Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 71 Pernikahan Edo dan Queen


__ADS_3

Begitu pintu terbuka Pak Pramono, papanya Edo langsung melotot saat matanya melihat siapa yang ada di ruang tamu.


" Queen...! "


" Eh, Pah. Ini tak seperti yang papa pikirkan. Aku dan Queen tidak melakukan apa - apa. ( Benarkah..?).. Queen tadi malam menginap karena semalam sudah kemalaman pulang dan hujan turun.... "


"Edo, cukup. Sekarang ganti baju dan ikut sama papa. Kamu juga Queen. Lekas ganti baju sana. Kalian berdua ikut sama papa.. "


Edo dan Queen berjalan beriringan memasuki halaman rumah kediaman keluarga besar Pramono.


Baru kali ini Queen datang ke rumah orang tua Edo. Rumah yang cukup besar dan bergaya modern itu kini tampak sedang ramai dikunjungi oleh tamu-tamu yang berdatangan.


Edo merasa heran, karena di halaman rumah sudah terpasang tenda pengantin yang baru saja selesai di dekor. Juga kursi tamu yang disusun rapi dan berderet - deret.


Sepertinya akan ada acara pernikahan. Tapi siapa yang akan menikah?


Apakah Bella..? Bella merupakan anak dari mommy Sinta, ibu tiri Edo. Jika benar Bella yang akan menikah, kenapa dia tak diberitahu. Papanya benar-benar tak adil. Dia menikah di kantor satpol dan tak pake perayaan. Lantas, giliran Bella yang menikah, pake perayaan besar - besaran.

__ADS_1


" Bi Jum, siapa yang menikah? " tanya Edo pada Bi Jum.


Art yang sudah bekerja cukup lama di rumah keluarga besar Pramono itu menatap pada tuan mudanya itu dengan pandangan bingung.


" Loh, bukannya Den Edo sendiri yang bakal jadi pengantin. Kenapa masih bertanya. Apa Den Edo tidak di beritahu kalau hari ini Den Edo akan menikah dengan neng Queen.. "


"Menikah. Queen... " mendadak Edo jadi ingat Queen. ' Loh, Queen mana..? " Mata Edo celingak - celinguk mencari keberadaan sosok sang istri.


" Queen sedang dihias di kamar kamu. Lantas... kenapa kamu belum juga bersiap - siap..? " tanya papanya Edo.


"Jadi beneran, Pah. Yang akan menikah adalah Edo, bukan Bella? " tanya Edo masih tidak percaya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa papanya telah mempersiapkan semua ini untuk dirinya. Edo merasa terharu. Dokter tampan itu langsung memeluk papanya dengan perasaan yang bahagia yang sukar dilukiskan.


" Hanya ini yang bisa papa lakukan untuk menebus segala kesalahan papa selama ini. Papa tidak pernah ada buat kamu selalu ini. Itulah sebabnya kamu menjauh dari papa. Maafkan papa, Edo.. " kata Pak Pramono. Lelaki paruh baya itu terlihat begitu menyesal karena selama ini sudah menyia - iyakan waktu kebersamaan mereka.


" Tak ada yang perlu dimaafkan, Pah. Yang lalu, biarlah berlalu. Edo hanya minta doa restu papah, semoga pernikahan Edo akan langgeng sampai maut memisahkan kami berdua.. "


"Tentu saja, putraku. Papa selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan istrimu. Jagalah istrimu baik-baik. Dia wanita yang baik. Sangat tepat untuk menjadi pendamping hidupmu. Semoga kalian berjodoh sampai maut memisahkan.. "

__ADS_1


"Terima kasih, Pah. " kata Edo. Keduanya lalu berpelukan sekali lagi. Setelah itu, Pak Pramono melangkah pergi untuk menemui para tamu undangan. Sedangkan Edo, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya.


Pernikahan Edo dan Queen akhirnya terlaksana juga. Edo kembali lagi mengucapkan akad nikah dihadapan ayah Queen dan penghulu. Disaksikan dokter Fadil dan Dua orang yang rekannya sesama dokter.


Upacara pernikahan itu pun berlangsung meriah dan khidmat. Mitha datang bersama Fatan dan juga anak mereka, babby Kenan.


Hanya Gadis seorang yang tidak bisa datang menghadiri acara pernikahan tersebut karena sedang sakit.


Edo dan Queen telah SAH menjadi pasangan suami istri. Kedua tak perlu takut lagi akan berbuat khilaf karena sudah halal dan bersertifikat. Sekarang waktunya buat anak.....


...----------------...


Sementara itu, di tempat lain. Seorang pemuda tampak sedang asyik memperhatikan layar monitor di depannya.


Sejak beberapa hari yang lalu, tepatnya setelah peristiwa naas yang menimpa Gadis, Agra mulai melakukan penyelidikan di seputar kasus tabrak lari yang menimpanya dengan peristiwa penusukan dan pelecehan yang alami Gadis. Sepertinya masih saling terkait satu sama lain.


Agra mulai menemukan adanya titik terang tentang adanya keterkaitan antara kasus dirinya dan juga kasus yang menimpa kekasihnya. Dia menyimpulkan bahwa pelakunya adalah orang yang sama. Dan target yang di tuju sebenarnya adalah kekasihnya, bukan dirinya.

__ADS_1


"Bingo..! Aku akhirnya bisa menemukan dirimu.... " desis Agra sambil menatap ke layar monitor laptopnya. Dia memperbesar sebuah gambar yang diambil dari CCTV di tempat itu dan gambar CCTV di dekat rumah Gadis. Ternyata memiliki kesamaan. Untuk itulah, Agra mengambil kesimpulan bahwa pelakunya adalah orang yang sama.


" Revan, siapkan mobilku. Aku mau keluar sebentar untuk menyapa seorang teman lama.?" katanya.


__ADS_2