Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
52.


__ADS_3

Melisa pun ikut panik dimeja terdakwa dia sampai berteriak berdiri.


Dia mengatakan itu tidak sopan.


Tetapi Hakim tetap memperbolehkan untuk mengambil sampel rambut Jhonatan dan Clara.


Akhirnya Jhonatan dan Melisa hanya bisa pasrah.


Sampel pun di ambil untuk melakukan pemeriksaan DNA.


Dan kemudian sidang pun dilanjutkan kembali dengan bukti-bukti lain bahwa Jhonatan mendukung rencana Ibunya untuk membunuh orang tua Penuntut.


Dan bahkan Ayah terdakwa sebelum meninggal karena mengidap kanker pun mendukung rencana istrinya.


Jhonatan tetap membantah dengan tuduhan tersebut.


Saat pertanyaan mengenai bahwa mereka telah beberapa kali telah mencoba untuk menyabotase mobil si Korban.


Raut wajah Jhonatan dan Melisa terlihat menunjukkan reaksi.


Tapi Jhonatan dengan cepat membantah semua tuduhan tersebut.


Dan akhirnya pengacara Penuntut menayangkan bukti CCTV saat kecelakaan tiga belas tahun yang lalu.


Sontak membuat wajah Melisa pucat, dia tidak percaya melihat itu semua.


Dia merasa telah melenyapkan rekaman CCTV tersebut, kenapa bisa didapatkan oleh Alexander.

__ADS_1


Dia tidak bisa untuk berteriak bahwa rekaman tersebut palsu.


Sangat jelas rekaman tersebut memperlihatkan mobil dengan keras menghantam pembatas jalan.


Dan terlihat kemudian sopir pribadi korban dengan susah payah berusaha untuk menyelamatkan majikannya yang telah pingsan untuk keluar dari mobil.


Clara sangat tegang menyaksikan rekaman tersebut, tubuhnya bergetar melihat orang tua nya sekarat dengan banyak darah.


Alexander memeluk Clara, membenamkan wajah Clara ke dadanya agar Clara tidak melihat adegan tersebut.


Clara memeluk Alexander gemetar, dia shock melihat kejadian tersebut.


Dan selanjutnya terlihat ada mobil yang berhenti tidak jauh dari mobil yang telah ringsek tersebut.


Kalau orang yang melihat pasti mengira bahwa mobil yang berhenti tersebut akan menolong korban.


Ternyata yang keluar dari mobil tersebut seorang pria yang memakai penutup wajah.


Tapi sopir tersebut memberi perlawanan sehingga si penyerang berhasil dilumpuhkan nya.


Tapi kemudian ada seorang lagi yang datang untuk menyerang nya kembali, dan si sopir terlihat melarikan diri ke dalam hutan.


Tidak lama dia masuk ke dalam hutan, dan di kejar oleh pria bertopeng yang lainnya, tiba-tiba mobil meledak.


Semua mata yang ada di dalam raung sidang tidak mempercayai apa yang telah terjadi.


Beberapa detik ruangan sidang hening.

__ADS_1


Sementara Clara masih memeluk Alexander, tidak berani lagi menyaksikan rekaman CCTV tersebut. Dia tidak kuat melihat orang tua nya mati mengenaskan.


Dan tidak lama kemudian suara riuh diruang sidang pun terdengar, mereka tidak menyangka terdakwa begitu sangat kejam.


Wajah Melisa dan Jhonatan sudah pias. Mereka mulai gemetar.


Hakim ketua memukul palu agar ruang sidang diam.


Setelah diam, Hakim pun mempersilahkan Pengacara Penuntut untuk melanjutkan.


" Apakah anda akan menyangkal, bahwa mobil yang dikendarai pria yang memakai penutup wajah itu bukan mobil Ibu anda?"


" Tidak, mobil merk tersebut banyak yang punya " bantah Jhonatan.


" Benarkah?"


Pengacara Penuntut kemudian mengalihkan perhatian nya pada Hakim Ketua.


" Ibu Hakim Yang Mulia..., apakah saya boleh membawa seorang saksi untuk bersaksi?"


" Ya silahkan " ucap Hakim Ketua.


Kemudian pintu ruang sidang dibuka oleh Petugas, dan masuklah Hendrik ke dalam ruang sidang.


Melisa yang melihat Hendrik spontan berdiri, dia terlihat sangat panik.


Jhonatan pun tidak jauh beda. Dia tidak menyangka bahwa Alexander bisa menemukan Hendrik.

__ADS_1


Padahal dia sudah upayakan agar tidak ditemukan oleh Alexander.


Bersambung.........


__ADS_2