Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.
Bab. 74 Menaklukkan Hati Gadis


__ADS_3

"APA...!" Gadis terlonjak dan matanya melotot hampir mau keluar saking kagetnya dengan ucapan Agra.


"Apa kurang jelas. KITA MENIKAH HARI INI, Gadis Prameswari." ucap Agra dengan lantangnya.


Mulut Gadis ternganga. Apa dia tak salah dengar. Agra mengajak dia menikah.


Gadis menahan tawa mendengar pernyataan Agra yang di sangat tak terduga. Andai kesopanan tak lagi dipegang oleh adat ketimuran yang masih kental di pegangnya saat ini, mungkin saja saat ini sudah dapat dipastikan Gadis akan tertawa terbahak-bahak.


Lelaki di hadapannya ini sungguh lucu. Apa dia lupa, baru saja beberapa waktu yang lalu, lelaki itu memutuskan hubungan mereka. Kini dengan seenaknya perutnya, dia mengajak Gadis menikah. Apa dia pikir pernikahan yang dibangun di atas kepentingan sesaat saja bisa bertahan lama. Lucu.... lucu sekali.


" Kenapa tertawa, apakah ucapanku ada yang lucu...? " tanya Agra yang merasa heran atas sikap Gadis.


Rasanya tidak ada yang lucu atas pernyataannya tadi. Dia mengajak Gadis menikah karena hanya dengan jalan itu, mereka bisa bersama tanpa adanya batasan norma atau etika yang di langgar.


" Tentu saja, aku tertawa. Apa kamu lupa atau lagi amnesia. Kita sudah putus. Kamu sendiri yang memutuskan hubungan kita dan meminta aku untuk melupakan dirimu, Hai Tuan Arogan. Lantas, sekarang kamu mengajak aku menikah, apa kamu pikir hati aku terbuat dari batu." tukas Gadis kesal.


"Aku tidak lupa ataupun amnesia. Semua itu memang benar, tapi aku punya alasan kuat mengapa aku melakukannya saat itu.... " jelas Agra.


Cih...Gadis mendengus kesal. Alasan, dia bilang, alasan..? Alasan apa? Mengapa harus selalu mengatakan bahwa ada alasan di balik semua itu. Bilang saja, kalau kamu hanya ingin mempermainkan hatiku, Hai tuan Arogan.


Gadis menyebut Agra sebagai tuan arogan karena baginya, cowok itu terlalu sombong untuk jujur mengakui perasaannya yang sebenarnya.


"Maaf, tapi aku tak bisa menerimanya. Aku tidak bisa menikah denganmu." jawab Gadis kemudian.

__ADS_1


"Hah, apa..?! "Tentu saja Agra kaget setengah mati mendengar penolakan Gadis. Dia tak menyangka bahwa Gadis akan menolaknya. " Tapi, Bagaimana bisa? Mengapa kamu menolak menikah denganku" tanya Agra lirih. Intonasi suaranya tidak sekeras tadi.


" Apa aku mesti punya alasan juga untuk menolak pernikahan ini..? " tanya Gadis kemudian.


Tenggorokan Agra serasa tercekat. Dia menatap wanita cantik yang memiliki paras mirip marshanda itu dengan tatapan sendu. Mengapa bisa jadi begini? Secepat itukah rasa cinta untuk dirinya hilang di hati Gadis. Tidak, Agra tak percaya. Mendadak saja, Agra menjadi gusar.


Dia tidak terima jika Gadis menolak menikah dengannya. Wanita cantik di hadapannya itu, mengapa justru kini membentang jarak dengannya. Gadis menjauh dan berpaling darinya. Tidak, dia tak bisa terima dengan semua ini. Andai saja Gadis tahu, bahwa selama ini, apa yang dia lakukan adalah untuk melindungi wanita itu....


"Aku tak terima penolakanmu, Gadis. Kamu harus menikah denganku, atau aku tak akan mengizinkan kamu keluar dari tempat ini. Kalau perlu, selamanya...!" seru Agra setengah berteriak. Dia kesal sekali dengan penolakan Gadis.


Bukan hanya Agra yang marah akan penolakan Gadis, pun demikian halnya dengan Gadis. Cewek tomboy yang cantik itu pun sama marahnya dengan Agra. Dia sangat marah kepada Agra yang dianggapnya telah bertindak sesuka hati mempermainkan hati dan perasaannya.


Bagi Gadis, pernikahan itu sesuatu yang sakral. Dia tidak ingin pernikahannya kandas hanya dalam hitungan tahun atau mungkin bahkan dalam hitungan bulan saja. Dia penganut faham monogami. Dalam hidupnya kalau bisa, pernikahan bagi Gadis cukup sekali seumur hidupnya.


" Siapa yang egois..? Aku hanya ingin menikah dengan wanita yang kucintai. Aku hanya ingin melindunginya lebih dekat lagi. Selama ini, aku hanya bisa melindunginya dari sikap dan caraku saja. Aku pikir, dengan memutuskan kamu, aku bisa melindungi kamu..!! " kata Agra.


" Apa maksud kamu dengan melindungi aku. melindungi dari apa...? " tanya Gadis tak faham.


" Aku pikir, kecelakaan yang aku alami masih ada sangkut pautnya dengan kamu...?" kata Agra.


Kening Gadis berkerut mendengar ucapan Agra.


" Aku...? Mengapa bisa demikian..?" tanya Gadis tak mengerti.

__ADS_1


" Awalnya Aku juga tak berpikir sampai ke sana. Aku menduga mungkin saja pelakunya sedang mabok atau ada masalah dengan mobilnya. Aku baru berpikir ke sana setelah temanmu Edo mengatakan bahwa sepertinya kecelakaan yang kamu alami memang di sengaja."


" Di sengaja? Maksud kamu ada yang berniat untuk membunuhku.. " tanya Gadis tak percaya.


Agra mengangguk." Pelakunya mengincar nyawamu."


" Tapi siapa yang menginginkan kematianku..? tanya Gadis heran.


" Entahlah...!" kata Agra sambil mengangkat bahu.


" Awalnya aku mengira itu adalah pesaing bisnis aku yang sengaja ingin mengincarmu karena mengetahui kamu kekasihku."


Gadis merinding saat membayangkan dirinya jadi incaran pembunuh itu.


" Tapi ternyata aku salah...?Pelakunya ternyata bukan itu." kata Agra.


" Jika bukan orang itu, lantas yang mana..?


" Kamu pasti mengenalinya jika Aku tunjukkan fotonya padamu! " kata Agra. Dia lalu membuka dompetnya dan Mengeluarkan sehelai foto.


Gadis sangat terkejut saat melihat foto di tangan Agra.


" Axel......!! " serunya tertahan sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2