Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 30 POV Arumi


__ADS_3

Hari masih sore dan suasana sore hari ini sangat bagus dipakai untuk jalan - jalan mengisi waktu luang. Memang rasanya sudah agak lama aku belum pernah lagi berkeliling kota Jakarta ini sejak terakhir kedatanganku ke kota ini beberapa bulan yang lalu.


Aku tak pernah jalan - jalan seperti sekarang ini. Aku selalu saja tenggelam dalam bermacam - macam kesibukan bersama teman - temanku, hingga waktuku lebih banyak tersita untuk hal- hal yang sebenarnya unfaedah banget...


Awalnya secara tak sengaja, aku melihat Mitha, cewek teman Fatan yang kemarin sudah berbaik hati mau menolongku untuk menemui Fatan ada di butik Madame Love langgananku.


Aku penasaran karena tak menduga cewek kampungan seperti Mitha bisa Menginjakkan kakinya di butik ini. Karena setahuku, butik ini hanya di datangi oleh orang-orang kaya saja yang punya uang banyak.


Aku sangat kaget saat cewek itu mengatakan bahwa kedatangannya kemari adalah untuk membeli baju pesta. Gila...! Apa dia kira harga baju - baju di sini seperti harga baju - baju di pasar malam.


Aku langsung tertawa tanpa bisa kutahan. Ternyata cewek itu lucu juga. Namun, tawaku itu tak berlangsung lama. Sebuah fakta menamparku begitu telak. Mitha ternyata mengenal Madame Love, sang Pemilik Butik.


What the hell...ddr..???


Tak cukup sampai di situ saja. Aku kembali mendapat kejutan yang Maha luar binasa ketika Madame Love memberitahu diriku bahwa Mitha itu adalah menantu kesayangan nyonya Amel Bramantyo.


Wajahku mendadak pias. Lututku terasa lemas. Apa yang telah terjadi...?


Aku benar-benar tak bisa percaya pendengaranku.


Bagaimana tidak....? Nyonya Amel Bramantyo itu bukannya mommy nya Fatan. Astaga, benarkah Mitha itu adalah menantu nyonya Amel Bramantyo? Apakah benar demikian.? Jadi selama ini ternyata Fatan sudah menikah..?


Jika memang benar Fatan sudah menikah, maka berarti Mitha, cewek yang baru saja kukenal beberapa hari yang lalu itu adalah istri dari Fatan kekasihku, atau lebih tepatnya lagi mantan kekasihku.


Bagaimana mungkin cewek kampungan itu bisa menjadi istrinya Fatan. Aku sungguh tak menyangka. Cuih..... ternyata selera Fatan kini turun drastis. Apakah separah itu semenjak putus dariku. Mitha jauh dari kriteria cewek idaman Fatan.


Mendadak saja, muncul perasaan kecewa dan juga perasaan menyesal di hatiku. Mengapa bisa - bisanya aku tidak mengetahui akan hal itu.


Aku masih belum bisa mempercayai semuanya. Setengah otakku masih berusaha mencerna dan mencari tahu alasan Fatan memutuskan untuk menikah dengan cewek kampungan itu.


Akhirnya, aku memutuskan mencari Fatan. Jika Mitha bisa berada di tempat ini, aku menduga pasti cowok itu juga berada di sekitar sini. D

__ADS_1


Dan ternyata dugaanku benar adanya. Aku melihat Fatan sedang duduk di ruang tamu butik sambil memainkan gadget miliknya.


Segera aku menghampiri mantan kekasihku yang tampan itu. Tanpa malu - malu aku langsung memeluk lengannya dengan manja seperti kebiasaanku dulu ketika masih menjadi kekasihnya.


Sejenak Fatan tampak terkejut dengan kehadiran diriku dan dia semakin terkejut ketika menyadari apa yang baru saja aku lakukan. Cowok yang pernah dulu begitu memuja diriku itu menjadi gusar. Dia langsung melemparkan pandangan tidak suka dan melotot padaku dengan wajah kesalnya.


" Arumi..! Apa - apaan sih, kamu..!" bentaknya sambil langsung menarik tangannya dari pelukanku. Kemudian dia berdiri dan melangkah menjauhiku.


Aku tak habis akal untuk mencoba membujuk Fatan agar mau bicara kepadaku.


" Baby Fat, kamu masih marah, ya sama aku..? Aku mohon, maafin aku, ya baby." rengekku manja. Dulu, jika aku sudah memasang jurus begini, biasanya Fatan akan luluh dan langsung merangkulku dalam dekapannya.


Tapi ternyata aku salah. Fatan yang sekarang bukan lagi Fatan yang dulu.


Cowok itu hanya mendengus dengan pandangan acuh tak acuh. Mungkin juga sikap manjaku yang dulu begitu dia sukai sekarang tidak berpengaruh lagi padanya. Atau mungkin juga getar cinta di hatinya untuk diriku sudah tak ada lagi. Aku pun tak tahu pasti. Yang jelas, kali ini aku dibuat kecele dan malu oleh sikapku sendiri.


Tapi, bukan Arumi namanya jika menyerah dengan sikap Fatan yang hanya segitu saja. Aku sudah sering menghadapi cowok seperti Fatan.


" Baby Fat, .... kamu mau kan, memafkan aku...? " rayuku manja. Aku meletakkan kepalaku di lengannya.


" Arumi, aku sudah bilang .... " bentakknya lagi....


" Kak Fatan... "


Itu suara Mitha.....


Apa cewek itu ada di sini? Baguslah. Biar saja dia melihat kemesraan aku dan Fatan. Biar dia tahu siapa sebenarnya pemilik hati suaminya. Aku malah merasa senang jika Mitha kemudian marah pada Fatan dan memutuskan untuk meninggalkan cowok itu.


mendengar namanya di sebut oleh seorang, Fatan menoleh. Aku dapat melihat keterkejutan dan kegugupan di mata Fatan saat melihat Mitha yang sudah berdiri beberapa meter jaraknya dari kami.


" Mitha... "suara Fatan tercekat di tenggorokan. SikapFatan sebenarnya sungguh membuat aku terluka. Dia memilih menjaga hati Mitha ketimpangan menjaga hatiku. ( Ya iyalah, Arumi. Mitha itu, kan istrinya Fatan...)

__ADS_1


Aku tak mau melewatkan moment ini. Aku tak mau melepaskan tanganku dari lengan Fatan. Dia milikku, itu yang mau aku katakan pada Mitha.


Puas aku bisa melihat wajah Mitha yang terlihat kesal. Apa dia cemburu, bheh. .. . .


Fatan yang melihat perubahan sikap Mitha dan langsung menyadar jika ternyata tanganku masih menempel di lengannya. Cowok itu lantas menarik kasar lengannya dari pegangan tanganku hingga membuat aku sedikit terdorong ke belakang.


" Baby Fat, kamu kok kasar gitu.. " rengekku pura-pura kesal. Sebenarnya aku masih betah berlama-lama - lama bergelayut di lengan Fatan. Hanya saja cowok itu sudah keburu melepaskan tanganku. Bukan itu saja, dia juga bahkan mendorong tubuhku dengan kasar.


Dia menolakku. Sikap Fatan jelas sekali menunjukan bahwa dia sudah tak mencintaiku lagi. Apa sekarang hatinya sudah berpindah kepada Mitha..?


Ini tidak boleh dibiarkan terjadi. Tidak bisa...! Aku tidak terima jika Fatan sudah berpindah ke lain hati. Maka dari itu, aku langsung berusaha kembali mendekati Fatan.


" ARUMI..! jaga tingkah lakumu. Jangan sampai aku membuatmu malu di tempat ini." bentak Fatan dengan sorot mata sedingin salju. Cowok itu kemudian berlalu pergi dan menghampiri Mitha.


Fatan berdiri di hadapan Mitha. " Kamu sudah selesai...? " Dia bertanya kepada Mitha. Entah mereka bicara apa, namun sejurus kemudian, kulihat Fatan sudah menyeret tangan Mitha dan membawa pergi istrinya itu menuju ke galeri perhiasan yang ada di butik itu.


Astaga..... OMG, aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku saksikan. Fatan baru saja membelikan istrinya itu satu set perhiasan yang harganya ratusan juta rupiah. Hal itu langsung membuat aku terbakar amarah dan juga cemburu.


Seharusnya aku yang mendapat perhiasan itu. Bukan malah Mitha. Cewek itu sungguh tak ada pantas - pantasnya memakai perhiasan seperti itu. Udik dan norak..!


Aku sedang asyik termenung sendiri memikirkan Fatan ketika seseorang menepuk bahuku. .


Aku menoleh dan mendapati Kevin, sudah berdiri di sisiku.


" Kevin...! "


Mataku melotot memandang Kevin. Mendadak ingatan tentang apa yang membuat aku memutuskan pulang kembali ke tanah air langsung muncul begitu saja.


Emosiku langsung memuncak. " Untuk apa kamu datang menemuiku..? Pergi, aku tak butuh cowok pengkhianat seperti kamu..!" asirku.


" Baby, please. Kamu salah faham... Kasih aku kesempatan buat ngejelasin semua, oke..? bujuknya sambil mencoba meraih tanganku.

__ADS_1


Buru - buru aku menghindar dan berjalan menghampiri mobilku. Mood aku untuk berbelanja di butik Madame Love hilang karena kedua peristiwa tadi. Bertemu Mitha dan Kevin!!!!


__ADS_2