
"Temui aku di cafe Mozart, jika kamu ingin sahabatmu selamat!!! "
Sahabatku, apa maksudnya Mitha..? Gadis langsung terlonjak dan bangun setelah menyadari isi pesan tersebut
Mitha dalam bahaya...!!?
Beberapa Jam Sebelumnya...
Pagi yang indah. Matahari bersinar cerah. Mitha menimang baby Kenan yang pagi itu sudah bersih dan wangi. Bangun tidur tadi, Fatan suaminya sudah selesai memandikan Kenan, putra mereka. Dan kemudian membuat sarapan untuk dirinya dan juga Mitha sebelum berangkat ke rumah sakit.
Mitha memang beruntung, Fatan adalah suami yang penyayang dan bertanggung jawab. Tak sedikit pun dia membiarkan Mitha mengurus rumah tangga dan Kenan seorang diri. Dia selalu membantu. Andai tak bisa, dia akan meminta Bi Asih atau Mbak Nunung, Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mommy untuk datang membantu Mitha.
Saat sedang asyik bermain bersama Kenan, dia menerima sebuah pesan. Wajah Mitha mendadak tegang dan pucat saat menerima pesan itu..Pesan yang masuk melalui aplikasi Whatsapp itu lagi - lagi isinya sebuah foto Mitha dalam pose yang sangat sensual.
"Jika kamu tidak ingin foto ini tersebar di media masa, temui aku di bekas dermaga tua Peti kemas, di dekat pelabuhan sekarang juga. "
itulah isi pesan yang dikirim di ponsel Mitha.
Mitha menjadi panik. Jangan lagi... Dirinya tak sanggup dijadikan bahan bulian oleh masyarakat dan juga warganet. Padahal, Mitha tak pernah melakukan hal yang serendah itu.
Kemarin, saat kasus video porno yang beredar itu saja sudah membuat dia shock hingga sampai harus dirawat di rumah sakit. Belum lagi adanya teror SMS dan pesan - pesan yang membombardir yang menghujat dan mencaci maki dirinya. Semua itu benar-benar membuatnya down dan terpuruk.
Untung saja, banyak pihak yang mendukungnya. Termasuk keluarga Fatan yang awalnya sempat marah besar. Mereka sampai turun tangan membantu menghentikan penyebaran video tersebut dengan dibantu papanya Reno, selaku pihak kampus.
Setelah menitipkan Kenan kepada mommy Amel, Mitha bergegas mengarahkan mobilnya menuju dermaga tua yang berada tak jauh dari pelabuhan. Dengan menggunakan GPR, Mitha akhirnya menemukan juga dermaga tua tempat peti kemas yang dimaksud.
Tempat itu sunyi dan sepi. Tak ada seorang pun yang tampak lalu lalang di depan mata Mitha. Maklum saja, tempat itu sudah sejak lama tak digunakan lagi. Tepatnya sejak ada pelabuhan peti kemas yang baru yang letaknya tak jauh dari tempat ini.
Hanya ada kapal - kapal tua yang sudah tidak terpakai lagi yang bersandar dan beberapa kontainer tua yang tak lagi digunakan.
Mitha berjalan menyusuri tempat itu. Matanya celingukan kesana kemari seperti mencari - cari seseorang.
"Kamu terlambat.... " sebuah suara terdengar di belakang Mitha. Suara wanita. Kening Mitha berkerut. Jadi yang selama ini meneror dirinya dengan SMS dan juga foto - foto dirinya dan Juga barangkali saja video itu adalah seorang wanita.
Tapi tunggu...! Sepertinya Mitha pernah mendengar suara itu. Dia menoleh dan mengenali pemilik suara itu. Itu adalah.... Arumi!!!
__ADS_1
"Arumi...?! "
Mitha melihat Arumi, mantan kekasih Fatan, suaminya itu sudah berdiri tepat di belakangnya. Di belakang wanita itu berdiri dua orang lelaki berbadan kekar yang mungkin saja pengawal wanita itu. Salah seorang dari keduanya, memiliki sebuah tato bergambar burung elang di lengan kanannya yang terbuka itu.
Arumi menatap sinis ke arah Mitha. wanita yang sudah merebut Fatan dari dirinya, begitu yang ada dalam anggapan seorang Arumi.
"Iya, aku. Kenapa, apa kamu takut ...? tanya Arumi seraya berjalan mendekati Mitha.
Mitha mundur beberapa langkah ke belakang, namun seseorang sudah berdiri tepat di belakangnya. Seorang laki-laki yang sama kekarnya dengan orang yang berdiri di belakang Arumi.
Mitha tak bisa mundur lagi.
" Mau apa kalian....?" tanya Mitha kemudian. Laki-laki di belakangnya kemudian menarik dan memutar tangan Mitha ke belakang hingga wanita itu tak bisa bergerak.
Arumi berdiri tepat di hadapan Mitha. "Kau bertanya apa mau kami. Bodoh sekali ! Tentu saja yang kami inginkan adalah kamu..!!" Arumi berkata seraya mencibir ke arah Mitha.
"Apa salahku Arumi? Mengapa kamu melakukan semua ini? tanya Mitha dengan tak habis pikir.
Arumi tertawa sumbang mendengar pertanyaan Mitha. Lucu sekali baginya. Wanita dihadapannya itu bertanya sebab mengapa dia melakukan semua ini. Tentu saja karena satu hal.... FATAN!!
Orang - orang yang berbadan kekar itu menyeret paksa Mitha dan membawa wanita itu ke mobil mereka. Kemudian mereka membawa wanita cantik itu ke tempat Arumi.
Sementara itu, Fatan yang sedang memeriksa pasien di rumah sakit mendadak menerima telpon dari Ryan.
Ryan yang memang ditugaskan mengawasi dan menyadap ponsel Mitha oleh Fatan menemukan pesan yang di kirim oleh seseorang untuk istri Fatan itu yang isinya foto.
" Hallo... "
"Halo Bos, tolong lihat chat yang kukirim." kata Ryan melalui telpon.
Bergegas Fatan membuka pesan yang baru diterimanya dari Ryan. Darah Fatan mendidih saat melihat pesan tersebut dan juga pesan yang dikirimkan untuk sang istri.
"Apa ini, Ryan.....? "
"Sepertinya itu orang yang sama yang menyebar video dan juga yang telah menteror istri bos... " jelas Ryan.
__ADS_1
"Lacak istriku. Sekarang di mana posisinya...! "
"Terakhir saya lacak, dia berada di bekas dermaga tua Peti Kemas, di dekat pelabuhan, Bos..! " kata Ryan lagi.
"Baik, aku akan segera ke sana. Tolong, kamu hubungi Reno dan Aldo. Katakan untuk segera menyusulku...! " kata Fatan kepada Ryan.
"Baik, Bos... "
Ryan segera menelpon Reno dan Aldo. Dua orang sahabatnya itu sama - sama sedang sibuk dengan pasien mereka ketika Ryan menghubungi mereka.
Meskipun demikian, mereka langsung bergerak ketika mendapat pesan dari Fatan.
Fatan tiba di dermaga tua peti kemas beberapa saat setelah Mitha dibawa pergi oleh Arumi dan anak buahnya.
"Halo, mereka tak ada di sini. Aku sudah mencari ke sekeliling tempat ini, tapi aku tak menemukan mereka. Aku hanya menemukan mobil Mitha saja. Sepertinya mereka sudah pergi. Aku terlambat, Ryan.." kata Fatan.
"Sepertinya begitu. Tapi tenang, Bos. Saya sedang melacak keberadaan nyonya bos. Sepertinya mereka membawa istri bos ke tempat ini." kata Ryan sambil terus saja memandangi layar monitor di depannya. Matanya tak berkedip menatap satu titik merah yang merupakan objek sasarannya saat ini.
"Share lokasinya sekarang, Ryan..!" perintah Fatan.
" Baik, Bos..Saya share lokasinya sekarang.. "
Ryan segera menshare lokasi tempat terakhir lokasi keberadaan Mitha.
"Sepertinya aku mengenal lokasi itu. Aku akan ke tempat itu sekarang." kata Fatan.
Dia kemudian mengemudikan mobilnya menuju ke tempat yang telah di share Ryan padanya. Sepanjang jalan, Fatan terus berdoa semoga tidak terjadi apa - apa pada Mitha. Dia tak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi terhadap istrinya itu.
Sementara itu, Gadis yang menerima pesan yang berisi ancaman dari seseorang langsung saja menuju Cafe Mozart, tempat yang disebutkan dalam pesan.
Tiba di Cafe Mozart, Gadis mencari - cari keberadaan Mitha. Gadis berharap dapat menemukan Mitha di tempat itu.
Baru saja Gadis menapakkan kakinya ke pintu Cafe, seseorang sudah menahan dirinya. Orang itu mengenakan hoodie hitam dan memakai masker hitam.
"Berbaliklah dan berjalan biasa saja. Jangan menarik perhatian orang, atau belati ini akan merobek perutmu... ! " kata orang itu seraya menodongkan sebilah belati ke perut Gadis.
__ADS_1