Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
69.


__ADS_3

Cindy semakin gemetar mendengar perkataan Alexander, tekanan nada suara Alexander benar-benar menunjukan bahwa dia sangat marah dengan sikapnya.


" Istriku telah berbaik hati menampung mu untuk sementara disini malah kau rusak dengan sikap lancang mu "


" Kak Alex...dengar aku... aku tidak bermaksud begitu...a.. aku... "


" Pak Jacob panggil Nicolas untuk mengantarkan dia ke apartemen barunya " perintah Alexander pada Pak tua Jacob.


" Baik Tuan " angguk Jacob.


Jacob kemudian memanggil Nicolas yang tengah menunggu di mobil.


" Kak Alex...maaf kan aku, aku tidak ada bermaksud lancang...aku... "


" Kau melarikan diri dari rumah kan, sebenarnya suamimu tidak selingkuh...aku telah menyelidiki masalah mu di kantor " kata Alexander.


Cindy langsung pucat mendengar perkataan Alexander.


Sementara Clara dan para Pelayan yang masih ada di ruangan terkejut tidak percaya ternyata Cindy berbohong.


" Kak... aku bisa jelaskan...bukan begitu, ak.. aku sebenarnya..." Cindy menghampiri Alexander dengan wajah berderai air mata, dia mencoba memegang tangan Alexander untuk mengambil simpati Alexander.


Alexander meraih Clara dan membawanya kedalam dekapan nya, dia tidak ingin disentuh oleh Cindy.

__ADS_1


Cindy mendadak menghentikan langkahnya yang akan mendekati Alexander.


Dia melihat Alexander begitu posesif memeluk pinggang Clara.


Cindy sangat terpukul melihat adegan tersebut, hatinya tidak rela melihat ternyata keponakan angkat Alexander menjadi istri Alexander.


" Kakak sungguh tega..." teriaknya histeris, " Aku bertahun-tahun memendam rasa suka padamu..., aku mengambil banyak resiko untuk mengejar mu...ternyata kau malah terjerat pada seorang anak kecil..."


" Tutup mulut mu....jangan kau coba-coba menghina istriku, aku tidak akan memaafkan siap pun yang mencoba merendahkannya " kata Alexander dengan dinginnya.


" Kak...kau sangat kejam, aku sangat menyukai mu, aku rela meninggalkan suamiku hanya demi mu...aku tidak bisa tenang selam ini selalu memikirkan mu...aku sangat menyukai mu dari semenjak kau perhatian padaku " kata Cindy sambil menangis.


Alexander membawa Clara keluar dari ruang makan, dia tidak ingin mendengar lagi penjelasan Cindy yang tidak masuk akalnya.


Cindy berlari mengejar Alexander.


" Kak... kumohon, jangan pergi...tolong dengarkan aku..." jerit nya seraya menangis kencang.


Nicolas datang menahan Cindy yang akan mengejar Alexander naik ke lantai atas yang tengah membawa Clara.


" Maaf Nona...jaga sikap anda, silahkan tinggalkan Mansion...suami anda sudah menunggu anda diluar " kata Nicolas


" Tidak...aku tidak mau, kak Alex....tolong jangan pergi, aku menyukai mu " teriak Cindy menjerit sambil meronta dari tarikan tangan Nicolas.

__ADS_1


Alexander membawa Clara masuk ke kamarnya.


Mengunci pintu kamar.


Lalu menarik Clara kedalam pelukannya. Mereka saling berpelukan, menenangkan perasaan masing-masing.


" Kenapa terlalu banyak wanita aneh yang mengejar ku " gumam Alexander prustasi, dia menghela nafas dengan panjang.


Clara terkekeh mendengar perkataan Alexander.


" Kenapa kau tertawa sayang....kau senang kalau kita dipisahkan oleh salah satu dari mereka?" tanya Alexander menarik Clara dari pelukannya.


Memandang wajah Clara yang tampak memerah karena tertawa lucu.


" Sayangku terlalu tampan...jadi banyak wanita mengejar, mereka tidak peduli mempermalukan diri...yang penting bisa mendapatkan hati suamiku " kata Clara tersenyum manis.


Alexander menunduk mencium bibir Clara.


" Aku hanya mencintai mu sayang... aku tidak suka kau bicara seperti itu, aku tidak akan berpisah darimu....tidak akan " kata Alexander kembali mencium bibir Clara.


" Iya sayangku..." Clara membalas ciuman suaminya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2