Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 53 Obsesi..?


__ADS_3

Mitha baru saja selesai mandi setelah selesai menidurkan Kenan. Fatan rupanya sudah berada di rumah. Dia baru saja pulang dari rumah sakit.


Melihat Mitha sudah selesai mandi, Fatan tergoda untuk mencium Mitha.


Suaminya itu langsung saja mencium Mitha dengan ciuman yang panas dan baru berhenti setelah beberapa lama karena Mitha hampir kehabisan nafas.


Fatan terkekeh lalu berpindah mencium Kenan dengan gemas. Bayi yang baru berumur empat bulan itu tentu saja merasa terganggu. Akibatnya, tentu saja Kenan menangis kencang. Kalau sudah begini, Mitha jadi kesal karena harus kembali menidurkan Kenan.


" Aku kangen kalian berdua." kata Fatan setelah Mitha selesai menidurkan Kenan. "Rasanya aku mau cepat - cepat pulang kalau sudah di rumah sakit."


" Aku tak bisa lama - lama berada jauh darimu dan juga Kenan. Kalian adalah duniaku sekarang..... "


Fatan lalu mendudukkan Mitha di pangkuannya. " Tahukah kau, kamu itu sudah menjadi candu bagiku, Mitha. Aku suka yang ini.... " kata Fatan sambil mencium bibir ranum sang istri yang tampak menggoda. Me*lu***tnya dengan lembut. Kemudian Fatan membenamkan kepalanya di dada Mitha. " Aku suka semua yang ada pada diri kamu. Aku cinta kamu, Mitha... "


Mitha tersenyum saat kembali mendengar Fatan mengatakan kata cinta untuknya. Walaupun dia tidak menjawab ungkapan cinta Fatan untuknya, namun Mitha yakin bahwa Fatan dapat merasakan kalau Mitha juga sebenarnya mencintai Fatan.


Alhasil, sore ini Mitha harus rela berkeringat lagi karena rupanya Fatan meminta lebih dari itu. Aktivitas panas pun berlanjut pada adegan di ranjang.


...----------------...


" Kak, tadi mommy telpon. Kata Mommy, kita diminta datang ke rumah mommy karena papa mau bicara sama kakak....." kata Mitha.


Saat ini mereka sedang makan bersama usai pertempuran sengit mereka yang menguras tenaga.


Fatan langsung menghentikan suapannya. Dia jadi teringat sesuatu. Tempo hari, Papanya memang sempat menelponnya dan memintanya untuk datang ke rumah besar karena mau membahas masalah penting.Tapi papanya menolak mengatakan di telpon tentang masalah yang akan mereka bicarakan.


"Emangnya ada masalah penting, ya Kak. " tanya Mitha.


"Entahlah, sayang. Aku juga tak tahu masalah apa, karena sewaktu kutanya tentang masalahnya, papa bilang nanti saja dibahas kalau kita sudah ada di sana.. "


" Oh, gitu... Jadi kita harus pergi ke sana... "


" Iya, lagi pula, mommy dan papa pasti sudah kangen sama Kenan...."


" Betul juga, oke lah. Jadi kapan kita pergi ke rumah mommy? "

__ADS_1


' Aku rasa akhir pekan ini saja. Karena selama satu minggu ini aku akan sibuk, sayang... " kata Fatan.


Mitha mengangguk dan meneruskan makanannya. Sesekali, dia harus menerima suapan dari Fatan yang memintanya makan sayur atau lauk lebih banyak karena katanya Mitha itu ibu menyusui yang harus makan banyak supaya air susunya tetap lancar.


...----------------...


Sementara itu, di sebuah apartemen mewah di kawasan Jakarta Pusat.. Nampak seorang cewek sedang berjalan hilir mudik di depan seorang cowok. Wajah cewek itu nampak gusar.


" Arumi, stop berjalan hilir mudik kayak setrikaan begitu.. Kemarilah..... " kata Axel.


Arumi mendengus kesal lantas menghempaskan bokongnya di samping Axel.


" Sekarang, katakan padaku. Apa yang membuatmu kesal...." kata Axel pada Arumi.


" Kevin, xel. Aku kesal banget sama dia...."


Kening Axel mengerut. " Kenapa lagi dengan mantan cowok kamu itu."


Arumi mendelik ketika Axel menyebutkan Kevin mantan cowoknya. Walaupun pada kenyataannya memang demikian.


Axel tertawa terkekeh " terus sama Fatan, gimana. "


" Nah, itu dia. Aku bingung. Aku maunya balik sama Fatan..Tapi Fatan nggak peduli lagi sama Aku.. " kata Arumi dengan ekspresi sedih.


" Emang sama Kevin kenapa.. ? "


" Aku benci sama Kevin ...!"


Axel tertawa mendengar Arumi mengatakan hal itu. Bukan sehari dua hari dia mengenal Arumi. Dia tahu dengan pasti bahwa Arumi dulu begitu tergila - gila pada cowok yang bernama Kevin.


" Bukannya dulu kamu begitu tergila - gila pada Kevin....."


" Dulu, memang aku sangat mencintai Kevin. Mungkin juga sampai sekarang. Tapi dia telah menyakiti aku .... Entahlah, aku bingung..," kata Arumi. "Terus, kamu gimana...." tanya Arumi lagi.


" Apanya yang, gimana....? "

__ADS_1


" Iya, masalah kamu dengan cewek itu. Cewek yang katanya kamu suka.., "


" Baik.. Aku berhasil mendekati dia.... "


" Siapa sih, cewek yang kamu suka itu. Mengapa aku tak boleh tahu, sih? "


" Nanti saja. Suatu saat akan kuperkenalkan padamu.. "


Axel menyudahi percakapan tentang dirinya. Dia memang pribadi yang agak tertutup jika berbicara tentang dirinya.


Axel adalah sepupu Arumi. Dia mengenal Arumi sejak kecil karena mereka besar bersama. Axel juga mengenal Fatan. Walaupun Fatan tak mengenalnya. Karena Arumi selalu menceritakan apa saja yang dialami cewek itu. Termasuk saat dia berpacaran dengan Fatan dan sekaligus dengan Kevin..


Arumi begitu mencintai Kevin karena Kevin adalah teman masa kecil Arumi. Sedangkan Fatan, Arumi mengenal cowok itu saat masih di SMA. Keduanya berpacaran walaupun sebenarnya Arumi tidak terlalu mencintai Fatan. Cinta Arumi kepada Fatan tidak sebesar Cinta Arumi oada Kevin. Itulah sebabnya Arumi memutuskan untuk pergi ke Jepang menyusul Kevin yang lebih dahulu berada di sana karena Kevin memilih study di Jepang.


Sedangkan Axel, dia menyusul ke Jepang karena suruhan papa Arumi. Papa Arumi menugaskan dia mengawasi Arumi karena Axel dipercaya bisa mengendalikan Arumi yang keras kepala dan suka bertindak sesuka hati.


Sepulang dari Jepang, Axel kembali harus berurusan dengan Fatan.. Karena salah satu properti perusahaan ayah Arumi, terancam akan di ambil alih oleh sebuah perusahaan property.. Dan ternyata, perusahaan property itu adalah milik Fatan dan teman - temannya.


Di sanalah, Axel mengenal Mitha. Dia juga tahu latar belakang pernikahan Fatan dan Mitha. Entah mengapa, dia langsung suka saat pertama kali melihat Mitha. Dan rasa suka itu lama - lama berubah menjadi obsesi. Dia terobsesi ingin memiliki Mitha.


...----------------...


Wanita yang merupakan pekerja **** itu menatap tak berkedip kepada tamu yang merupakan pelanggannya itu.


Malam ini, dia kedatangan tamu yang membooking dirinya satu malam. Tak tanggung - tanggung, tamu itu menawarkan jumlah penawaran yang harganya sepuluh kali lipat dari harga yang biasa dia tawarkan.Tampan sekali. Jika begini model tamunya, tidak dibayarkan aku rela, pikirnya.


Dia bergegas menghampiri dan tersenyum manis. Ini adalah tamu istimewa dan spesial. Disamping berwajah tampan pelanggannya ini juga sepertinya tajir. Maka perempuan itu tak mau menyia - iyakan kesempatan ini. Aku harus memberi pelayanan yang sempurna, pikirnya.


Jarang - jarang ada pelanggan yang membayar jasa pelayanannya dengan nominal yang besar dan langsung di bayar separuh di muka. Maka dari itu dia harus memberi servis yang terbaik. Siapa tahu, kalau pelanggan itu puas, dia akan diberi bonus.


"Tuan, apa langsung mulai atau tuan mau pemanasan dulu... "


" Aku ingin kamu berpakaian seperti wanita itu..... " kata pelanggan sambil menunjukkan sebuah foto seorang wanita.


Dia lantas menyerahkan selembar gaun yang sama persis dengan yang dipakai wanita dalam foto itu.

__ADS_1


" Pakai ini.... " perintahnya.,


__ADS_2