
Lama mereka berendam, dan sampai tanpa sadar mereka sampai ketiduran di bathtub.
Alexander baru tersadar saat merasakan tubuh Clara sangat dingin.
Buru-buru Alexander menyambar bath robe, memakai kan pada Clara. Dan melepaskan pakaian dalam Clara yang basah.
Dia memalingkan wajahnya melakukan semua itu. Dia tidak ingin melakukan kesalahan, karena tidak tahan dengan tubuh Clara yang menggoda.
Dengan lembut dia meletakkan Clara ke atas tempat tidur. Lalu menarik selimut menutup tubuh Clara sampai leher.
Kemudian Alexander kembali ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 2:00 pagi.
Setelah Alexander mandi dan memakai piyama tidurnya, dia bergabung dengan Clara masuk ke dalam selimut.
Menarik Clara ke dalam pelukannya, mengecup kening Clara lembut. Dan kemudian memejamkan mata.
Perasaannya sangat bahagia, dia tersenyum senang seraya menarik kepala Clara ke dadanya.
...****************...
Jam tujuh pagi tampak Nicolas sudah menunggu Alexander di lantai bawah dekat tangga.
Sudah satu jam dia menunggu Alexander untuk turun.
Dan tampak Alexander pun turun juga.
" Pagi Tuan " sapa Nicolas sembari membungkuk sopan.
" Bagaimana? sudah kau dapat hasil nya? " tanya Alexander menuruni tangga, lalu terus melangkah ke ruang makan.
" Sudah Tuan " Jawab Nicolas mengikuti langkah Alexander dari belakang menuju ruang makan.
" Siapa? " tanya nya tanpa menoleh.
Sesampai di ruang makan Nicolas menarik kursi untuk Alexander.
Alexander pun duduk.
" Terimakasih " ucap Alexander.
Nicolas membungkuk sopan menanggapi ucapan Alexander.
" Bibi Melinda...tolong bantu Clara mandi nanti, dia masih tidur di kamar ku " sahut Alexander pada Bibi Melinda yang tengah meletakkan sarapan Alexander.
" Baik Tuan " jawab Bibi Melinda membungkuk patuh. Lalu beranjak meninggalkan ruang makan.
" Katakan " sahut Alexander setelah Bibi Melinda meninggalkan ruang makan.
" Nona Jessica yang melakukan nya Tuan, dia sudah merencanakan nya sebelum datang ke kota D "
" Sudah ku duga " kata Alexander tersenyum sinis, " Wanita yang licik...dia mau bermain curang, mari kita buat dia merasakan akibat dari perbuatan nya "
" Baik Tuan " Nicolas langsung mengerti apa yang dimaksud oleh majikannya.
" Bagaimana apakah sudah ada petunjuk?" tanya Alexander lagi, seraya mulai menyantap sarapannya.
" Belum Tuan "
__ADS_1
" Oke...,jangan lengah, pantau terus "
"Siap Tuan "
Alexander melap mulut nya, dia telah menyelesaikan sarapan nya.
Mereka pun berangkat ke kantor.
...****************...
Melinda membantu Clara mandi. Tadi waktu Alexander mengatakan Clara tidur di kamar nya, perasaan Melinda begitu senang.
Harapannya untuk ke dua majikannya itu agar berjodoh, sepertinya akan terwujud. Dia sudah membayangkan akan ada pernikahan tidak akan lama lagi.
Dia mengisi bathtub dengan air hangat sambil senyum-senyum sendiri. Hati nya sangat bahagia.
Ia yakin Almarhum kedua majikannya jika masih hidup, pasti akan setuju juga bila putri mereka menikah dengan Alexander.
Memang usia Alexander dengan Clara terpaut sangat jauh, delapan belas tahun. Tapi Alexander tidak terlihat terlalu tua dengan usianya tersebut.
Tapi mereka tidak ada memiliki ikatan darah sama sekali. Alexander orang asing yang di angkat jadi anggota keluarga oleh Almarhum majikannya.
Yang ternyata memiliki potensi luar biasa dalam mengelola aset kekayaan ke dua orang tua Clara.
Seorang penyelamat warisan Almarhum Ayah Clara. Mengganti nama perusahaan dengan nama belakang Ibu Clara, GENIUS.
Karena Alexander yang mengambil alih, dia pun memakai nama belakang nya yang di berikan Ibu Clara, kakak angkatnya, Genius.
Menurut Melinda Alexander lah yang pantas menjadi suami Clara. Agar harta warisan peninggalan orang tua Clara tidak jatuh ke tangan orang yang salah.
Dan lagi pula kedua majikannya itu sudah saling membutuhkan dari dulu.
Dan seiring waktu, mereka tidak menyadari bahwa mereka ternyata tidak bisa dipisahkan.
Waktu mengubah rasa sayang menjadi cinta.
Yang satu sudah menyadari perasaannya yang telah jatuh cinta.
Sementara yang satu belum menyadari akan perasaannya yang telah jatuh cinta.
Ternyata umur tidak bisa di buat menjadi suatu patokan, untuk membuat seseorang yang di anggap sudah dewasa, menyadari akan perasaannya sendiri.
Bibi Melinda selesai mengisi bathtub dengan air hangat.
Memasukkan sabun mawar ke dalam bathtub, dan menabur kelopak mawar untuk aroma terapi.
Tadi pagi Nina minta tolong pada pengurus taman untuk memetik bunga mawar dari taman.
Dan Nina dengan hati-hati mempersiapkan kelopak mawar tersebut untuk aroma terapi ke dalam air mandi Nona Clara nya.
Dan tugas Melinda menabur kan ke dalam bathtub.
Setelah Melinda menyelesaikan tugas nya di kamar mandi. Dia pun bergegas membangunkan majikan kecilnya.
" Non Clara.... sudah siang, sudah waktunya mandi "
Dengan lembut Melinda menggoyang tubuh Clara.
" Emmm... " suara Clara serak.
__ADS_1
Clara menggeliat kan badannya, berlahan membuka matanya.
Silau matahari yang masuk ke kamar membuat matanya menyipit untuk menyesuaikan ke adaan di sekeliling nya.
Tiba-tiba dia tersentak menyadari sesuatu. Dia duduk tegak, kemudian melihat sekitar nya.
" Paman.. " serunya, " Bagaimana dengan Paman...apakah dia sudah baikan? "
Clara melempar selimut nya asal.
" Mana Paman.. " sahut nya panik. Dia ingat Alexander tadi malam mengalami hal yang tidak mengenakkan.
" Jangan panik Non " sahut Bibi Melinda menenangkan Clara, " Tuan Alex sudah berangkat ke kantor "
" Apakah dia tidak apa-apa? "
" Tuan Alex tidak apa-apa...dia sehat "
Clara menghala nafas lega.
" Mari mandi Non...air hangat sudah Bibi siapkan, nanti keburu dingin "
" Baik Bi.. "
Clara berlahan turun dari tempat tidur.
Masuk ke kamar mandi, membuka bath robe yang menjadi pakaian tidurnya tadi malam.
Air terasa hangat menyentuh ujung jari kaki nya saat memasuki bathtub.
Clara berlahan mencelupkan tubuh telanjangnya ke dalam bathtub. Terasa sangat menyegarkan, aroma mawar yang sangat menenangkan.
Sementara Clara berendam, Bibi Melinda menyiapkan baju Clara.
lima belas kemudian Clara menyudahi mandi nya. Dia merasa sudah lapar, ini karena dia terlalu siang bangun.
Dia memakai bath robe baru yang telah disiapkan Bibi Melinda di samping bathtub.
" Mari ku bantu memakai baju Non " kata Bibi Melinda yang masih di dalam kamar menunggu nya selesai mandi.
Clara diam saja di urus Bibi Melinda, karena dari dulu memang Bibi lah yang selalu mengurusnya.
" Bagaimana luka Paman Bi... apakah sudah di beri obat? " tanya Clara teringat luka di tangan Alexander.
" Tadi Bibi lihat sudah di balut dengan perban " jawab Melinda.
Dia bantu Clara mengeringkan rambutnya yang basah.
Melinda tidak bertanya kepada Clara mengenai luka Alexander tersebut. Sebagai pelayan dia tidak boleh lancang mengetahui urusan pribadi para majikannya.
Karena suatu saat dia pun akan mengetahui apa penyebab luka tersebut.
" Hari ini Non Clara mau melakukan kegiatan apa? " tanya Melinda. Dia telah selesai mengeringkan rambut Clara.
" Aku ingin melanjutkan membuat pola baju Bi... " kata Clara, kemudian bangkit dari depan cermin.
Kemudian mereka keluar kamar, Melinda membukakan pintu kamar untuk Clara terlebih dulu keluar kamar.
Lalu Melinda menutup pintu kamar pelan.
__ADS_1
Bersambung........