Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
20.


__ADS_3

Alexander menggeram menahan panas di tubuhnya, di peluknya Clara mencoba untuk memenangkan kan perasaan yang tidak enak.


Di benamkan nya wajahnya di ceruk leher Clara. Menghirup aroma tubuh Clara dalam-dalam, ada sedikit sensasi yang menenangkan perasaan.


" Paman kenapa?" tanya Clara bingung, " Kenapa tiba-tiba bisa jadi demam begini "


Clara membalas pelukan Alexander, dia mencoba mengelus punggung Alexander untuk menenangkan.


Bukannya menenangkan, usapan Clara malah membuat Alexander semakin menggeram.


"Clara...diam jangan bergerak " ucap Alexander serak.


Clara pun menuruti Alexander, dia diam saja di peluk, dan membiarkan Alexander terus mengendus aroma tubuh nya.


" Nicolas...selidiki siapa yang melakukan ini, aku ingin besok pagi mengetahui siapa dalangnya " sahut Alexander.


" Baik Tuan " jawab Nicolas mengangguk.


Dalang? Maksudnya apa? Clara berpikir merenung kan perkataan Paman nya tersebut.


Clara mencoba memahami situasi Paman nya saat ini. Bajunya yang telah di buka karena tidak tahan oleh panas dari tubuhnya.


Suaranya yang serak dan menggeram menahan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya terlihat sangat menderita.


Padahal tadi Alexander baik-baik saja sewaktu ditinggalkan nya ke toilet.


Dan dia tidak terlalu lama di toilet, tiba-tiba Nicolas datang mencari nya.


Apakah?!!!


Tiba-tiba Clara merasakan tubuh nya menegang. Kini dia tahu, ada yang tidak beres. Ada yang ingin menjebak Paman nya.


Seseorang telah memasukkan obat perangsang pada minuman yang di minum oleh Paman nya.


Clara memejamkan matanya menahan rasa marah di hatinya. Ini pasti ulah seorang wanita. Wanita serigala yang ingin memangsa Paman nya.


Clara tidak menyangka, kalau seorang wanita bisa berbuat nekat kalau cintanya di tolak.


Benar-benar keterlaluan, bisik hati Clara marah. Paman nya yang berharga di perlakukan seperti ini, benar-benar tidak bisa di maaf kan.


Sesampai di Mansion Nicolas membantu Alexander naik ke kamarnya.


" Non Clara...untuk menghilangkan efek sakit Tuan Alex, cobalah merendamnya dengan air dingin di bathtub " kata Nicolas.


" Baik Paman " Clara mengangguk.


Nicolas pun bergegas meninggalkan kamar Alexander.


Jam sudah menunjukkan pukul 00:15 malam. Mansion terlihat sepi karena karena para pelayan sudah tidur semua.


Alexander terus menggeram di tempat tidur, dia sudah membuka semua bajunya. Melepas sepatunya dan melemparkan nya sembarangan arah.


Dan hanya tinggal memakai celana panjang saja.


Dengan menahan rasa tidak nyaman dia mencoba berjalan ke kamar mandi.


Clara bergegas membantu Paman nya ke kamar mandi. Dia pegang tangan Alexander agar tidak jatuh.


Alexander semakin menggeram, sentuhan tangan Clara di kulitnya membuat sensasi yang menggoda.


Dia ingin meraih Clara, tapi otak nya masih bekerja normal. Dia mencoba bertahan. Dia tidak ingin menyakiti Clara.


" Ayo Paman ku bantu ke kamar mandi...., Paman harus berendam air dingin supaya efek nya hilang "


" Biar kan Paman sendiri... kau pergi lah ke kamar mu " kata Alex serak.


" Tidak Paman... biar ku bantu "

__ADS_1


Clara bergegas masuk ke kamar mandi. Mengisi air dingin di bathtub.


Alexander memandang Clara nanar. Nafas nya sudah memburu, sesuatu di bawah sana menyiksa.


Benar-benar tidak nyaman. Dia akan buat perhitungan pada siapapun yang telah membuat nya seperti ini.


Bukk!!!


Alexander meninju dengan kuat tembok kamar mandi. Dia ingin menghilang kan rasa yang menyiksa nya.


Clara terkejut mendengar suara benturan di tembok.


Dia lebih terkejut lagi melihat tangan Alexander berdarah.


" Paman... tangan mu!! " serunya terbelalak, dan dengan langkah cepat menghampiri Alexander. Diraihnya tangan Alexander yang berdarah.


" Paman jangan menyiksa diri mu karena menahan sakit, aku akan membantu mu Paman " ucap Clara sedih menatap wajah Alexander.


Clara menarik Alexander ke wastafel untuk membersihkan luka tangan Alexander yang berdarah.


Alexander menatap Clara, ia ingin menyentuh wajah Clara, sensasi yang di rasakan nya begitu kuat.


Telapak tangannya mengelus pipi Clara.


Dia menelusuri setiap inci wajah Clara.


Clara menatap Alexander tersenyum, di pegang nya tangan Alexander yang mengelus wajah nya.


" Clara...pergi lah ke kamar mu, sudah larut malam, biarkan Paman sendiri..." ucap Alexander serak.


" Tidak Paman... aku mau bantu Paman " kata Clara lembut.


Alexander menggeram mendengar suara Clara, dia merasakan ereksi nya semakin menyiksa di bawah sana.


" Paman mohon... tinggalkan Paman sendiri " kata Alexander parau.


Alexander terkejut melihat Clara membuka bajunya.


" Apa yang kau lakukan Clara.. " bentak Alexander , " Pakai kembali... "


" Bajunya membuat aku tidak bisa bergerak bebas, dan lagi pula nanti jadi basah... aku mau bantu Paman berendam air dingin " kata Clara tetap melanjutkan membuka pakaian nya di depan Alexander.


" Clara hentikan " bentak Alexander lagi.


Clara tidak menghiraukan bentakan Alexander, dia ingin membantu Paman nya tersebut.


Dan kini dia sudah membebaskan bajunya dari tubuhnya. Dan sekarang hanya memakai pakaian dalamnya saja.


Wajah Alexander semakin memerah memandang tubuh Clara yang begitu indah.


Alexander memegang pinggiran wastafel erat, sampai jemarinya memutih.


Tubuh nya berteriak ingin meraih Clara ke dalam pelukannya.


Ereksi nya sangat menyakitkan.


Clara menyingkirkan bajunya. Dan berlahan mendekati Alexander.


Alexander spontan mundur. Dia tidak ingin membuat kesalahan.


Sialan!! Brengsek!!! Aku tidak akan memaafkan siapa pun orang yang telah membuat aku seperti ini! bisik hatinya sangat marah.


" Mari Paman... " Clara mengulurkan tangan nya.


Alexander diam ditempatnya berdiri. Dia tidak bergerak.


Clara mendekat, jemari nya tanpa sengaja menyentuh dada Alexander yang ber otot.

__ADS_1


Dia membeku merasakan kulit Alexander yang liat. Sangat nyaman disentuh nya.


Tanpa merasa canggung dia mengelus dada Alexander. Sensasi kulit Alexander yang liat, terasa sangat nyaman di telapak tangan Clara.


Dia semakin mendekat, dia merasakan hembusan nafas Alexander di wajahnya.


Alexander menunduk menatap Clara, matanya sayu menatap tangan Clara yang menelusuri dadanya.


" Clara... apa yang kau lakukan " suara Alexander semakin berat.


" A.. a aku tidak sengaja Paman " Clara menengadah menatap Alexander.


Alexander memegang tangan Clara yang masih menempel di dada nya tersebut.


" Apa kau suka? " tanya Alexander serak.


" I..i iya Paman " Clara gugup menelan ludahnya, tanpa sadar bicara jujur.


" Kau boleh menyentuh nya kapan pun " ucap Alexander menatap wajah Clara.


Pipi Clara merona mendengar ucapan Alexander.


Alexander sudah tidak tahan lagi, melihat wajah Clara yang merona dengan bibir yang menggoda.


Berlahan Alexander mengulurkan tangannya yang satu lagi, lalu meraih tengkuk Clara.


Berlahan dia menundukkan wajahnya, bibir nya mengecup bibir Clara.


Jantung nya rasa nya hampir berhenti berdetak saat bibir nya menyentuh bibir Clara. Rasa bibir ini yang di bayangkan nya ternyata sungguh terasa nikmat.


Ini sangat manis, perasaannya seperti terbang ke dunia yang penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran indah.


Clara terkejut merasakan bibir nya di cium Alexander. Dada nya berdebar bahagia, dia tidak menyangka momen ini akhirnya datang juga, walaupun dengan situasi yang tidak seharusnya.


Alexander berlahan mengulum bibir Clara, dia mau gila rasanya. Ini benar-benar sangat nikmat, sangat.. sangat manis.


Clara membeku sesaat dengan sensasi rasa di bibir nya.Ini adalah ciuman pertamanya.


Clara tidak tahu mau berbuat apa. Sesaat kemudian instingnya bekerja, dia mencoba membalas ciuman Alexander.


Berlahan-lahan matanya di pejamkan nya menikmati sensasi ciuman Alexander. Clara pun membuka mulutnya membalas ciuman Alexander.


Alexander sangat senang merasakan Clara menyambut ciumannya. Dia merasa sangat bahagia, ditarik nya Clara ke dalam pelukannya.


Alexander mengulum bibir Clara mulai rakus, sementara tangannya masih tetap memegang tangan Clara yang masih menempel di dadanya.


Tengkuk Clara ditarik nya semakin dalam untuk merasakan kelembutan bibir Clara di bibir nya.


Gila! ini benar-benar gila! pikir Alexander tidak bisa berhenti, rasanya sangat manis.


Sampai Clara mulai kehabisan nafas, barulah Alexander melepaskan ciuman nya.


Bibir Clara tampak membengkak. Clara menghirup oksigen. Nafas nya tersengal-sengal.


Berlahan Alexander mengusap bibir Clara yang basah oleh air liur nya.


Dia menempelkan keningnya di kening Clara, nafas nya masih memburu.


Ereksi nya semakin membengkak. Sangat menyakitkan.


Dia menarik Clara masuk kedalam bathtub, tanpa menanggalkan celananya.


Mereka pun berendam air dingin untuk menghilangkan rasa panas yang membuat mereka hampir lupa diri.


Alexander memeluk Clara di pangkuan nya. Membiarkan rasa yang menyiksa nya hilang dengan sendirinya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2