Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 29 Perhiasan Untuk Mitha


__ADS_3

" Mitha.... "


Arumi yang melihat kedatangan Mitha, bukannya melepas pelukannya dari lengan Fatan, malahan dirinya semakin menempel di lengan kekar cowok itu.


Sementara Fatan, cowok itu sebenarnya merasa gugup saat pandangannya bersiborok dengan pandangan Mitha.


Dia salah tingkah saat dirinya dipergoki Mitha ketika sedang dipeluk Arumi. Namun dia berusaha menepis kegugupan dirinya dengan memasang wajah datar. Namun dia lupa satu hal, jika dia belum melepaskan pelukan Arumi di lengannya.


Mitha yang melihat hal itu sebenarnya merasa kesal. Tapi dia tak bisa apa - apa. Loh wong Fatannya saja diam dan adem ayem begitu. Fatan malah sepertinya menikmati pelukan manja mantan kekasihnya itu. Huh....dasar gagal move on..! Sekuat apa sih pesona rubah Jepang itu, pikir Mitha jengkel.


Mitha menyesali ide untuk datang ke butik ini. Tau gitu mending pesan online saja. Pasti langsung diantar. Dari pada begini...Ujung-ujungnya, dia kembali lagi sakit hati karena di butik ini dia harus bertemu sama ulat jagung ini.


Mitha langsung melongos membuang pandangannya ke sembarangan arah.


Dia tak ingin melihat pemandangan itu. Tak bisa dipungkiri, hatinya merasakan sakit. Sakitnya seperti ditusuk pisau tak kasat mata. Nyeri tapi tak berdarah.


Dia sadar diri, tak mungkin Fatan bisa melupakan Arumi yang merupakan mantan terindahnya itu.


Dan lagi pula, apa hak dia untuk cemburu. Status dia hanyalah sebatas istri di atas kertas yang sebentar lagi status itu akan segera berakhir begitu bayi yang di kandungnya ini lahir ke dunia.


Mitha menghela nafas dan bermaksud hendak melangkah menjauhi kedua orang yang sedang terlibat CLBK itu.


Fatan melihat perubahan sikap Mitha dan langsung tersadar jika ternyata tangan Arumi masih menempel di lengannya. Fatan lantas menarik kasar lengannya dari pegangan Arumi hingga membuat cewek itu agak terdorong ke belakang.


" Baby Fat, kamu kok kasar gitu.. " rengek Arumi dengan tak tahu malu. Dia memang sudah tebal muka dan seolah kehilangan gengsi ketika tahu jika Fatan sudah menikah.


Tidak bisa...!


Dia tak bisa terima jika Fatan sudah berpindah ke lain hati. Maka dari itu, dia berusaha untuk kembali mendekati Fatan.


Merasa mendapat penolakan dari Fatan, Arumi tak putus asa. Dia bermaksud untuk kembali menempel di lengan Fatan namun keburu di dorong kembali oleh Fatan.

__ADS_1


" ARUMI..! jaga tingkah lakumu. Jangan sampai aku membuatmu malu di tempat ini." bentak Fatan dengan sorot mata sedingin salju. Cowok itu kemudian berlalu pergi dan menghampiri Mitha.


Fatan berdiri di hadapan Mitha. " Kamu sudah selesai...? " tanyanya kemudian. Anjirrrr....... tuh muka atau kulkas es batu, pikir Mitha. Intonasi suaranya tak kalah dingin dengan saat berbicara dengan Arumi tadi. Mitha menjadi keder dan gugup.


" Su.. sudah. Nih....." Mitha menunduk dan memperlihatkan semua barang belanjaannya kepada Fatan.


Dia berusaha bersikap biasa saja, tapi tetap saja dia merasa deg - degan. Grogi juga menghadapi sikap Fatan jika sudah pasang mode songong dan lempeng kayak jalan tol begini.


Fatan melirik barang - barang yang ditenteng di taMitha. Fatan mengangkat sebelah alisnya. Apa ini..? pikirnya. Mengapa hanya ini benda yang dibeli oleh sang istri. Apa istrinya sengaja ingin membuat malu keluarganya. Fatan menghela nafas kesal.


"Ikut aku..!! " ujarnya lantas menarik tangan Mitha dengan tergesa-gesa menemui Madame Love.


" Mau kemana, Kak. Aku sudah selesai. Hanya ini saja barang yang aku butuhkan. Aku mau pulang saja. Aku lelah." ujar Mitha. Tapi Fatan tak perduli dengan perkataan Mitha. Dia terus saja menarik tangan Mitha hingga sampai di depan galeri perhiasan Madame Love.


" Madame Love, berikan aku perhiasan yang itu..! " tunjuknya pada satu set perhiasan yang terpampang di etalase perhiasan milik Madame Love.


Madame Love tersenyum penuh arti lantas mengambil perhiasan yang ditunjuk Fatan tadi.


"Ini, Tuan. Pilihan anda sangat jeli. Perhiasan ini memang sangat indah dan berkelas. Sangat cocok untuk istri anda." puji Mademe Love.


" Baik, saya ambil yang ini. Berapa harga perhiasan itu...? "


" Tujuh ratus juta, tuan... " jawab Madame Love.


Mata Mitha membelalak kaget saat mendengar harga perhiasan tersebut. Gila..! Anjorrrr.... mauhhal pake banget.!!!


" Kak, itu mahal sekali. Ayolah, kakak tak perlu repot untuk membelikan aku perhiasan semahal itu. Aku sama sekali tak membutuhkannya... "


Mitha merasa tak enak hati. Mengapa Fatan harus membeli perhiasan segala sih...?


Seumur hidupnya, dia tak pernah bermimpi untuk membeli perhiasan semahal itu.

__ADS_1


Fatan cuek tak menggubris perkataan Mitha. Dia menoleh dan berkata kepada Madame Love.


" Madame, total semua belanjaan istriku berikut perhiasan itu juga..!" titahnya kepada Madame Love.


" Baik, tuan Fatan...! "


Madame Love langsung memerintahkan kepada pegawainya untuk menghitung seluruh total belanjaan Mitha berikut harga satu set perhiasan yang beli Fatan.


" Ini tuan, totalnya semua adalah tujuh ratus tiga puluh lima juta." kata pegawai Madame Love.


Mulut Mitha semakin terbuka lebar mendengar total belanjaan miliknya berikut perhiasan tersebut. Masa harga baju, sepatu dan tas miliknya seharga tiga puluh lima juta. Gila..... bahan baju, tas dan sepatunya terbuat dari apa..? Apa dari emas...? Mengapa harganya bisa semahal itu, yah..? rutuk Mitha dalam hati.


Tadi estimasinya paling mahal bajunya seharga lima ratus ribu, ternyata harga bajunya mencapai lima belas juta. Sisanya adalah harga sepatu dan juga tas berlabel huruf G dan C.


" Pakai ini..!" Fatan menyerahkan sebuah kartu sakti berwarna hitam miliknya untuk membayar semua belanjaan tadi kepada pegawai Madame Love yang langsung memproses pembayaran Fatan dengan menggesekkan kartu milik Fatan ke mesin pembayaran otomatis.


Klik....!


Pembayaran selesai. Semudah itu.


Huh,... orang kaya memang enak banget. Mau belanja apa saja nggak pake ribet. Tinggal gesek, beres, ucap Mitha dalam hati.


Setelah membayar harga perhiasan dan belanjaan Mitha, Fatan dan Mitha pun akhirnya memutuskan pulang ke rumah untuk bersiap - siap pergi ke pesta jamuan makan malam nanti malam.


Sepeninggal mereka, Arumi masih berdiri mematung di dekat pintu. Dirinya masih tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat dan dia alami.


Fatan, mantan kekasihnya yang masih dia cintai, baru saja membelikan Mitha satu set perhiasan yang harganya ratusan juta. Beruntung banget si Mitha, dengusnya kesal.


Andai saja dirinya yang jadi istri Fatan saat ini, sudah pasti dia akan meminta apa saja kepada Fatan. Dan dia yakin seratus persen jika Fatan pasti akan mengabulkan semua permintaannya.


" Huh, kesal...! Mengapa semua orang terkesan membela dan menyayangi cewek udik itu, sih..? protes Arumi dalam hati.

__ADS_1


Seseorang menepuk bahunya. Arumi sontak menoleh..


" Kevin....!!! "


__ADS_2