
Reno mengirimkan identitas dan foto orang yang menyebarkan video rekayasa Mitha. Gigi Fatan sampai menggeletuk menahan geram saat menerima informasi dari Reno. Tangannya terkepal kuat.
"Bajingan, mereka benar-benar biadab. Tunggu pembalasanku.. " geramnya.
Papa Bram yang tadinya ingin lanjut berbicara jadi heran. Siapa yang dimaksud Fatan mereka..?
...----------------...
Pagi hari, Edo kaget sekali karena merasakan seperti ada seseorang di balik tubuhnya. Cepat - cepat dia berbalik untuk melihat siapa yang berbaring di belakangnya.
Astaga.... dia baru ingat, semalam Queen menginap di apartemennya. Dan mereka berdua juga tidur di ranjang yang sama berdua. Meskipun demikian tidak terjadi apa - apa antara dia dan Queen. Edo masih kuat menahan godaan, hehehe. (Benarkah..? Nah semalam yang ke kamar mandi siapa...?)
Tadi malam, setelah kedapatan berciuman dan ditegur sekuriti, dia dan Queen memutuskan untuk berjalan - jalan ke pantai ( lagi..? Nggak kapok keciduk satpol PP, do??).
Di Pantai itu, Edo menceritakan tentang Mitha kepada Queen agar Queen tak salah paham lagi terhadap Mitha. Edo mengatakan pada Queen bahwa Mitha dan Gadis, kedua cewek tersebut adalah para sahabatnya.
Edo mengakui, jika dulu dia sempat menyukai Mitha. Malah dia nekat untuk mengajak Mitha menikah yang saat itu sedang hamil anak Fatan begitu Mitha melahirkan. Akan tetapi Mitha menolak walaupun Mitha juga sebenarnya mencintai Edo.
Mitha lebih memilih Fatan, untuk menjadi suaminya. Lelaki yang telah merenggut kesuciannya dan kemudian membuatnya hamil hingga terpaksa harus menikah kontrak di bawah perjanjian bahwa mereka akan bercerai begitu anak mereka lahir.
Hingga Edo kesal dan melampiaskan kekesalannya dengan minum - minum di klub malam dan berujung pada peristiwa malam itu.
"Sebenarnya, malam itu, aku tak terlalu mabuk untuk mengetahui kalau yang nabrak aku itu cewek secantik kamu. Aku masih setengah sadar dan tahu kalau yang salah itu aku bukannya kamu. Tapi karena saat itu aku sedang kesal maka aku lampiaskan saja marahnya aku ke kamu... "
Mata Queen langsung membulat sempurna karena kesal. Namun dia tak jadi marah karena melihat wajah serius Edo.
"Jadi, sekarang apakah kakak masih mencintai dan mengharapkan cinta kak Mitha...? " tanya Queen.
" Tidak lagi. Sekarang aku sudah merelakan Mitha hidup bahagia bersama suaminya.. Dan lagi pula aku sudah menemukan seseorang yang jauh lebih memahami aku. Dia sangat sabar dalam menghadapi sifat aku yang sedikit gila dan egois. Dia membuat aku merasa sangat nyaman bahkan meskipun harus tidur di kantor satpol PP sekalipun, hahaha... "
Queen sontak kesal mendengar cerita Edo yang ujung-ujungnya kembali mengingatkan dia bagaimana seorang Edo telah mengubah statusnya dalam semalam menjadi istri dokter muda itu. Queen menghadiahi Edo cubitan mautnya. Namun lelaki itu tak mengelak sedikit pun. Yang ada dia malah menangkap tubuh mungil Queen dan membenamkan tubuh itu ke dalam dekapannya. Dia bahagia, akhirnya dia bisa melepaskan perasaannya dan mencurahkan isi hatinya kepada seseorang. Seseorang yang istimewa, yang telah membuat Edo Prasetya jatuh cinta.
__ADS_1
Lantas, karena malam sudah sangat larut dan hujan yang mulai turun, Edo kemudian meminta Queen agar menginap di apartemen Edo saja. Karena jarak antara apartemen Edo dari pantai lebih dekat ketimbang jarak dari pantai ke rumah Queen.
Edo memandang cewek cantik yang masih meringkuk di bawah selimut itu dengan gemas. Wajah Queen yang cantik alami dan pipi yang sedikit cubby dan kemerahan benar-benar menggoda iman untuk dicium. Tak tahan akhirnya Edo menciumnya juga.
Cup...
Sebuah ciuman mendarat di pipi cewek itu. Namun cewek cantik itu masih bergeming. Tetap bobok cantik..
Gemas,... Edo kembali mengulang ciumannya. Kali ini sasarannya adalah bibir Queen. Cup....
Queen sontak langsung terbangun dan tak sadar, reflek sebelah kaki Queen bergerak menendang Edo. Tendangan Queen tepat mengenai 'adik kecilnya' Edo. Bukan itu saja, Edo pun terjatuh dari tempat tidur.
"Aduhhhh....! "
Edo mengerang kesakitan sehingga membuat Queen menjadi panik.
" Aduh, kak Edo.. Maafin aku. Aku tadi reflek aja. Habisnya kakak sih, kagak bilang - bilang kalo mau nyium...." ( Nah, Neng Queen, orang neng lagi tidur, bagaimana mau bilang, ya. Aneh bin Ajaib...)
"Ya, Maaf. Mana aku tahu kalau itu kak Edo. Lagian, kakak sih, kenapa pake nyium aku segala.... "
" Ya ampun, Queen. Yang mencium kamu itu, suami kamu sendiri. Emangnya salah kalo suami mencium istrinya sendiri. Jadi cewek nggak ada romantis - romantisnya sama sekali. Lagi.. " gerutu Edo kesal.
" Iya.... iya. Aku kan, tadi sudah bilang. Aku minta, sorry. Aku sengaja.... "
" Apa..?! Quu..een...!!?"
Queen sontak berlari sambil tertawa terbahak - bahak. Dia sukses mengerjai Edo.
Sebenarnya, Queen sudah bangun semenjak tadi. Tepatnya sebelum Edo menciumnya. Dia malu saat menyadari bahwa Edo memandangi wajahnya. Sehingga dia pura - pura seakan-akan masih tertidur.
Di luar dugaan, Edo malah menciumnya. Tak cuma sekali, dua kali malah. Di pipinya dan.. di bibir. Queen malu setengah mati. Sontak saja, Queen terbangun dan kakinya reflek menendang Edo.
__ADS_1
Niatnya sih, buat ngagetin Edo saja. Tapi siapa sangka, justru tendangannya mengenai pedang samurai Edo dan alhasil.... selamat...!! Edo kena strike.
Edo pun kesal setengah mati. Dia berlari mengejar Queen. Akhirnya kejar - kejaran pun terjadi. Sayangnya, Queen berhasil ditangkap dan masuk penjara eh.... pelukan Edo. Mereka berguling - guling di lantai ruang tamu apartemen Edo.
Edo yang gemas Mel****t habis bibir Queen hingga cewek itu hampir kehabisan nafas barulah cowok itu melepaskan ciumannya.
" Itu hukumannya karena berani mengerjai Edo Prasetyo.. "
"Kak Edo jahat.... " seru Queen. Dia menggerutu sambil membenahi rambut dan pakaiannya yang acak - acakan.
Melihat keadaan Queen yang acak - acakan, Edo menjadi semakin bergairah. Di matanya, Queen sangat sangatlah seksi.
Edo tak tahan lagi. Dia kembali menarik tubuh Queen dan membenamkannya ke dalam kukungan tubuhnya. Dia mencumbu habis Queen dengan segenap perasaan hingga sesuatu dalam dirinya kembali bangkit.
Queen hanya bisa pasrah dan terbuai hanyut dalam cumbuan Edo. Pakaian tidur Queen yang hanya berupa kemeja Edo yang kedodoran di tubuhnya, kini sudah terlempar entah kemana.
Semua terpampang nyata di hadapan Edo tanpa adanya batasan lagi. Hampir saja pedang samurai Edo melesak masuk menembus ke tubuh Queen. Suara bel yang berbunyi, membuat Edo tersadar dan buru - buru melepaskan senjatanya yang sudah hampir memasuki tubuh Queen. Dia pun melepaskan pelukannya.
" Maaf, aku tak sengaja, sayang. Aku benar-benar tak sanggup menahan diri jika bersamamu. Aku tergila-gila padamu, Queen.. "
" Tak apa - apa, Kak. Aku juga salah. Aku membiarkan kamu dan menikmatinya. Aku rasa kita sama-sama salah... " kata Queen seraya beringsut memungut bajunya yang berserakan di lantai dan buru - buru memakainya.
Bel pintu kembali berbunyi. Edo yang sudah selesai memakai kembali bajunya langsung beranjak membuka pintu.
Begitu pintu terbuka Pak Pramono, papanya Edo langsung melotot saat matanya melihat siapa yang ada di ruang tamu.
" Queen...! "
" Eh, Pah. Ini tak seperti yang papa pikirkan. Aku dan Queen tidak melakukan apa - apa. ( Benarkah..?).. Queen tadi malam menginap karena semalam sudah kemalaman pulang dan hujan turun.... "
"Edo, cukup. Sekarang ganti baju dan ikut sama papa. Kamu juga Queen. Lekas ganti baju sana. Kalian berdua ikut sama papa.. "
__ADS_1