
Clara terpaksa ikut atas desakan Alexander berangkat ke kantor. Alexander ingin mengajak Clara untuk makan siang di luar nantinya.
Dia memakai baju Dress casual selutut dengan leher tinggi, warna baju nya yang hitam membuat warna kulit nya semakin putih saja.
Di padu dengan sepatu Ankle Strap Heels, semakin membuat penampilan Clara sangat cantik dan modis.
Rambutnya yang di biarkan tergerai tanpa di ikat, membuat dia semakin imut saja. Dengan dandanan yang apa adanya saja sudah membuat Clara begitu cantik.
Alexander sangat terpesona dengan penampilan Clara. Ingin dia urungkan untuk membawa Clara ke kantor.
Tapi dia sudah janji akan keluar siang ini mau membawa Clara Lunch ke suatu tempat.
"Aku sudah siap Paman.. " sahut Clara yang menuruni tangga.
Di bawah Alexander menatap Clara tidak berkedip.
"Mari kita sarapan dulu " katanya seraya mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Clara ke ruang makan.
Clara menerima uluran tangan Alexander.
Alexander menggenggam tangan Clara, di kecupnya punggung tangan Clara.
Clara tersenyum saja melihat perbuatan Paman nya itu. Dia tidak protes, karena memang Alexander suka Frontal kalau melakukan sesuatu.
"Kau terlihat cantik memakai dress itu.. " ucap Alexander mengelus lengan Clara.
Terimakasih Paman.. " Kata Clara tersipu atas pujian Alexander tersebut.
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat ke kantor.
...****************...
Semua mata melihat kearah Alexander dan Clara. Alexander tidak memperdulikan tatapan para karyawan Hotel. Dia memeluk pinggang Clara posesif.
Mereka memberi salam sambil membungkuk hormat.
"Pagi Tuan Alexander... " Sapa mereka.
Alexander dengan wajah datar nya diam saja tidak menjawab. Berjalan menuju lift khusus, menekan angka 20.
Sudah lama Clara tidak pernah menginjakkan kaki ke Hotel Groups Genius. Terakhir kali kalau tidak salah saat usia 12 tahun, Alexander membawa nya karena sakit.
Alexander membawa nya karena ingin merawat nya. Dia tidak tenang meninggalkan Clara di rumah. Alhasil dia menjaga Clara sambil bekerja.
Dulu Hotel ini tidak semewah ini, hanya berlantai 6 saja. Sekarang telah berkembang pesat menjadi lantai 20.
Paman nya memang luar biasa dalam mengelola usaha peninggalan orang tuanya, menjadi Hotel bintang lima yang super mewah dan mahal.
Mereka sampai dilantai 20 dan langsung menuju kantor Alexander.
__ADS_1
Alexander membawa Clara masuk kedalam kantor nya.
Clara mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruang kantor Alexander. Luar biasa luas dan mewah, lengkap dengan sofa mewah dan kulkas.
Interiornya sangat maskulin sesuai dengan tipe Alexander.
Jendela kaca yang luas, bisa memandang ke segala penjuru kota D. Kalau di lihat keluar melalui jendela tersebut, sepertinya Hotel inilah bangunan yang paling tertinggi di kota D.
Alexander tersenyum melihat Clara yang heboh melihat ke sana ke mari, dia seperti orang yang belum pernah melihat ke ketinggian.
"Kenapa? " Tanya Alexander menghampiri Clara.
"Di lihat dari sini tampak nya kota D terlihat semua " kata Clara, " Lama tidak datang ke Hotel jadi terasa takjub, dulu tidak setinggi ini "
"Ya.. Hotel nya Paman upgrade agar harga saham nya semakin tinggi "
" Hi hii..., kayak barang elektronik aja pake istilah upgrade " Clara cekikikan mendengar kata-kata Alexander.
Alexander pun ikut tertawa mendengar ucapan Clara.
Dia pun tidak tahu kenapa bisa mengucapkan kata Upgrade, mungkin ingin mengikuti istilah anak muda sekarang. Malah jadi terdengar lucu.
Mereka akhirnya tertawa berdua.
Alexander memeluk Clara dari belakang, mengecup puncak kepala Clara bertubi-tubi.
Jadi suatu candu bagi Alexander memeluk Clara. Karena rasanya sangat nyaman. Aroma wangi dari tubuh Clara menjadi penenang buat Alexander.
...****************...
Alexander Genius sang Ceo Groups Genius datang ke kantor menggandeng gadis cantik, dan masih sangat muda lagi.
Itu adalah pemandangan yang sangat langka.
Alexander tidak pernah terlihat begitu posesif memeluk seorang gadis. Yang adanya para wanita yang posesif ingin menempel pada Alexander.
"Hei.. kau lihat tadi tidak, Ceo kita membawa gadis cantik ke kantor " kata karyawan wanita yang berada di meja Resepsionis.
"Benar, sangat cantik sekali... masih muda lagi " kata Resepsionis ke dua, " Apakah itu calon Nyonya Genius.. "
"Bisa jadi.. " ujar Resepsionis yang ke tiga, " Tuan Alexander tampak nya begitu mencintai gadis itu, terlihat dari body gesture nya tadi "
"Iya betul kata mu " Resepsionis yang pertama pun mengiyakan.
"Harapan kita pupus sudah... tidak bisa mendapatkan Tuan Alexander " kata Resepsionis ke dua lemas.
Dari pintu utama Hotel seorang wanita cantik dan seksi memasuki lobby. Dan langsung menuju meja Resepsionis.
"Pagi Nona.. ada yang bisa kami bantu? " tanya si Resepsionis ke dua dengan ramah.
__ADS_1
"Saya mau bertemu dengan Alexander... " ucap wanita itu, nadanya terdengar agak angkuh.
"Oh ya... apakah Nona sudah membuat janji temu dengan Tuan Alex? " tanya sang Resepsionis lagi masih dengan nada ramah.
"Katakan saja Riana ingin bertemu...,dia pasti sudah tahu " kata si wanita seksi dengan yakin nya.
"Maaf Nona... kalau anda belum buat janji temu, Nona tidak bisa bertemu dengan Tuan Alexander.. " sahut Resepsionis pertama.
"He... kau tidak tahu ya... saya ini tunangan Ceo mu Alexander , " teriak wanita bernama Riana tersebut mulai kesal, " Kalau begitu saya naik sendiri saja "
Dia pun bergegas menuju lift khusus.
"Tunggu Nona... anda tidak bisa sembarangan main naik saja... di sini ada aturan nya! " ujar resepsionis ke tiga menahan si wanita seksi tersebut.
"Sekuriti...!! " teriak Resepsionis pertama memanggil petugas keamanan.
Si petugas pun bergegas menahan wanita cantik itu.
" Maaf Nona...silakan duduk diruang tunggu, kami akan menghubungi Tuan Alexander dulu " kata pak Sekuriti.
Terpaksa wanita tersebut menuju ruang tunggu tamu.
"Kalau wanita itu mengaku tunangan Tuan Alex... jadi gadis yang di bawa Tuan tadi itu siapa nya Tuan Alex? " Resepsionis ke tiga.
"Bisa saja wanita itu yang ngaku-ngaku tunangan Tuan Alex.. " kata yang pertama.
"Iya betul..." kata yang ke dua.
Akhirnya mereka pun menghubungi Alexander. Mengatakan ada seorang wanita ingin bertemu dengan nya di lobby bernama Riana.
Jawaban yang mereka terima adalah tidak kenal, suruh pergi, orang tak jelas jangan di ladeni.
"Nah.. benar kan, wanita itu mungkin wanita cinta satu malam yang terobsesi pada Tuan Alex... "
"Iya betul...dia pikir bisa mengejar Tuan Alex "
Mereka pun menyampaikan pada wanita tersebut bahwa Alexander tidak mengenal nya. Dan Alexander menyuruhnya untuk pergi.
Wajah si wanita yang mengaku tunangan Alexander memerah, dia tidak terima dikatakan Alex tidak kenal.
Dan dia pun jadi berang, dia berontak saat sekuriti menarik nya untuk keluar dari lobby Hotel.
"Maaf Nona silakan pergi, anda akan mengganggu tamu Hotel bila seperti ini " ujar sekuriti tersebut.
"Tidak...saya akan menunggu di sini kalau boss mu tidak mau ku temui... saya akan tunggu sampai dia turun "
"Maaf Nona tidak bisa...silakan pergi "
" Tidak mau "si wanita duduk tidak bergeming di tempat duduk nya.
__ADS_1
Bersambung......