
Fatan dan Agra kembali tertawa. Dasar wanita..., pikir mereka. Mereka makhluk yang unik. Bibirnya berkata A sedang hatinya berkata Z, sungguh ajaib.
***
****
Keluarga Bramantyo terutama Fatan sangat keberatan sekali atas semua yang terjadi terhadap Mitha. Bukan main - main, yang mereka aniaya adalah seorang menantu di keluarga itu. Keluarga Bramantyo menuntut agar Arumi dan Axel mendapatkan hukuman yang berat biar mereka berdua merasa kapok untuk berbuat kejahatan lagi.
Maka tinggallah Arumi dan Axel di penjara untuk mempertanggung jawabkan atas apa yang telah mereka perbuatan. Baik Arumi maupun Axel dikenakan pasal berlapis berupa penyebaran berita hoak, pencemaran nama baik, penyebaran video mesum, penculikan, penganiayaan dan ancaman pembunuhan. Semua itu membuat keduanya harus mendekam cukup lama di penjara karena vonis yang dijatuhkan hakim cukup memberatkan keduanya.
Di tambah lagi, keluarga Bramantyo dan Keluarga Dewantara adalah keluarga yang sangat berpengaruh di kota itu. Hingga dengan kekuasaannya, kedua Taipan itu membuat keluarga Arumi dan Axel tak lagi bisa berkutik.
Namun, di balik itu semua, tersimpan suatu hikmah. Berkat itu, Mitha kini menyadari bahwa cinta Fatan untuk dirinya amatlah besar. Cinta yang bermula dari keterpaksaan karena suatu keadaan namun nyatanya, cinta itu begitu kuat tertanam di hati keduanya. Terlebih Fatan, dokter tampan itu merasa sangat bersyukur dirinya dan Mitha bisa dipertemukan oleh takdir yang Maha Kuasa. Meski pun cara yang mereka lalui bisa di katakan keliru.
Namun, terlepas dari semua, manusia tidak bisa menyalahkan takdir. Karena takdir adalah kuasa Ilahi. Manusia hanya bisa menjalani takdirnya saja. Setiap manusia dikenai pilihan akan takdir mana yang dipilihnya. Kesemuanya itu akan membawa kita pada satu takdir yang lain. Kadang semuanya itu saling terkait satu sama lain.
Begitulah Allah mengatur kehidupan makhluknya. Siapalah kita sebagai hambanya hanya bisa menjalani. Seperti Fatan dan Mitha, juga takdir atas Gadis dan Agra.
***
Gadis baru saja selesai membantu dokter Dita yang membantu persalinan bayi kembar dari pasangan suami istri bapak Haryoto dan Ibu Rahayu. Ibu Rahayu melahirkan bayi kembar tiga yang lucu - lucu. Semuanya berjenis kelamin laki-laki. Gadis yang membantu proses persalinan itu sangat terharu karena melihat perjuangan wanita itu dalam melahirkan putra - putranya. Gadis sampai ikut menangis ketika ketiganya selesai di azankan oleh ayahnya.
"Apakah kamu baik - baik saja..? " tanya Agra ketika menjemput Gadis dan melihat mata Gadis terlihat sembab seperti habis menangis.
Gadis menggeleng seraya masuk ke dalam mobil. Mobil Agra kemudian meluncur meninggalkan halaman parkir rumah sakit menuju ke rumah Agra.
__ADS_1
"Terus itu apa...? Mata kamu sembab seperti habis nangis.." selidik Agra. Matanya melirik ke arah Gadis sambil tangannya fokus menyetir.
Lelaki itu tak pernah mentolerir jika ada sesuatu yang membuat Gadis menangis. Baginya, pantang air mata Gadis jatuh kecuali itu air mata bahagia. Setiap hari, dia akan selalu memastikan bahwa wanita itu akan selalu baik - baik saja.
"Aku baik - baik saja. Tadi aku hanya membantu persalinan ibu Rahayu." jawab Gadis.
"Oh, ya. Lantas apa yang terjadi..? Apakah semuanya baik - baik saja..?" tanya Agra kemudian.
" Iya, alhamdulillah, persalinannya berjalan lancar. Tahu tidak, Ibu itu melahirkan bayi kembar. Tak tanggung - tanggung, kembar tiga." cerita Gadis kepada Agra.
"Wah, seru, dong..! Apa jenis kelamin ketiganya?" tanya Agra yang merasa tertarik mendengar cerita Gadis.
"Mereka semuanya laki-laki. Lucuuu, sekali. Aku sampai ikut gemas dan terharu." Gadis bercerita dengan atunsias.
Agra memperhatikan wajah Gadis yang terlihat berbinar saat bercerita. Rupanya, Gadis tadi menangis karena terharu melihat bayi kembar itu, pikirnya.
Gadis turun dan melenggang memasuki rumah. Sampai di depan kamar, tiba-tiba tubuhnya ditarik Agra hingga jatuh ke pelukan lelaki itu.
Agra kemudian membawa tubuh Gadis masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
"Sayang, nanti kita juga akan membuat bayi - bayi kembar seperti itu juga." bisik Agra lantas meraup dan mencium bibir Gadis. Sejak tadi, dia dia sudah menahan diri untuk tidak mengecup bibir Gadis itu ketika melihat Gadis bercerita karena masih di jalan.
"Ih, kan. Cari kesempatan dalam kesempitan...." kata Gadis dengan wajah cemberut. Namun tak urung kemudian dia melayani juga ciuman Agra yang terlalu sayang untuk dilewatkan.
"Sepertinya aku harus mempercepat pernikahan kita. Aku sudah tak tahan setiap kali dekat denganmu, aku maunya menerkam dan memakanmu." ucap Agra dengan nafas yang masih memburu menahan gairahnya.
__ADS_1
Dia tak munafik, sebagai lelaki dewasa, normal rasanya jika berdekatan dengan gadis membuat juniornya meronta - ronta ingin keluar. Hasratnya seksualnya minta dituntaskan.
Namun dia sangat menyayangi Gadis dan tak ingin memaksa Gadis untuk melakukan semuanya. Karena dia menghargai prinsip Gadis yang tak ingin *** sebelum mereka resmi menikah.
"Maksud kamu... ? " tanya Gadis yang tak mengerti kemana arah pembiaran Agra.
Agra tak menyahut tapi dia melirik ke bagian bawah tubuhnya. Gadis ikutan melirik dan kemudian meledaklah tawanya.
"Sayang, kok malah diketawain. Ini gimana, kamu mesti tanggung jawab.." Ucap Arga sambil memperlihatkan tonjolan urat yang kini sudah semakin membesar.
"Ya udah, sana. Bersolo karier dulu. Nanti kalo sudah sah, mau berapa ronde juga aku layani.. " kata Gadis sambil ngeluyur pergi meninggalkan Agra.
Agra mendengus kesal seraya pergi ke kamar mandi. Terpaksa, kali ini dirinya dilayani lagi sama nyonya Sabun lux.
***
"Sayang, punya bayi kembar itu sangat merepotkan. Apalagi buat wanita dengan karier seperti kamu. Aku sudah bisa membayangkan bagaimana repotnya kamu mengurus mereka." kata Agra saat sedang duduk berdua setelah makan malam.
Saat itu, Gadis kembali membahas masalah bayi kembar dan mengatakan keinginannya untuk mempunyai anak kembar seperti pasangan yang baru saja melahirkan bayi kembar tadi siang.
" Menurut kamu, aku boleh tidak, Ya, Ga punya anak kembar...?"tanya Gadis.
"Boleh , boleh saja. Bagi aku, fine - fine saja. Karena aku juga adalah anak kembar. Maka aku membayangkan pasti seru punya anak kembar juga seperti aku dan Arka. Semuanya tergantung Allah saja. Jika di beri rejeki bayi kembar, maka syukurilah, tapi jika tidak, maka sabar, yah sayang." balas Agra seraya mengecup pucuk kepala Gadis dengan sayang.
"Baiklah, tapi janji, yah, anak kembar.. " rengek Gadis manja. Agra hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Gadis yang sedang kumat manja dan kolokannya.
__ADS_1
Belum aja nikah, sudah mikirin punya anak..! pikir Agra.