Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
58.


__ADS_3

Besoknya mereka pun kembali ke kota D.


Bibi Melinda dan Pelayan lainnya sangat gembira melihat majikan kecil mereka pulang dengan selamat.


Mereka menangis begitu senangnya melihat Clara baik-baik saja.


Mereka sangat khawatir mengingat bagaimana dia diculik dengan diseret masuk kedalam mobil.


Bibi Melinda sampai memeriksa tubuh Clara dari ujung rambut sampai ujung kaki memastikan tidak ada yang terluka.


" Aku baik-baik saja Bi..." kata Clara tersenyum melihat Bibi Melinda yang sangat khawatir.


" Sayang...ayo kita pergi melihat cincin nya " sahut Alexander menghampiri Clara yang tengah di kerumuni para Pelayan.


" Baik " kata Clara, lalu menerima tangan Alexander yang terulur untuk menggenggam tangannya.


Bibi Melinda dan Pelayan lainnya terkejut mendengar Tuan mereka memanggil Clara dengan sebutan 'sayang'.


Mereka ter patung berdiri melihat tangan Clara digenggaman Alexander posesif.


Dan apa tadi katanya? Cincin!!


Jangan-jangan...,mereka sudah saling mencintai dan akan, menikah???


Mata Bibi Melinda tiba-tiba terbelalak tidak percaya dengan yang di lihatnya.


Pelayan lain juga mengalami pemikiran yang sama.


Mereka saling memandang satu sama lain.

__ADS_1


Dan Bibi Melinda tiba-tiba menangis, dia sangat bahagia.


Akhirnya!


" Tuan Alexander dan Non Clara akan menikah" kata Nina tidak percaya.


" Akhirnya mereka berjodoh juga " kata Lili dengan mata berbinar.


" Iya...penculikan itu membuat mereka jadi lebih dekat " kata yang lain.


" Bibi Melinda..." mereka memandang wanita paruh baya itu menangis.


" Bibi sangat bahagia " katanya seraya menyeka air matanya.


" Sebentar lagi rumah ini akan hadir Baby Genius...penerus Tuan Alexander " tiba-tiba Pak tua Jacob sudah berdiri dibelakang mereka.


" Hu.. huuu.. " kata-kata Jacob tersebut malah membuat Bibi Melinda semakin menangis.


...****************...


Alexander membawa Clara melihat cincin pernikahan mereka yang telah dipesannya sewaktu masih berada di kota T.


Clara sangat suka melihat desain cincin yang telah dipilih Alexander.


Karena Clara menyukai cincin pilihan nya, mereka pun tidak menggantinya lagi.


Alexander pun mengambil cincin tersebut.


Pelayan perhiasan kemudian mengemas cincin dengan rapi, dan memasukkan ke dalam paper bag.

__ADS_1


Alexander kemudian membawa Clara untuk melihat gaun pengantin.


Butik gaun pengantin yang Alexander tuju adalah butik yang termahal di kota D.


Desain gaun pengantin yang dibuat di butik tersebut, hasil rancangan desainer terkenal.


Pemilik butik secara langsung menyambut mereka. Dan memperlihatkan hasil rancangannya yang belum dipromosikan.


Ada tiga gaun pengantin yang akan dicoba Clara.


Semuanya sangat indah menurut Clara.


Dan akhirnya Alexander memilih yang tidak terlalu rendah kerahnya.


Gaun itu sangat indah dipakai Clara. Dan Alexander tidak peduli dengan harganya yang sangat mahal.


Apapun untuk Clara harus yang terbaik, dan edisi terbatas.


Saat mereka akan keluar dari butik tiba-tiba seorang wanita berteriak gembira melihat Alexander.


" Tuan Alexander...kenapa anda ada disini?" tanyanya tersenyum lebar, wajahnya terlihat berbinar-binar senang.


Alexander tidak menanggapi wanita tersebut, dia peluknya pinggang Clara merapat padanya.


Dia memasang wajah datarnya dengan dingin.


" Hai Tuan Alex.." sahut wanita tersebut masih terus memanggil Alexander.


" Saya merasa tidak nyaman...apakah dia pelanggan anda?" tanya Alexander pada pemilik butik.

__ADS_1


" Maaf Nona...tolong sopan pada pelanggan saya, dia merasa tidak nyaman, Tuan Alex tidak mengenal anda " kata Pemilik butik dan seraya memberi isyarat pada petugas agar mengatasi wanita yang mengganggu tersebut.


Bersambung......


__ADS_2