
Belum lagi Axel menjawab pertanyaan Arumi. Pintu ruangan bawah tanah itu di dobrak paksa oleh seseorang dari luar hingga hancur dan rusak parah.
"FATAN...! "
Lelaki itu berdiri bersama beberapa orang di belakangnya. Ada Reno dan Aldo, juga Gadis yang terperangah dan marah saat melihat keadaan sahabatnya yang menyedihkan sekali dan juga Agra.
Mata Axel terbelalak kaget saat melihat siapa yang datang bersama Fatan.
Gadis...!!
Wanita itu berhasil meloloskan diri. Axel menjadi kesal sekaligus marah. Semua rencananya kacau dan berantakan gara - gara Arumi.
Di belakang mereka ada lagi beberapa orang yang sedang mengamankan beberapa anak buah Arumi.
Keduanya terkejut bukan kepalang. Mengapa Fatan bisa berada di tempat ini.
"Iya, ini aku." jawab Lelaki itu. "Sungguh, aku tak pernah menyangka, jika ternyata kamu bisa bertindak serendah ini, Arumi..!" kata Fatan dingin. Matanya menatap tajam kepada wanita yang pernah dulu begitu di pujanya itu dengan tatapan benci sekaligus bercampur iba. Wanita ini sudah berubah, pikir Fatan.
Fatan tiba di tempat itu hampir bersamaan waktunya dengan kedatangan Agra dan juga Gadis.
Gadis lah yang menjadi petunjuk jalan bagi Fatan untuk menemukan Mitha. Informasi dari Gadis sangat berguna. Oleh sebab itu, mereka langsung bisa dengan mudah untuk menemukan keberadaan Mitha, karena cewek itu tahu dengan pasti lokasi wilayah itu.
Gadis memang sempat mendengar percakapan Axel dengan anak buahnya yang memberitahukan kabar bahwa Arumi Sekarang sedang menculik dan menyekap Mitha di ruang bawah tanah rumah wanita itu.
Sehingga kemudian wanita itu memberitahukan kepada Fatan bahwa Mitha disekap di rumah Arumi, di ruang bawah tanah. Fatan yang mengetahui tentang informasi tersebut menjadi marah. Dia sungguh tak menyangka bahwa orang yang bermain di belakang semua ini adalah Arumi. Mengapa dia tak pernah menyadari akan hal itu. Dia lalai akan hal itu.
Bersama - sama dengan Aldo dan Reno, Fatan berangkat bersama menyusul Mitha dan Agra. Dengan tidak perlu susah payah mereka akhirnya bisa menemukan tempat Mitha. Fatan pernah ke rumah itu. Rumah yang pernah menjadi saksi bisu tentang kisahnya bersama Arumi.
Sementara itu, Axel yang mendengar kabar dari anak buahnya bahwa Mitha di culik dan di sekap oleh Arumi menjadi gusar hingga pada akhirnya dia menunda niatnya untuk menggagahi Gadis.
Pemuda dengan kelainan jiwa itu merasa marah terhadap Arumi karena saudara sepupunya itu berani mengusik Mitha. Dia lalu memutuskan untuk pergi mendatangi rumah Arumi untuk bertemu dan juga untuk membebaskan Mitha.
__ADS_1
Hingga akhirnya, di sinilah mereka semua. Semua akhirnya di pertemukan juga oleh jalan takdir yang ditulis berdasarkan pilihan hidup masing-masing insan.
Namun sayangnya Arumi, tak pernah tahu bahwa seseorang yang memilih jalan yang salah tak pernah akan berakhir bahagia. Dia, Arumi telah memulai sesuatu yang salah. Dia yang awalnya memilih untuk meninggalkan cinta tulus Fatan hanya demi mengharapkan cinta yang semu dari Kevin. Namun nyatanya Kevin telah berkhianat. meskipun pada akhirnya Kevin menyesalinya, namun Arumi yang kecewa, memilih kembali kepada Fatan.
Sayangnya, semua sudah terlambat. Fatan yang patah hati tanpa sengaja telah melakukan suatu dosa terhadap Mitha. Fatan kemudian memilih untuk bertanggung jawab terhadap dosa - dosanya dengan menikah Mitha. Walaupun awalnya tanpa cinta, namun pernikahan mereka akhirnya berakhir bahagia. Karena secara tak di sadari, cinta tumbuh secara perlahan di antara keduanya seiring berjalannya waktu.
Tinggallah Arumi, yang akhirnya harus menyesali semua langkah yang telah dia lalui. Dia ingin kembali kepada Fatan karena dia kini menyadari bahwa Fatan adalah lelaki yang setia. Namun lelaki itu tak bersedia untuk kembali kepadanya. Dan Arumi benci akan hal itu.
Kebencian Arumi semakin bertambah besar saat dia mengetahui bahwa Fatan ternyata telah menikah dengan Mitha, wanita yang dianggapnya tidak selevel dengan dirinya. Mengapa harus Mitha, wanita yang dianggapnya kampungan ternyata telah mampu merebut Fatan dari sisinya.
***
****
Wajah Arumi dan Axel bagaikan melihat hantu di siang hari bolong. Wajah mereka berdua pucat pasi bagaikan tak berdarah.
Terlebih lagi Arumi. wanita itu bagaikan maling yang tertangkap basah. Bagaimana Fatan bisa secepat itu mengetahui tempat ini, pikir Arumi.
Namun, gerakannya terhenti saat melihat Gadis dan Agra sudah berdiri menghadangnya.
"Mau lari kemana kamu, Bangsat bu..!! " bentak Agra sambil melayangkan beberapa buah bogem mentah ke wajah pemuda itu.
Melihat situasi yang berubah kendali, Arumi mengurungkan niatnya untuk mencambuk Mitha. Namun, otak gadis itu berpikir cepat. Dengan gerakan cepat dia meraih tubuh Mitha yang masih di lantai dan membawanya berdiri.
"Jangan mendekat atau pisau ini akan merobek leher wanita kesayanganmu ini, Fatan.. " kata Arumi seraya menempelkan sebilah pisau lipat kecil yang dia ambil dari sakunya.
Semua terperanjat melihat kenekatan Arumi. Wanita itu rupanya sudah kehabisan akal sehat sehingga kalap dan berpikiran pendek.
Fatan bergerak ingin merebut pisau itu namun Mitha memberi isyarat agar Fatan jangan gegabah melakukan itu.
Fatan menatap Arumi geram. "Lepaskan istriku, jangan sampai kamu melukainya segores saja. Karena jika sampai hal itu terjadi, aku tak akan mengampunimu, Arumi..!! "
__ADS_1
"ck, ck, ck, kenapa, Fatan..? Kamu sepertinya takut sekali akan kehilangan wanita ini." kata Arumi sambil mempermainkan pisau di tangannya ke leher Mitha.
"Fatan, Kalau aku katakan bahwa wanita ini yang telah membuat akun atas nama dirinya dan mengupload semua foto - foto dirinya yang sangat 'indah' itu ke media sosial, bagaimana pendapatmu? "
Fatan menggelengkan kepala mendengar ucapan Arumi.
"Kau sakit jiwa... istriku tak pernah berbuat hal yang serendah itu."
"Tapi itu benar... foto-foto nya sudah beredar luas. Dan kamu masih tidak mempercayai aku. Cih...Wanitamu itu tidak sesuci yang kamu bayangkan..!! "
"Tidak, aku tak pernah melakukannya. Itu fitnah.. aku tak pernah melakukan hal yang kau tuduhkan itu, Arumi...!! "
"Kamu masih mau membela diri. Apa perlu aku hadirkan bukti - buktinya, Hah? " Bentak Arumi sambil menarik kasar rambut Mitha.
Pisau di tangan Arumi ikut bergerak dan tanpa sengaja menggores leher Mitha. Darah segar pun langsung mengalir deras dari luka di leher Mitha. Arumi mundur ke belakang. Wanita itu shock saat melihat banyaknya darah yang mengalir di tangannya.
"Arumi, Apa yang kamu Lakukan..?? " Bentak Fatan. Fatan segera meraih tubuh istrinya yang limbung dan hampir jatuh dan membawa wanita itu ke dalam gendongannya.
"Arumi, apa yang kau lakukan.? kamu telah melukai Mitha!! " seru Axel yang merasa terkejut dengan apa yang telah di lakukan Arumi. Tangannya bergerak mencengangkan leher wanita itu.
"Aku tak sengaja.. !! Aku tak bermaksud melakukannya..! Kata Arumi seraya menepis kasar tangan Axel dari lehernya. " Tapi aku puas, wanita itu memang pantas menerimanya..! "
Plakkk.... Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Arumi. Itu Gadis....
Gadis yang melihat sahabatnya di lukai menjadi naik pitam terlebih lagi setelah mendengar ucapan wanita itu. Seketika itu juga dia maju melesak dan menghadiahkan Arumi sebuah tamparan. Bukan itu saja, dia juga merebut pisau di tangan Arumi dengan cepat.
"Semoga saja tamparan itu menyadarkan kamu bahwa apa yang kamu lakukan itu salah. Dan sebentar lagi kalian berdua akan menyesali apa yang kalian berdua lakukan di penjara...!!! " bentak Gadis sambil menatap tajam ke arah Arumi dan juga... Axel.
"Hah, penjara.. ?? " Axel menatap Gadis dengan pandangan seram. Astaga...
Baik Arumi dan juga Axel sangat terkejut. Mereka baru menyadari akan hal itu.
__ADS_1