Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 60 Pernyataan Cinta Agra


__ADS_3

"Edo... sayang ,anak mamah, maafkan mamah. Mamah sudah tak kuat lagi. Mamah tak sanggup lagi hidup seperti ini. Maafkan mamah yang tak bisa menjagamu.... "


Lalu ada darah.... ada darah di mana - mana. Menggenang di lantai dan di dalam bak mandi. Lalu suara anak laki-laki yang memanggil - manggil mamah sambil berteriak minta tolong


" Edo..."


Namun Edo yang dipanggil tak bergeming. Sebaliknya, kini wajah Edo terlihat terlihat tegang dan berkeringat. Napasnya tersengal - sengal, dan memburu. Mungkin saja, Edo bermimpi buruk. Tapi kok mimpi buruk siang - siang..?


Kini, Edo gelisah dan berbalik tidur menghadap ke arah lain. Tak lama berpindah lagi ke arah Queen. Queen jadi penasaran, nih cowok mimpi apa, yah...


Namun, baru saja Queen akan menyentuh bahu Edo, cowok itu sudah menjerit - jerit dan berteriak memanggil - manggil mamanya.


" Mamah...... mamah.... jangan pergi. Jangan tinggalkan Edo, Mah.. Mamaaahhh....... " teriak Edo.


Mamah...???


Kenapa Edo berteriak memanggil mamahnya?. Kening Queen berkerut. Emang mamanya Edo kemana??


Queen yang niat awalnya mau marah karena Edo yang kurang ajar berani memeluk dirinya saat tertidur jadi buyar. Justru perasaan iba pada cowok yang kini berstatus suaminya itu hadir menyeruak. Perlahan-lahan Queen beringsut mendekati Edo.


Dia lalu membangunkan cowok yang belum genap satu hari berstatus sebagai suaminya itu dengan cara menepuk pipi dan mengguncang tubuh Edo pelan.


" Edo.... Edo, bangun, Do... " katanya sambil mengguncang - guncang baju Edo agar bangun.


Edo tersentak dan terbangun dari tidur dengan napas yang masih memburu dan tubuh yang terguncang.


" Edo, Sadarlah.. itu cuma mimpi buruk. Kau aman sekarang.... " kata Queen sambil menepuk pundak Edo. Edo menatap nanar ke arah sekelilingnya. Pandangannya lalu jatuh pada pada Queen.


Wanita cantik itu, sama persis dengan wanita yang ada dalam mimpinya....


Queen menatap ke arah Edo yang juga tengah menatapnya. Lalu tanpa diduga Edo memeluk Queen dengan erat. "Jangan tinggalkan Aku...." bisiknya lirih.


Meski terasa aneh, Queen mengiyakan juga permintaan Edo. " Iya, aku tak akan tinggalin kamu..... "


Cukup lama mereka saling berpelukan. Sampai cacing dalam perut Queen membuatnya tersadar. Buru - buru dia melepas pelukan mereka.


" Aku lapar, apakah kamu tidak merasa lapar...? "


Edo mengangguk karena merasakan rasa lapar yang sama. " Iya, aku juga lapar. Tapi aku malu... " kata Edo sambil menunduk dengan wajah malu - malu.


Lah, dia malu. Tadi ngaku suaminya dan numpang tidur di kamarnya, kok nggak malu, kata Queen dalam hati.

__ADS_1


"Ayo...! " ajak Queen sambil menarik tangan Edo keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan.


Queen membongkar isi lemari makan dan menyodorkannya di hadapan Edo. Dia mengambilkan Edo nasi dan lauk pauknya lalu setelah itu untuk dirinya sendiri. Semua yang dia lakukan tak luput dari perhatian Edo.


" Kenapa liatin aku kayak begitu..? " tanya Queen. Dia merasa risih karena Edo memperhatikan dirinya sejak tadi.


" Cantik..... " kata Edo yang sukses bikin Queen jadi salah tingkah. Ada rasa panas yang menjalari wajahnya.


POV Edo.....


Aku terbangun dari tidurku setelah bermimpi buruk. Mimpi yang sama di mana aku melihat mamaku yang bersimbah darah di kamar mandi. Aku berteriak - teriak memanggil mamaku. Lalu kemudian bayangan mama lenyap. Aku terus memanggil mamaku dan berkata jangan meninggalkan aku. Tapi mamaku tak kembali...hingga akhirnya muncul bayangan seorang wanita. Wanita itu mirip Queen. Dia memeluk dan membelai pipiku dan berkata bahwa semua akan baik - baik saja. Namun kemudian wanita itu juga bersimbah darah....


Guncangan di tubuhku membangunkan aku dari tidur. Seolah-olah disentak dengan paksa untuk sadar bahwa semua yang kulihat hanya mimpi. Dan ternyata memang semua itu cuma mimpi.


Aku memandang nanar ke sekelilingku. Aku ingat, aku sedang berada di kamar Queen. Menyadari satu hal, bahwa aku tidak sedang bermimpi. Aku memang berada di kamar Queen dan melihat wanita itu ada di depanku. Wanita yang ada di dalam mimpiku sangat mirip dengan Queen. Tapi dia tidak bersimbah darah. Mendadak aku merasa takut kehilangan Queen. Aku takut terjadi sesuatu pada wanita yang baru saja bergelar istriku itu. Tanpa kusadari, Aku langsung memeluk Queen. " Jangan tinggalkan aku..." bisikku lirih di telinga Queen. Aku tak tahu, mengapa tiba-tiba saja aku merasa sangat takut kehilangan istriku. Istri yang baru saja aku nikahi tanpa sengaja karena kejadian tak terduga. Aku juga takut jika Queen akan melakukan hal yang sama dengan Mamaku seperti yang kulihat dalam mimpiku.


Saat mengingat kejadian semalam, aku langsung menyadari satu hal. Aku belum melakukan sesuatu. Aku belum melamar Queen secara resmi. Ya ampun, Edo.....Edo.


Aku harus secepatnya melamar Queen dan meresmikan hubungan kami. Nikah di penghulu sih, sah - sah saja. Tapi nikah di KUA kan Lebih afdol...Lagi pula pastinya Queen memiliki impian seperti para cewek lainnya, menikah dengan upacara resmi nanti khidmat dan sakral. Bukan di kantor Satpol PP, dalam keadaan terpaksa dan serba darurat....


Mendadak Queen melerai pelukan kami. Dia dengan mimik lucunya bertanya apakah aku merasa lapar. Katanya dia lapar. Aku.... aku juga lapar. Tapi aku malu. Ini pertama kalinya aku makan di rumah orang. Seumur - umur, aku tidak pernah makan di rumah orang lain.


"Iya, aku juga lapar. Tapi aku malu... " kataku sambil menunduk malu. Sumpah, aku memang malu sekali. Meskipun Queen sudah menjadi istriku, tapi kami belum lama saling mengenal.


Mulai dari mengambilkan nasi dan lauk pauk juga minum untuk diriku. Lalu dia mengambil untuk dirinya sendiri. Semua Queen lakukan dengan tanpa canggung. Aku terus saja memperhatikan Queen sampai akhirnya Queen menyadari jika aku terus saja memandanginya.


"Kenapa liatin aku kayak begitu..?" tanya Queen.


Tanpa sadar aku menjawab, " Cantik.. " jawabku.


Aku tak bercanda. Memang dia terlihat sangat cantik saat bekerja di dapur mengolah berbagai jenis masakan. Dan aku suka sekali saat melihat Queen bekerja.


Hari sudah sore, ketika aku pamit kembali ke rumah sakit. Ada panggilan darurat dari rumah sakit. Dan aku mau tak mau harus segera pergi ke rumah sakit walaupun sebenarnya aku masih ingin bersama Queen. Queen juga sebenarnya sudah mau berangkat kerja. Akhirnya aku pergi bareng Queen. Dia mengantar aku sampai ke rumah sakit dan lanjut untuk bekerja.


Aku melangkah menapakkan kaki menyusuri koridor rumah sakit dengan perasaan riang. Hari ini, entah mengapa


perasaan aku begitu bahagia. Mungkin karena Queen ..


...****************...


Hari sudah beranjak semakin sore ketika Gadis menapakkan kaki di rumah kosan miliknya. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan sekali bagi Gadis. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah.

__ADS_1


Dia ingin tidur sepuasnya tanpa ada gangguan dari siapapun.


Baru saja dia hendak memejamkan mata, mendadak pintu depan ada yang mengetuk. Dengan malas, Gadis beranjak ke ruang tamu untuk melihat siapa yang datang.


Alangkah terkejutnya Gadis saat mengintip di balik tirai gorden jendela kaca, ternyata yang datang adalah Agra. Dari mana Agra tahu tempat kosannya. Seingatnya dia tak pernah memberitahu cowok itu dimana dia tinggal. Hanya satu kemungkinan, yaitu dokter Rendi. Apa mungkin dokter Rendi yang memberitahu alamatnya...?


Dengan malas Gadis membukakan pintu untuk Agra. Wajah Agra terkuak saat pintu terbuka.


" Apakah aku mengganggumu.? " tanya Agra dingin dan datar.


" Jujur, iya.. Karena anda mengganggu waktu istirahat saya, tuan Agra. Sebaiknya kedatangan anda kemari adalah karena suatu hal yang penting. Karena anda datang jauh - jauh kemari dan di luar jam kerja saya." jawab Gadis tak kalah dinginnya.


Entahlah..., walaupun dia sudah mengetahui bahwa Agra adalah Gara namun dia masih belum bisa menerima dan menentukan hatinya. Apakah dia masih mencintai Agra yang menyamar jadi Gara atau sesungguhnya dia malah jatuh cinta pada Gara sebenarnya. Dia masih tak bisa menebak hatinya.


" Apakah menemani pasien makan bukan hal yang penting bagi Anda, dokter..? "


" Tergantung, pasien yang bagaimana.. " jawab Gadis.


" Ok, anggap saja aku pasien anda dan sekarang temani aku makan di luar... " kata Agra kemudian. Dia memberi isyarat pada orang suruhannya untuk membawa Gadis.


Awalnya Gadis menolak dengan alasan dia ingin beristirahat. Namun Agra mengatakan kalau Gadis ingin beristirahat, dia bisa beristirahat di dalam mobil Agra.


Gadis tak kehabisan untuk menolak Agra yang ngotot ingin mengajaknya makan malam. Dia kemudian beralasan bahwa dia tak memiliki pakaian yang pantas untuk makan malam dengan cowok itu. Namun Agra menampik alasan Gadis dengan berkata bahwa Gadis tak perlu mengganti pakaian yang dia pakai. Yang dia lakukan hanya diam dan ikut saja kemana Agra akan membawanya.


Dan di sinilah sekarang dia berada.. Di sebuah restoran bergaya klasik dengan menu tradisional yang menjadi andalannya. Gadis yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek tak dapat lagi menolak keinginan Agra yang bersikeras ingin ditemani makan malam.


Agra memesan pecel lele dan ayam penyet lalapan karena dia beralasan ingin makan kedua makanan itu. Gadis akhirnya memesan makanan yang sama. Itu adalah makanan favorit mereka yang selalu dipesan Gara... eh maksudnya Agra saat mereka dulu kencan.


Agra diam - diam memperhatikan saat Gadis makan. Jujur saja, dia berharap Gadis ingat kalau ini adalah makanan favorit mereka saat kencan dahulu. Dia masih belum tahu, jika Gadis sudah mengetahui bahwa Gara adalah Agra.


" Buka mulutmu.... " perintah Agra.


Gadis tak mengerti apa maksud Agra memintanya membuka mulut, tapi dia tetap membuka mulutnya.


Agra memasukkan potong ayam ke dalam mulut Gadis. "Kau harus banyak makan makanan yang bergizi. Tubuhmu kurus sekali... " kata Agra.


Gadis tersedak karena mendengar perkataan Agra. Bisa - bisanya dia memperhatikan tubuhku, pikir Gadis.


" Pelan - pelan makannya." kata Agra lagi. Kali ini, dia menyodorkan minuman kepada Gadis. Gadis menerimanya karena kerongkongannya terasa seret.


Dan kemudian menjadi semakin seret saat kemudian Agra berkata.

__ADS_1


" Gadis, jadilah kekasihku...... "


Glekk....Gadis keselek....


__ADS_2