di samping berprofesi sebagai mahasiswa dan calon dokter, Fatan dan teman - temannya memiliki bisnis lain. Mereka mengembangkan bisnis jual beli saham dan properti. Di samping itu juga ada beberapa bisnis kecil - kecilan yang mereka kembangkan bertiga.


" Nah, itu dia orang yang kita tunggu - tunggu, akhirnya datang juga." kata Reno begitu melihat Fatan yang sudah menampakkan batang hidungnya di tempat itu.


Fatan mengambil tempat duduk tepat di hadapan kedua orang sahabatnya itu.


" Tumben loh ngajak ketemuan. Emang ada hal penting apa sampe lo ngajakin kita kemari? " kata Aldo.


Cowok ini hapal sekali karakter Fatan.. Fatan akan langsung buat ngajak mereka bertemu kalau ada hal penting yang akan di bahas atau jika dia memutuskan untuk membeli atau menjual saham atau jika ada properti baru yang di incar.


" Gue lagi butuh bantuan kalian. Soalnya nyawa bini dan anak gue terancam."


Reno dan Aldo saling pandang. Mereka tak mengerti bantuan apa yang Fatan minta. Dan lagian, apa tadi? Nyawa anak dan istri Fatan dalam bahaya?


Wajah Reno dan Aldo langsung berubah tegang.


" Serius lo, bro...? " tanya Reno dan Aldo bersamaan.


Fatan lalu menceritakan secara detil kronologi dia mendapatkan SMS tersebut. Dia lalu memperlihatkan SMS yang di kirimkan kepadanya. SMS yang berisi ancaman kepada Mitha dan juga Kenan anaknya.


Reno dan Aldo menjadi kaget bukan kepalang setelah membaca SMS tersebut.


" Wah, gile tuh orang. Kayaknya dia bakalan mau merebut Mitha dan Kenan dari Elo, Tan." kata Aldo yang langsung mendapat peloton mata dari Fatan.


" Andai bukan teman, udah gua habisi tuh bacot. Bisa - bisanya lo mengatakan demikian, padahal aku baru saja ngadain gencatan senjata." Kata Fatan pada Aldo.


" Sorry, Tan. Gue lupa. Tapi ngomong - ngomong. Apa lo kenal sama pemilik nomor ini.. " tanya Aldo. " Jujur saja, gue penasaran gimana caranya orang itu dapat nomor lo? "


"Itu nggak masalah. Sekarang bagaimana caranya kita dapat melacak nomor ini" kata Fatan.


"Kalau itu masalah gampang. Serahkan saja padaku. Aku punya teman yang bisa menyelesaikannya masalah ini.Dia ahli IT. Dia pasti bisa melacak asal muasal SMS itu." kata Reno yang sejak tadi diam saja.


Dia lalu menelpon seseorang. Tak berapa lama kemudian, handphone Reno sudah terhubung.


" Ryan, gue ada kerjaan buat, lo. Lo bisa datang kemari, nggak. Nanti gue kirim alamatnya. "


" Baik, Bang! "

__ADS_1


Reno lalu menuliskan alamat tempat tinggal mereka pada Ryan melalui chat. Dia juga menshare lokasi agar mudah ditemukan oleh Ryan. Dan Ryan segera meluncur ke alamat yang di sebutkan dalam SMS nya.


Tak berapa lama kemudian, Ryan sudah tiba di tempat itu. Segera Reno membawa Ryan masuk dan menemui Fatan yang baru saja selesai menelpon Mitha.


" Fatan, ini adalah Ryan. Ryan ini ahli IT. Jangan khawatir, dia temanku. Dia sudah sering bekerja untukku. Kau bisa mempercayai Ryan. "


"Ryan, ini adalah Bang Fatan. Dia ingin meminta bantuanmu. Dia mendapatkan pesan yang berisi ancaman dari nomor yang tidak di kenal. Tugas kamu adalah menemukan siapa pemilik nomor ini berikut lokasinya. Tenang saja, kalau kau berhasil, bonusnya gede. Hehehe." kata Reno


Fatan menatap Ryan. Tatapan matanya menyelidik, membuat Ryan jadi salah tingkah dan grogi.


" Bagaimana, Ryan. Kita lihat kemampuanmu. Apakah kau seperti yang dikatakan oleh sahabatku." kata Fatan kepada Ryan.


"Baik, Bang. Akan saya coba. Coba saya lihat nomornya, Bang." kata Ryan.. Fatan membuka ponselnya dan memperlihatkan SMS dan nomor pengirimnya pada Ryan.


Ryan segera bekerja. Dia mengutak - atik sejenak ponsel Fatan dan meretas Data dari Ponsel Fatan dan memindahkannya ke laptop miliknya. Lalu mulailah dia bekerja..


Sambil menunggu Ryan bekerja Fatan kembali menghubungi Mitha. Entah mengapa sekarang Mitha menjadi candu baginya. Sementara kedua sahabatnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Fatan yang sudah mulai bucin pada istrinya.


" Eh, tahu nggak. Ada yang mengirimi aku pertemanan di Fb." Cerita Mitha kemudian.


"Laki-laki... " Jawab Mitha.


Deg.....


Jantung Fatan berpacu cepat. Jangan - jangan.....


"Apa kamu sudah terima? " tanya Fatan kemudian. Dia mendadak was - was dan merasa curiga dengan semua itu.


" Belum.... aku mau cerita dulu sama kamu." kata Mitha. Fatan langsung menarik nafas lega. Syukurlah, Mitha nggak langsung menerima pertemanan cowok itu.


"Tahu nggak, aku merasa aneh." kata Mitha.


" Hah, aneh. Apa yang aneh, sayang? "


"Iya, aneh aja gitu. Kamu ingat tidak. waktu kita di super market. Aku waktu itu mau ambil baby Holder, tapi tak bisa karena tubuh aku tak sampai. Tiba-tiba ada orang yang nolongin aku buat ngambilin baby holder itu. Eh, ternyata orang itu kemudian yang minta pertemanan di FB aku. Aneh nggak. Dari mana dia tahu itu FB aku. Padahal aku saja tidak memperkenalkan diri pada nya..? "


Fatan menyimak seluruh cerita sang istri dengan hati kesal bercampur geram.

__ADS_1


" Bisa tidak, kamu screenshot kan foto profil orang yang mengirimi kamu pertemanan itu. Aku mau lihat orangnya, sayang." kata Fatan.


"Ok, akan ku screenshot sekarang. " kata Mitha.


Mitha segera membuka FBnya kembali dan mencari foto Profil yang dimaksud dan segera menscreenshot Foto profil tersebut dan mengirimkannya kepada suaminya.


Alis Fatan berkerut saat melihat foto profil dari orang yang mengirimi istrinya pertemanan. Gambar seorang cowok dengan latar belakang suasana kota pada malam hari.


Tapi, tunggu dulu. Fatan seperti pernah melihat orang itu. Namun dia lupa pernah melihat di mana.


" Sudah selesai. Kita sudah mendapatkan orang yang kita cari. Dan kita bisa mendapatkan lokasi dan juga jati diri orang tersebut melalui satelit. Orang itu ada sekarang berada di sekitar tempat ini." kata Ryan.


Fatan, Reno dan juga Aldo saling berpandangan. Alamat yang di tunjuk Ryan adalah alamat apartemen yang sekarang di tempati oleh Fatan dan Mitha.


Itu artinya, posisi orang itu sangat dekat dengan posisi Mitha.


Mendadak pikiran Fatan menjadi gelisah. Dia tak enak hati karena sudah meninggalkan Mitha seorang diri. Ternyata orang yang mengincar Mitha berada dekat dengannya.


Tanpa menunggu lagi, Fatan langsung menyambar kunci mobilnya dan segera pulang. Dia sekarang menjadi khawatir akan keselamatan sang istri.


"Gue cabut, dulu. Kerja bagus, bro. Entar bayaran lo gue transfer."


Fatan segera melarikan mobilnya secepat yang dia bisa.. Dia ingin secepatnya pulang ke rumah dan bertemu Mitha.


......................


Sementara itu, di tempat yang berbeda.. Seorang cowok baru saja keluar dari sebuah club malam. Dia dalam keadaan mabuk berat setelah menghabiskan beberapa botol minuman di dalam sana. Pada dasarnya cowok itu tak pernah minum minuman keras. Akhirnya inilah yang terjadi, cowok itu akhirnya mabok berat. Dia berjalan tak tentu arah dan meracau tak jelas.


" Mitha, mengapa kamu lebih memilih si brengsek Fatan ketimbang aku.. Haha.. hahaha, apa kurangnya aku.... " racaunya tak jelas sambil memutar tubuhnya. Edo benar-benar mabuk hingga tak bisa lagi menguasai diri. Tubuhnya memjadi oleng dan sempoyongan.


Tanpa sengaja, sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang cewek menabrak cowok itu.( Sebenarnya cowok itu yang menabraknya..)


Queen, cewek yang baru saja menabrak Edo itupun panik seketika..Pasalnya, dia baru saja pulang dari tempat kerjanya yaitu sebuah restoran yang ada di dekat tempat itu.. Mendadak ada seseorang menabrak sepeda motor yang dikendarainya. Cowok itu langsung tak sadarkan diri alias pingsan.


Untunglah, kebetulan ada temenmya yang bekerja di restoran yang sama dengannya, melewati tempat itu.


Dia segera memanggil temannya dan minta tolong untuk membawa cowok yang sedang pingsan itu ke rumah sakit yang terdekat.

__ADS_1


__ADS_2