Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 64 Sadar Kembali


__ADS_3

Pertanyaan serupa dengan Mitha juga menjadi pertanyaan di benak Gara. Menurut cerita yang didengarnya dari Gadis, sebenarnya sasaran dari pengemudi mobil itu adalah Gadis. Kenapa mesti Gadis. Apa Gadis memiliki masalah dengan seseorang atau mungkin saja Gadis memiliki musuh bebuyutan mengingat sepak terjang cewek itu di dunia persilatan eh maksudnya perkaratean.


Sementara Gadis, cewek itu belum berpikiran tentang apa pun juga terkait dengan kejadian yang dia alami. Dia masih terguncang dengan peristiwa yang dia alami.


......................


Fatan baru saja sampai di rumah. Dia heran karena tidak menemukan Mitha di rumah padahal tadi Mitha sudah menelponnya untuk segera pulang karena istrinya itu katanya akan memberikan kejutan untuk Fatan. Kemana Mitha, tanya Fatan dalam hati.


Alangkah terkejutnya Fatan saat di beritahu oleh mommy Amel bahwa Mitha sedang pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Gadis yang mengalami kecelakaan.


Tentu saja Fatan sangat terkejut dan juga merasa prihatin. Walaupun Gadis dan dia tidak terlalu akrab, tetapi Gadis adalah sahabat Mitha, istrinya. Itu juga berarti bahwa Gadis juga adalah sahabatnya.


Fatan merasa kepikiran dengan Gadis dan juga istrinya. Akhirnya, Fatan pun pergi menyusul Mitha ke rumah sakit.


Di lain tempat, Edo yang saat itu sedang mendapat tugas jaga mendapat kabar bahwa Gadis mengalami kecelakaan di depan rumah sakit. Dan kini sedang berada di kamar operasi rumah sakit ini. Bergegas Edo mendatangi kamar operasi untuk melihat kondisi Gadis.


Kedatangan Edo bertepatan dengan kedatangan Fatan yang saat itu juga ingin melihat kondisi Gadis.


Sama seperti Mitha, Edo dan Fatan jadi melongo saat melihat Gadis. Walaupun keadaan Gadis jauh dari kata baik, namun setidaknya mereka bisa menarik nafas lega karena dokter tomboy yang cantik itu baik - baik saja.


Terus....jika Gadis tidak mengalami kecelakaan, kenapa mereka masih berada di ruang Operasi. Siapa yang sedang di operasi...?


" Gadis, kamu baik - baik saja? " tanya Edo saat melihat Gadis yang duduk terpekur di kursi tunggu di depan ruang Operasi.


Gadis menghambur memeluk Edo. Dia kembali menangis saat Edo bertanya tentang keadaannya.


" Gue baik - baik saja, Do.. Tapi Agra.. dia... dia telah menyelamatkan Gue. Dan sekarang dia sedang bertarung antara hidup dan mati, semua karena gue., hik..hik..hik." kata Gadis di antara tangisnya.


" Agra.... maksudnya Gara?" tanya Edo.


Gadis menggelengkan kepala tetapi kemudian menganggukkan kepala.


" Agra itu saudara kembar Gara.." jawab Gadis. Gadis lalu memperkenalkan Gara pada Edo dan Fatan.

__ADS_1


Fatan dari tadi terus memperhatikan Edo. Bukan apa - apa, pada pertemuan mereka yang terakhir, mereka berdua terlibat masalah yang membuat mereka akhirnya terlibat adu jotos. Maka wajar saja, Fatan sedikit was - was kalau Edo hendak kembali mendekati Mitha.


Gadis menceritakan pada Edo tentang Agra dan Gara. Tentang kebenaran yang dia lihat dan yakini selama ini ternyata salah. Agra dan Edo adalah dia sosok yang berbeda walaupun Agra sempat bertukar jati diri menjadi Gara. Dan disanalah kesalah fahaman bermula.


Edo menarik nafas lega..Dia lega sahabatnya itu akhirnya mau berdamai dengan masa lalunya. Dia lalu menatap Gadis sambil tersenyum - senyum.


" Lo, berantakan sekali, Mpok. Miris bener, dah nasib Nyonya Agra.. " celetuknya tanpa bisa di tahan. Edo memang keterlaluan. Bisa - bisanya di saat seperti ini dia mengomentari penampilan Gadis.


Gadis yang mendapat 'pujian" Edo meringis kesal. Edo bukannya kasihan. dengan musibah yang dialaminya, cowok tengil itu malahan meledeknya.


Maka habislah Edo kena hujan pukulan dari Gadis.


Sedangkan Gara dan Mitha yang mendengar kata - kata Edo hanya tersenyum saja menyaksikan tingkah keduanya. Memang benar, keadaan Gadis sungguh memprihatinkan. Bajunya yang penuh darah belum sempat di ganti. Belum lagi bekas darah Agra yang menempel di pipi Gadis. Sepintas, orang akan mengira jika Gadis juga korban kecelakaan. Hahaha....


" Gadis, apa kamu memiliki musuh? " akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Mitha.


" Apa??? "


......................


Namun jika diperhatikan lagi lebih seksama, maka baru di sadari bahwa ada yang aneh dari cowok itu.


Tatapan matanya akan mampu membuat orang yang menatapnya bergidik ngeri. Mata itu berkilat kebiru - biruan dengan seringai tipis yang samar. Mata milik seorang phisikopat sejati.


Hal yang membuat dia kesal dan marah adalah karena orang menjadi target incarannya lepas begitu saja.


" Kenapa sih, cowok itu mau bela - belain mengorbankan diri demi cewek tomboy itu?" dia bertanya dalam hati sambil tersenyum mengejek.


Di dalam benaknya, terbayang sosok Gadis yang tomboy dengan rambut pendek dan postur tubuh yang tinggi semampai hingga tanpa sadar membangkitkan sesuatu di bawah sana.. Lagi, hanya dengan membayangkan saja, dia mengalami ereksi. Dan kali ini, dia membayangkan Gadis.. Cewek tomboy yang cantik, yang berprofesi sebagai dokter itu.


" Hem, sepertinya aku berubah pikiran.. Nampaknya permainan ini akan semakin seru jika aku melibatkan Gadis... " pikirnya kemudian.


" Axel... apa yang sedang kamu lakukan disini.... "

__ADS_1


......................


Agra membuka matanya perlahan - lahan. Sudah dua minggu dia tidak sadarkan diri dan sempat mengalami masa - masa kritis. Namun, rupanya Tuhan masih lagi menyayangi nyawa. cowok bermata elang itu.


Alhamdulillah.....Dia akhirnya berhasil juga selamat setelah melewati masa - masa kritis.


Dokter yang menangani operasinya menarik nafas lega setelah cowok itu dinyatakan berhasil melewati masa - masa kritisnya.


Yang pertama di lihatnya saat membuka mata adalah Gadis.


Cewek itu sedang tertidur di samping tempat tidurnya dengan posisi sambil duduk dengan kepala menyandar di sisi tempat tidur Agra.


Agra ingin menyentuh Gadis.


Susah payah tangan Agra terulur dan akhirnya dia berhasil menyentuh kepala Gadis.


Gadis yang merasakan ada sentuhan di kepalanya langsung saja terbangun.


Alangkah terkejutnya Gadis saat terbangun dan membuka mata, dia mendapati Agra yang sudah siuman dan berusaha untuk menyentuhnya.


" Agra...! kamu sudah sadar.... "


Air mata Gadis tak terbendung lagi. Dia tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya karena Agra sudah sadar dan membuka matanya. Dia langsung memberitahu Gara dan juga papa mama Agra yang kebetulan juga ada di sana.


Setelah diberitahu Gara bahwa Agra mengalami kecelakaan, papa dan mama Agra langsung saja bertolak dari Australia dengan pesawat pribadi dan tiba di Indonesia pada malam itu juga.


Setibanya di tanah air mereka segera mendatangi rumah sakit tempat Agra dirawat. Mereka sangat mengkhawatirkan keadaan Agra karena saat itu keadaan Agra sedang mengalami masa kritis.


Semua orang sedang berkumpul di ruangan Agra. Raut bahagia jelas terlihat melalui pancaran mata Gadis dan juga seluruh keluarga Agra. Mereka tak hentinya tersenyum melihat Agra yang kondisinya sudah semakin stabil.


Setelah sadar tadi Agra menjalani tes pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pasien. Setelah selesai, Agra langsung di pindahkan ke ruang perawatan. Dia di tempatkan di ruang perawatan VIP atas permintaan keluarga Agra.( Lah, iyalah... masa kelas, sih... )


" Welcome, Brother.... " kata Gara pada Agra sambil mengacungkan tangan tanda tos.

__ADS_1


' Thanks, Brother.. " jawab Agra sambil tersenyum ke arah Gadis. Dia bahagia, karena saat dia bangun, orang pertama yang dilihatnya adalah Gadis- nya.


__ADS_2