Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 28 Ulah Arumi.....


__ADS_3

Mitha dan Fatan akhirnya tiba di depan sebuah butik di kawasan Ibu kota. Butik itu lumayan bagus lokasinya karena tempatnya yang terletak di pinggir jalan raya dan memiliki bangunan klasik dengan warna putih yang mencolok. Di atas pintu gedung yang bergaya klasik ini terdapat tulisan besar '- Mademe Love's Boutique and Bridal'.


Begitu masuk ke dalam butik, suasana mewah dan berkelas langsung menyambut kami. Keanggunan dan Keeleganan tempat itu bisa terlihat dari tatanan desain ruangan dan interiornya.


Mitha langsung menduga - duga dalam hati, pasti yang datang ke butik ini, jika bukan orang kaya, istri pejabat, atau pengusaha, pasti artis atau orang terkenal yang banyak duit.


Membayangkan hal itu, nyali Mitha langsung ciut.


'Astaga, bagaimana ini. Apa uangku cukup untuk membeli baju - baju di sini. Aku yakin sekali, harga baju - baju di sini tidak ada yang murah ', pikir Mitha.


" Selamat datang di butik kami, tuan Fatan. Apa kabar...?" sapa seorang wanita cantik yang berpakaian rapi dan elegan. Sikapnya sangat ramah dan sopan sekali. Dia menyambut kedatangan Mitha dan Fatan dengan sikap yang sangat hormat.


" Baik, Mademe Love. Oh yah, perkenalkan ini istriku Mitha. Sayang, kenalkan ini Mademe Love. Dia pemilik butik ini. " Fatan memperkenalkan Mitha kepada wanita cantik yang dipanggilnya Madame Love itu.


Pipi Mitha bersemu merah mendengar panggilan sayang yang ditujukan kepada dirinya. ' Ini sudah ketiga kalinya dia memanggilku dengan panggilan sayang. Aku sebenarnya tidak ingin terlalu baper dengan panggilan itu. Tapi aku juga wanita, men...! Wanita mana yang tidak melambung mendapat panggilan sayang dengan mesra dari seorang Fatan. Tapi aku takut, jika hanya aku saja yang merasa baper. Bisa saja Fatan memanggilku dengan sebutan itu hanya untuk menjaga imejnya di depan Mademe Love. Hadeuh, sadar diri Neng Mitha, anda siapa...???


" Cantik sekali. Kamu punya mata yang indah, sayang." puji Mademe Love membuyarkan lamunan Mitha tentang Fatan.


Mitha tersipu malu mendengar pujian Madame Love. Apa benar dirinya cantik.... ? tanyanya dalam hati.


" Terima kasih, Made me Love. Madame juga sangat cantik dan anggun." balas Mitha.


" Terima kasih, atas pujiannya, Mitha. Oh ya, Mommy anda sudah menelpon saya dan mengatakan jika istri anda ingin melihat - lihat koleksi pakaian di butik kami, Tuan Fatan..."


" Iya, itu benar, Madame. Kami diundang untuk menghadiri sebuah jamuan makan malam. Aku ingin Mademe membantu istriku ini untuk memilihkan baju yang sesuai untuknya." ucap Fatan kemudian.


" Oh, begitu..? Baiklah, dengan senang hati, Nona Mitha. Mari ikut saya... " ajak Mademe Love sambil menggandeng tanganku menuju ke dalam ruangan yang terletak di sebelah ruangan ini. Sedang Fatan lebih memilih duduk di ruang tamu sambil memainkan gawainya.


Mitha terlihat sedang asyik memilih - milih gaun yang sesuai untuk dia pakai di pesta jamuan makan malam nanti malam ketika seseorang dari arah belakang, menyapa dirinya dengan ramah.


" Hai, kamu Mitha, kan...? sapa orang itu sambil menepuk bahunya. Mitha langsung menoleh ke belakang.


ARUMI...!!


Mau apa cewek itu. Apa yang dilakukannya di sini, pikir Mitha jengkel. Dia masih merasa kesal saat mengingat terakhir kali bertemu Arumi di kampus beberapa waktu yang lalu. Huh, dasar serigala Jepang. Namun, tak urung terpaksa juga dia melempar senyum ke arah Arumi.


" Eh, Arumi...Apa kabar...? "sapa Mitha sekedar basa - basi.


Arumi langsung beranjak mendekati Mitha

__ADS_1


" Lama tak melihatmu, apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya Arumi penasaran. Mungkin dia heran ketika melihat keberadaan Mitha di tempat ini.


Ya, iyalah. Di lihat dari penampilan Mitha yang jauh dari kesan modis dan mewah siapapun pastinya tak akan menduga jika dirinya bisa sampai berada di tempat itu. Aku saja bingung, jawab Mitha dalam hati, hehehe.... Maaf, ya Arumi....


" Aku sedang mencari - cari sebuah gaun pesta... " jawab Mitha akhirnya jujur. Apa boleh buat, pikirnya.


Mata Arumi yang cantik itu langsung membelalak kaget.


" Kamu mau membeli gaun di tempat ini? Apa kamu sudah gila..! Harga gaun di sini mahal - mahal. Kamu nggak mungkin bisa membayarnya. " ucap Arumi terkesan seolah - olah dia meremehkan Mitha.


Mitha hanya mengangkat bahu tanda tak berminat menanggapi ucapan Arumi. Tangannya sibuk memilih baju - baju yang berada di etalase butik Madame Love.


Akhirnya pilihannya jatuh pada gaun panjang dengan belahan di samping berbahan lembut dengan warna senada kulit. Gaun itu modelnya sederhana saja dan tidak terlalu seksi. Hanya saja belahan berbentuk V di punggung, mungkin terbilang seksi bagi Mitha. Meskipun sederhana tetapi gaun itu terkesan mahal dan elegan. Nggak papa lah, paling bantar matanya Fatan melotot aja. ( Coba aja kalo berani, gue colok juga hehehe, becanda, kak Fatan...!)


Mitha pun langsung menyukainya dan memanggil Madame Love yang terlihat sedang menelpon seseorang dengan isyarat tangannya.


Madame Love langsung menyudahi telponnya dan bergerak menghampiri diriku.


" Mitha sayang, apakah kamu sudah menemukan gaun yang menarik hatimu." tanya Madame Love ramah.


Mulut Arumi langsung terbuka. " Madame Love kenal Mitha..? " tanya Arumi dengan ekspresi tak percaya namun juga penasaran.


" Wow, good choice. Madame yakin, kamu akan tampil memukau dengan gaun ini. Nah, sekarang tinggal memilih sepatu dan juga tas pesta. Ayo, Mademe bantu kamu untuk memilih yang sesuai dengan kamu dan baju itu." ajak Mademe Love sambil menggandeng tangan Mitha.


Mitha dan Mademe Love meninggalkan Arumi yang masih berdiri bengong karena masih shock dengan kejadian barusan.


Mitha itu menantu Nyonya Amel Bramantyo....? Kok, aku tidak tahu, ya? pikir Arumi. Arumi memang mengenal seluruh keluarga Bramantyo karena dulu, sewaktu menjadi pacarnya Fatan, dia sering diajak ke rumah Fatan dan berkenalan dengan seluruh anggota keluarga itu.


Jadi, jika memang benar Mitha itu menantu keluarga Bramantyo, berarti Mitha itu istrinya Fatan!


Deg.......


Darah Arumi berdesir. Jantungnya seakan mau copot.


Apa benar Fatan sudah menikah..? Tapi kapan....? Dan di mana..? Mengapa dia tidak tahu sama sekali akan hal itu.


Dada Arumi mendadak terasa sakit. Ada perasaan nyeri yang menusuk - nusuk di hatinya. Kecewa....dan juga cemburu.


Semudah itukah Fatan melupakan dirinya dan semua cerita tentang mereka...?

__ADS_1


Rasa - rasanya dia dan Fatan baru berpisah kurang lebih enam bulan yang lalu. Jadi, masa secepat itu Fatan sudah berpaling darinya dan menikah dengan Mitha.


Astaga, Mitha....


Cewek itu, kan, yang mengantarkan dia menemui Fatan. Dan ternyata cewek itu adalah istrinya Fatan. Pantas saja saat bertemu dengannya, Fatan bersikap acuh tak acuh terhadapnya dan seolah tak peduli. Malahan matanya Fatan sibuk mencuri - curi pandang kepada Mitha.


Akhirnya terjawab sudah, perkataan Fatan saat itu yang mengatakan semua sudah tak sama lagi seperti dulu. Hatinya sudah dimiliki oleh seseorang. Jadi apakah seseorang itu adalah.... Mitha ???


Tapi mengapa harus Mitha..? Apa kelebihan cewek itu di banding aku..? Dandannya saja kampungan begitu, dengus Arumi kesal.


Mendadak saja Arumi membenci Mitha yang dianggapnya telah merebut Fatan darinya.


" Huh, aku tak Terima. Enak saja kamu merebut Fatan dariku. Fatan itu milikku, dan selamanya akan menjadi milikku, bjsik hati Arumi murka.


Mata Arumi jelalatan ke sana kemari. Dia mencari seseorang. Jika seperti dugaannya, maka sudah tentu orang yang dia cari berada di sini.


Benar saja. Matanya menangkap bayangan Fatan yang sedang duduk di ruang tamu butik itu. Mantan terindahnya itu sedang asyik bermain dengan gawainya.


Tanpa membuang waktu lagi, Arumi segera menghampiri Fatan. Tanpa malu - malu, Arumi langsung bergayut manja di lengan Fatan.


Fatan yang mendapati Arumi tiba-tiba saja langsung memeluk dirinya tanpa rasa malu menjadi gusar.


" Arumi..! Apa - apaan sih, kamu..!" sentaknya sambil langsung menarik tangannya dari pelukan Arumi dan berdiri menjauhi cewek itu.


" Baby Fat, kamu masih marah, ya sama aku..? Aku mohon, maafin aku, ya baby." rengeknya manja.


Fatan mendengus kesal. Sikap Arumi sangat memuakkan baginya. Cewek itu terlalu mudah meminta maaf, tapi tak pernah benar-benar berniat tulus untuk minta maaf.


Dulu, memang dia akan dengan mudah langsung luluh dan memaafkan saja semua perbuatan cewek itu karena dia sangat memuja dan mencintai cewek itu. Namun, semua itu kini berbeda. Justru sekarang, sikap Arumi yang seperti itu membuat dia semakin merasa kesal dan muak.


" Baby Fat, .... kamu mau kan, memafkan aku...? " Tiba-tiba saja Arumi sudah kembali bergayut manja di lengan Fatan.


" Arumi, aku sudah bilang .... "


" Kak Fatan... "


Fatan menoleh seketika dan melihat Mitha yang sudah berdiri mematung tak jauh dari posisinya sekarang ini.


" Mitha... "

__ADS_1


__ADS_2