Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 43 Fakta Baru....


__ADS_3

Mitha membuka matanya dan mendapati dirinya berada dalam ruang perawatan. Dia meringis ketika merasakan sakit di sekitar perutnya.


Apa yang terjadi dengan kandungannya.


Dia mengumpulkan kesadarannya dan mencoba mengingat - ingat semua kejadian yang terjadi. Perlahan - lahan ingatannya kembali terbentuk.


Terakhir kali dia masih sadar saat mendengar dokter Indar mengatakan kepada Fatan bahwa bayi yang ada dalam kandungannya harus segera dikeluarkan karena jika tidak maka akan membahayakan nyawanya.


Kini Mitha telah sadar sepenuhnya dan dia ingat semuanya. Dia meraba perutnya yang masih diperban. Sudah kempes...Kemana bayinya.


Jadi Fatan memang benar - benar telah memutuskan melakukan operasi untuk mengangkat bayi dalam kandunganku demi untuk menyelamatkan nyawaku, pikir Mitha.


Lantas apa yang terjadi dengan bayinya?


Mitha masih belum mengetahui kondisi bayinya saat ini. Apakah bayinya selamat atau tidak. Yang dia tahu hanya dokter Indar telah memutuskan untuk mengangkat bayi yang ada dalam kandungannya dengan izin dari Fatan selaku suami dari Mitha. Soal bayinya, dia masih belum tahu.


Hati Mitha mendadak sedih saat teringat akan nasib bayi dalam kandungannya. Bagaimana bila bayinya benar-benar tidak tertolong.


" Kau sudah sadar " Sebuah suara membuatnya menoleh ke samping tempat tidurnya.


Ada Fatan di sana, tapi.... tak ada bayi mereka. Apa yang terjadi? Apa mungkin yang dia takutkan telah terjadi. .


"Bayiku, Kak... " tanya Mitha. Dia ingin tahu apa yang terjadi dengan bayinya.


Fatan terdiam. Memandang lurus ke arah Mitha. Hal ini memperkuat dugaannya bahwa telah terjadi sesuatu dengan bayinya.


Dia kemudian bangkit seraya berkata. "Bayi kita. Dia tak ....... " belum selesai Fatan berbicara Mitha sudah menangis membuat Fatan menjadi bingung.


"Jadi bayi kita, bayi tidak selamat. Huwaaah...... " tangis Mitha semakin kencang. Loh koq......


Dia benar - benar menduga bahwa bayi nya tak akan bisa bertahan.


Fatan pun akhirnya mengerti. Rupanya Mitha belum tahu kalau anak mereka selamat. Wajar saja, Mitha kan baru sadar. Pasti dia mengira bayi mereka sudah tiada lantaran tidak berada di sisinya.

__ADS_1


Padahal bayi mereka harus dimasukkan ke ruangan inkubator karena lahir prematur.


...----...


Di sinilah sekarang mereka berada. Fatan yang bingung bagaimana harus menjelaskan kepada Mitha yang terus saja menangis, bahwa bayi mereka selamat akhirnya memilih membawa sang istri ke ruang Inkubator.


Awalnya, Mitha heran mengapa dia dibawa ke tempat ini. Namun, keheranan itu berubah menjadi kebahagiaan takkala Mitha melihat label nama yang tertulis di sana.


Kenan Putra Bramantyo, bayi nyonya Paramitha.


Jadi, bayi mereka selamat. Walaupun harus di inkubator.


Mitha tak bisa menahan diri untuk tidak kembali menangis. Sadar, bahwa dirinya sempat ingin menggugurkan kandungannya karena di anggapnya sebagai penghambat cita - citanya.


Ternyata, makhluk itu imutnya luar biasa. Mitha langsung jatuh cinta pada bayinya. Saking senangnya, Mitha sampai betah berlama-lama di ruang inkubator demi untuk bisa menatap sang buah hati.


Mitha memandang penuh haru pada bayi mungil yang tengah tertidur dalam inkubator. Bayi itu tidur begitu lelap seolah - olah tahu bahwa papa dan mommy nya akan selalu menjaga dan melindunginya.


Hati Mitha diliputi keharuan. Rasanya dia tak mampu lagi untuk bicara. Tak hentinya dia bersyukur kepada Allah karena bayinya selamat walaupun harus lahir prematur.


Tak berapa lama kemudian, Fatan harus kembali bertugas. Dia pun membawa sang istri kembali ke ruangannya meskipun pada awalnya sang istri menolak. Mitha masih betah berada di ruang inkubator.. Tapi akhirnya Mitha mau juga kembali ke ruangannya setelah dibujuk Fatan yang berjanji akan menemani Mitha begitu dia selesai bertugas.


"Terima kasih, Kak. Aku tahu yang kakak lakukan untukku." kata Mitha sebelum Fatan berlalu dari ruangan Mitha.


Fatan hanya diam saja. Tak menanggapi ucapan Mitha. Dia pun berlalu pergi dari hadapan Mitha. Tapi sekilas, Mitha dapat melihat ada senyum yang tercetak di sudut bibirnya walaupun samar. Dan Mitha tahu, itu senyum pasti ditujukan untuk dirinya.


Hatinya merasa lega. Satu lagi sisi lain dari Fatan yang dia ketahui. Fatan ternyata begitu lembut di balik sikapnya dingin selama ini. Dan dia sudah merasakannya meski tanpa dia sadari.


...-----...


Gadis baru saja keluar dari ruangan dr. Mala. Ketika ruangan Ortopedi yaitu ruangan untuk dokter Rendi. Tanpa sengaja matanya tertumbuk pada suatu pemandangan yang benar-benar mencengangkan. Benarkah apa yang dia lihat..?


Seseorang di sana sedang duduk di atas kursi roda sedang berusaha untuk berdiri. Terlihat dokter Rendi sedang memberikan pengarahan kepada orang tersebut untuk berlatih berdiri dengan menggunakan alat bantu. Orang itu adalah... Gara!!

__ADS_1


Gadis tak habis pikir. Bagaimana mungkin Gara ada di sana. Bukankah baru beberapa hari yang lalu dia bertemu dengan cowok itu. Dan dia baik - baik saja. Apa yang terjadi??? pikiran Gadis dipenuhi tanda tanya.


Karena penasaran, akhirnya Gadis mendekat dan memasang kuping lebar - lebar. Dia jadi lupa, tujuan awal sebenarnya yaitu mau menjenguk Mitha. Kini pokusnya teralihkan kepada cowok yang sedang menjalani terapi di dalam sana.


"Tampaknya kaki anda belum mendapat kemajuan yang berarti, tuan Agra. Kondisi masih sama. " kata dokter Rendi.


Hah.....jadi cowok itu bukan Gara, tetapi Agra.


Setelah tahu hal ini, hati Mitha menjadi lega. Syukurlah... itu bukan Gara,.pikir Gadis. Eh... tapi kenapa juga dia mesti bersyukur. Bukankah dia sudah tak memiliki hubungan apa - apa dengan cowok itu. Jadi seterahlah.... dia mau apa juga Gadis tak peduli.


Gadis mau berlalu pergi dari tempat itu tapi obrolan berikutnya membuat Gadis mengurungkan niat untuk berlalu.


" Apakah saudara anda Tuan Gara tidak memberitahukan anda bahwa anda bisa melakukan terapi berjalan dalam air dengan bantuan alat. Anda bisa mencobanya kalau berminat. Saya akan merekomendasikan tempatnya."


" Iya, Dok.Saudara kembar saya itu memang pernah berucap pada saya bahwa Anda pernah menyarankan agar saya mengikuti terapi berjalan di air. Saya akan pikirkan hal itu. Kemungkinan besar saya akan memilih terapi tersebut sebagai pilihan."


What happened.....


Ternyata Agra dan Gara saudara kembar. Ohh...waalah. Pantas saja wajah mereka begitu mirip. Bukan hanya wajah, tapi postur tubuh mereka pun begitu mirip. Rupanya mereka adalah kembar identik.


Tapi, tunggu dulu.....


Tempo hari, Gara pernah mengatakan bahwa apa yang dia lihat bukanlah seperti yang terlihat.


Apa benar yang gue lihat tempo hari bukan Gara tetapi Agra. Jadi yang dilihatnya berciuman mesra itu adalah Agra dan cewek yang bersama Gara itu. Tapi yang jadi pertanyaannya, sejak kapan Agra menderita kelumpuhan ini.


Dan apa yang di lihatnya tempo hari di kantin rumah sakit..Benarkah semua tidak seperti dugaannya selama ini. Gadis jadi bingung sendiri....,.


Nah, Bagaimana dengan kelanjutan Mitha dan Fatan. Akankah Mitha berubah pikiran setelah melihat bayinya.


Bagaimana dengan Gadis. Setelah mengetahui fakta terbaru tentang Gara Dan Agra. Akankah hatinya masih membenci Gara...?


Simak terus kelanjutan kisahnya. Jangan lupa " like, komen, dan giftnya.

__ADS_1


__ADS_2