
"Berbaliklah dan berjalan biasa saja. Jangan menarik perhatian orang, atau belati ini akan merobek perutmu... ! " kata orang itu seraya menodongkan sebilah belati ke perut Gadis.
Gadis menurut dan berbalik berjalan keluar dengan tenang. Dia sama sekali tak terlihat takut ataupun gentar dengan ancaman orang itu. Yang Gadis takutkan adalah keselamatan Mitha sahabatnya.
"Terus berjalan sampai ke tempat parkir dan jangan menoleh ke belakang.. "
Sekali lagi, Mitha mematuhi permintaan orang itu. Dia terus berjalan menuju ke tempat parkir mobil dan berhenti saat orang tersebut kemudian menyuruh Gadis untuk berhenti.
"Mana Mitha..!? Kalian apakan sahabatku...? " Gadis bertanya begitu cewek tomboy itu tiba di tempat parkir. Dia tak melihat akan tanda - tanda keberadaan Mitha. Berarti Mitha tidak berada di tempat ini, pikir Gadis.
Itu artinya, sekarang ini mereka masih menahan Mitha di suatu tempat. Gadis berpikir mungkin sebaiknya dia ikuti saja permainan mereka dulu sampai dia menemukan Mitha.
__ADS_1
"Kalian tidak dengar, ya. Dimana Mitha, temanku kalian sembunyikan..? bentak Gadis lagi.
"Banyak tanya sekali. Bungkam saja mulut perempuan ini...! " kata seseorang di belakangnya. Ternyata, mereka semuanya ada tiga orang.
Gadis memperhatikan ketiga orang itu. Dia menimbang - nimbang apakah dia hadapi saja ketiga orang tersebut. Sebenarnya, ketiga orang tersebut mudah saja baginya untuk dia lumpuhkan. Namun, dia inginkan mereka membawa dia kepada Mitha.
"Ayo, masuk....! " Bentak seseorang seraya mendorong tubuh Gadis untuk masuk ke dalam sebuah mini Van yang terparkir tak jauh dari tempat itu.
"Kalian akan bawa kemana aku...? " Tanya Gadis. Dia merasa heran ketika merasakan jika mobil yang mereka tumpangi mulai bergerak pelan mengikuti arus.
Gadis diam tak berkutik. Baiklah, akan Gadis ikuti saja permainan mereka. Dia ingin tahu, siapa dalang dari semua ini.
__ADS_1
Gadis yakin, jika semua orang ini hanyalah orang suruhan saja. Karena dia sempat mendengar percakapan ketiganya dengan seseorang di telpon. Orang di telfon itu memerintahkan agar mereka membawa dirinya ke suatu tempat yang sudah mereka sepakati bersama.
Setelah agak lama berkendara, mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah rumah mewah. Rumah itu bergaya Eropa dan memiliki sepasang patung yang mirip totem di depan gerbang kokoh yang berdiri menjulang menyambut kedatangan tamu dari manapun.
Dari dalam rumah, keluar seseorang yang langsung menemui ketiganya orang yang menculik Gadis. Orang itu nampak sedang berbicara sambil berbisik - bisik. Gadis tidak bisa mendengar dengan jelas pembicaraan ke empat orang tersebut karena jarak mereka terlalu jauh dengan dirinya.
Seseorang di antara ketiganya menoleh ke arah Gadis. Kemudian wajah orang itu menyeringai mengerikan sambil manggut - manggut seolah sudah mengerti . Sejurus kemudian, dia melihat orang tersebut berjalan cepat ke arah mobil yang berisikan Gadis dan berhenti tepat di depan mobil. Membuka pintu mobi dan kemudian menarik paksa Gadis ke luar mobil.
Mereka kemudian membawa Gadis secara paksa masuk ke dalam rumah mewah itu untuk kemudian di sekap dan di masukkan di dalam sebuah kamar yang terletak di ruang bawah tanah rumah ini.
Tanpa mereka tahu, seseorang baru saja mengawasi dan merekam semua kejadian itu dengan gigi gemeletuk menahan amarah yang memuncak.
__ADS_1
"Sialan, ternyata benar dugaanku. Mereka berniat tidak baik terhadap Gadis. Untung saja aku berhasil membuntuti mereka tanpa ketahuan." serunya sambil memukul stir mobilnya dengan kesal.
"Tenang, Edo. Tenang. Sebaiknya kamu segera lapor polisi sebelum mereka menyadari kehadiran dirimu.. " kata Edo pada dirinya sendiri.