Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
65.


__ADS_3

Paginya mereka bangun kesiangan, karena aktivitas mereka tadi malam.


Jam delapan pagi Alexander yang lebih dulu bangun, dia membiarkan Clara tetap tidur.


Alexander mengecup bibir Clara, lalu beranjak turun dari tempat tidur.


Menyelimuti kembali tubuh Clara yang polos.


Alexander pun masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


Selang sepuluh menit Alexander selesai mandi.


Lalu masuk ke Walk in Closet untuk berpakaian formal, hari ini dia akan pergi ke kantor.


Nicolas sudah mengatur jadwalnya hari ini.


Setelah berpakaian rapi Alexander kembali memeriksa Clara.


Terlihat Clara masih tidur dengan lelapnya, mulutnya setengah terbuka.


Alexander tersenyum melihat wajah istri kecilnya tersebut, sangat imut walau ada air liur yang mengalir dari sudut bibir nya.


Berlahan jemari jempol Alexander mengelap air liur Clara.


Lalu mengecup keningnya.


Alexander kembali membenarkan selimut Clara.


" Istirahat yang banyak ya sayang...aku mencintaimu " Alexander mengelus pipi Clara.


Lalu dia pun meninggalkan kamar, membuka pintu dan menutup pintu kamar pelan.


Alexander menuruni tangga, diujung tangga dilantai bawah. Terlihat Nicolas sudah menunggu nya.

__ADS_1


" Selamat pagi Tuan.." sapa Nicolas.


" Pagi " jawab singkat Alexander.


Nicolas mengikuti Alexander keruang makan.


Dan di sana ternyata telah ada Cindy yang kelihatannya menunggu Alexander untuk sarapan bersama.


Langkah Alexander berhenti, dia berdiri di pintu masuk ruang makan.


Melihat ada wanita lain makan satu meja dengannya di ruang makan keluarganya, Alexander merasa tidak suka.


Bibi Melinda yang melihat Tuannya ragu untuk masuk ke ruang makan, langsung mengerti karena ada yang membuat dia tidak nyaman.


" Apakah anda akan sarapan di kantor Tuan?" tanyanya, " Saya akan kemas ke dalam rantang untuk anda bawa "


" Iya Bi...aku akan tunggu diruang tamu " sahut Alexander berbalik.


" Kenapa kita tidak sarapan bersama saja kak...kita sudah lama tidak bertemu, aku rindu ingin ngobrol dengan kakak "


" Aku tidak ada waktu " jawab Alexander dingin, dia harus jaga jarak dengan Cindy.


Walaupun teman masa kecilnya, tapi dia tidak begitu akrab dengan Cindy.


" Apakah kau tidak suka bertemu dengan ku kak..." suara Cindy terdengar sedih, wajahnya terlihat kecewa.


Seolah kesannya mereka dulu sama-sama menghabiskan masa kecil sangat dekat.


Alexander tidak menjawab pertanyaan Cindy tersebut.


" Nicolas akan membantu mu untuk mencari sebuah apartemen " kata Alexander datar.


Lalu meninggalkan ruang makan tersebut.

__ADS_1


Bibi Melinda dengan cepat sudah memasukkan sarapan buat Alexander ke dalam rantang.


" Ini sarapannya Tuan " kata Bibi Melinda menyerahkan bontot Alexander.


Nicolas mengulurkan tangannya menerima rantang tersebut.


" Bi...tolong urus Clara, bantu dia mandi dan berpakaian...kalau ada apa-apa hubungi aku " pesan Alexander sebelum berangkat.


" Baik Tuan " angguk Bibi Melinda patuh.


Alexander dan Nicolas pun meninggalkan Mansion.


Di dalam mobil Alexander langsung menginstruksikan Nicolas untuk mencari sebuah apartemen.


Nicolas tidak bertanya lagi mengenai wanita yang tadi dilihat nya diruang makan.


Jacob sudah bercerita padanya, jadi dia langsung mengerti situasi nya.


" Sore ini pasti akan saya temukan apartemen sewaan Tuan " kata Nicolas.


" Belikan saja atas namanya, jangan sewaan... ini hanya sekadar menolong nya " kata Alexander.


" Baik Tuan " angguk Nicolas.


Alexander tidak ingin ada terlibat dengan wanita manapun lagi.


Dia sangat mencintai istrinya, dia tidak ingin ada kesalahpahaman dalam keluarga nya.


Dia ingin menjaga keharmonisan rumah tangga nya.


Siapa pun yang mencoba untuk memisahkan dia dengan istrinya, akan dia buat menerima akibatnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2