
Sesampainya di rumah sakit, Gara segera mengecek keberadaan Agra. Dari Gadis, Gara mendapatkan informasi jika saat ini Agra sedang berada di ruang Operasi. Menurut Gadis, Agra menderita luka yang cukup serius di bagian kepala dan juga beberapa bagian tubuh.
Agra sekarat...
itulah yang ingin Gadis katakan. Karena melindungi dirinya, Agra rela menjadi tameng agar Gadis selamat dari peristiwa tabrak lari itu.
Gadis menangis di pelukan Gara. Keadaan cewek itu amat berantakan sekali. Bajunya dipenuhi darah yang berasal dari luka di tubuh Agra. Juga di wajah dan tangan Gadis. Semuanya masih di penuhi oleh darah Agra.
" Dia rela mengorbankan nyawanya demi aku, Gara.." kata Gadis di sela isak tangisnya.
" Aku tahu....Karena kamu begitu berharga bagi dirinya. Kau tahu, demi kamu, dia rela melakukan apa saja. Termasuk melatih dirinya untuk bisa berjalan kembali. Semua demi kamu...."
kata Gara.
Gadis semakin sedih dan terpukul sekali atas ucapan Gara. Dia merasa bersalah karena selama ini masih meragukan cinta dan perasaannya pada lelaki itu. Pun dia juga sempat meragukan cinta dan kesetiaan lelaki itu karena apa yang dilihatnya beberapa tahun silam yang ternyata adalah orang yang berbeda.
__ADS_1
Apalagi setelah tahu tentang siapa Agra dan Gara, dia masih saja belum mengakui bahwa cinta dia sebenarnya masih untuk Agra walaupun cowok itu sempat bertukar jati diri.
Kini, nyawa laki-laki itu berada di antara hidup dan mati. Barulah Gadis sadari bahwa ternyata dia sangat mencintai cowok itu. Perasaan cinta dan kasih itu jauh tersimpan di lubuk hatinya yang tertutupi oleh rasa marah karena penghianatan.
...****************...
Sementara itu di rumah kediaman keluarga Fatan, Mitha sudah pulang sejak tadi sore. Mitha sengaja pulang lebih awal dari biasanya. Dia tiba di rumah menjelang pukul empat sore.
Setelah sampai di rumah dia langsung mengganti baju dan mulai berkutat di dapur. Mitha sibuk memasak aneka jenis masakan. Dia berencana untuk menyiapkan kejutan berupa makan malam spesial untuk Fatan. Karena hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka..
Namun, pada akhirnya lelaki itu juga telah merenggut cinta yang awalnya hendak dia berikan untuk Edo. Nyatanya sikap Fatan yang dingin - dingin sedap membuatnya jatuh cinta dan dengan suka rela melepaskan kontrak itu dan menyerahkan diri seutuhnya kepada lelaki itu.
Menjelang pukul tujuh, Mitha sudah selesai masak dan bersiap - siap untuk menyambut kedatangan Fatan. Fatan memang telah mengatakan bahwa dia akan pulang telat karena ada sedikit urusan di luar.
Sebenarnya, Fatan sedang mengurus masalah pembelian mobil baru untuk Mitha.. Dia ingin memberi kejutan untuk wanitanya itu dengan membelikan mobil mewah sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka.
__ADS_1
Drettt.... drettt....
Ponsel Mitha berdering. Mitha segera mengangkat telpon tersebut karena mengira telpon tersebut dari Fatan.
" Halo.... "
Telpon di tangan Mitha terjatuh. Dia mendapat telpon dari Gadis yang mengatakan bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit.
Mitha yang panik tak sempat lagi berpikir jernih. Yang ada dalam pikiran Mitha adalah sahabatnya itu sedang terluka.. Sehingga kemudian Mitha segera tanpa pikir panjang segera menyusul Gadis ke rumah sakit setelah menitipkan Kenan pada Mommy Amel.
Di rumah sakit, Mitha yang menjumpai Gadis tanpa sepotong luka pun di tubuhnya menjadi heran. Bukankah tadi dia mendengar sendiri bahwa Gadis berada di rumah sakit.
Yang dia jumpai memang sahabatnya Gadis berada di rumah sakit. Tapi bukan Gadis yang sedang di Rawat di rumah sakit, tetapi Agra..
Astaga.... rupanya Mitha telah salah menafsirkan tentang berita yang di dengarnya. Ternyata bukan Gadis yang mengalami kecelakaan, walaupun sebenarnya Gadis yang menjadi target incaran dari orang tersebut.
__ADS_1
Mengetahui hal tersebut timbul pertanyaan dalam diri Mitha siapa orang yang berniat ingin mencelakai Gadis.