
Mereka sampai ke sebuah Mansion yang cukup mewah. Halaman yang luas diterangi lampu terlihat sungguh indah.
Halaman parkir Mansion sudah di penuhi mobil-mobil mewah para tamu undangan.
Alexander membantu Clara turun dari mobil.
Dan Nicolas kemudian memarkirkan mobil.
Alexander menggenggam tangan Clara masuk ke dalam Mansion.
" Selamat datang Tuan Alex... " sahut seorang lelaki paruh baya menyambut mereka di pintu Mansion.
" Halo Tuan Alex... " sapa lelaki paruh baya lainnya, dia menunjukkan wajah ramah nya yang menyimpan maksud tertentu.
" Senang melihat Anda Tuan Alex... " sahut yang lain.
" Tuan Alex... Anda sangat tampan malam ini "
" Itu Tuan Alexander, wahhh...tampan nyaaa " para wanita tidak mau ketinggalan tebar pesona. Mereka terkagum-kagum melihat Alexander.
Hampir semua tamu undangan menegur Alexander, sementara Clara yang di samping Alexander seperti tidak terlihat.
Alexander memeluk pinggang Clara, mengabaikan teguran para tamu tersebut. Dia memasang wajah datarnya pada para wanita yang mendekat menyapanya.
Seorang wanita cantik datang mendekati mereka.
Clara melihat wanita tersebut, sangat cantik pikir Clara.
Dan saat memandang wajah wanita itu, dia merasa pernah melihat wanita tersebut, dimana ya? pikir Clara.
Tiba-tiba dia ingat. Di berita tivi kampus nya dulu. Wanita cantik yang merangkul mesra tangan Paman nya.
Perasaan Clara pun entah kenapa jadi tidak enak.
Dengan langkah yang anggun wanita itu menghampiri mereka.
" Hai Alex...akhirnya kau datang juga, aku kira kau mengabaikan ku " sahut si wanita tersebut tersenyum manja menatap Alexander " ternyata kau menerima undangan ku "
" Jessica " wajah Alexander berubah dingin.
Bukankah dia masih di Prancis? pikir Alexander.
Jessica adalah putri Tuan Morris. Alexander mau datang ke pesta Tuan Morris karena dia tahu Jessica masih di Prancis.
Kalau dia tahu wanita ini telah kembali ke kota D, dia tidak akan menerima undangan ini.
Sebelum nya Jessica di tugas kan oleh Ayahnya untuk bekerja sama dengan Alexander di luar negeri, mengembangkan bisnis perhotelan mereka.
Hingga mereka sempat dekat dan akrab karena sering bertemu.
Tapi Alexander hanya menganggap Jessica sebagai rekan bisnis saja. Tidak ada menyimpan perasaan tertentu.
Tetapi berbeda dengan Jessica, kedekatan mereka selama ini menumbuhkan benih-benih cinta di hatinya.
Dia ingin Alexander pun merasakan hal yang sama dengan nya. Jadi dia berusaha terus mendekati Alexander. Selalu menghubungi nya setiap hari.
Dan itu membuat Alexander jadi tidak suka. Dia merasa terganggu dengan tindakan Jessica tersebut.
Alexander menganggap Jessica sebagai penguntit. Sangat tidak nyaman dan memuakkan dengan tingkah genit nya tersebut.
" Kenapa...kau terkejut? " sahut nya tertawa, " Aku yang mengirimkan undangan mewakili papa "
" Tidak lucu " kata Alexander melihat Jessica tertawa manja, sangat menjijikkan.
Clara sudah merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Dia ingin minum, kerongkongan nya terasa kering.
" Paman...aku mau ambil minuman, aku haus..Paman ngobrol saja dulu dengan kakak ini " kata Clara melepaskan tangan Alexander dari pinggang nya.
Alexander mengeratkan pelukannya di pinggang Clara.
" Ayo biar Paman ambil kan untuk mu " kata Alexander meninggalkan Jessica sembari masih memeluk Clara dengan posesif.
__ADS_1
" Alex...ada yang ingin ku bicarakan dengan mu " sahut Jessica mengekor di belakang Alexander.
" Tidak ada yang perlu kita bicarakan " kata Alexander dingin.
Alexander meraih gelas jus dari meja, lalu memberi kan nya pada Clara.
" Siapa gadis ini? " Jessica baru memperhatikan Clara.
Jessica memandang Clara dari ujung kepala sampai kaki. Masih sangat muda, pikir nya.
" Bukan urusan mu " ucap Alexander dingin.
" Dia terlihat sangat muda, apakah dia sugar baby mu? " Jessica tersenyum mengejek.
Wajah datar Alexander semakin dingin. Tanpa sadar dia meremas pinggang Clara menahan emosi.
" Aduh " Clara meringis pelan menahan sakit.
" Apa kau tidak sadar dengan ucapan mu itu! " sahut Alexander dingin, " Kau telah menyinggung yang seharusnya tidak perlu kau singgung "
Jessica merasakan aura Alexander yang sudah mode ingin membunuh seseorang.
" Maaf " Ucap Jessica mulai takut. Tapi dia tetap tidak ingin melepaskan Alexander.
Sudah lama dia menginginkan Alexander. Selama di Prancis dia sudah melakukan segala cara merayu Alexander agar bisa jadi kekasih nya. Tapi selalu gagal.
Malam ini kesempatan dia ingin mencoba lagi. Dia harus mendapatkan Alexander, walau bagaimana pun caranya. Alexander harus jadi miliknya.
Pesta tidak terasa sudah beranjak mulai larut malam.
Alexander tidak pernah membiarkan Clara menjauh darinya.
Walau merasa agak canggung dengan suasana pesta karena tidak mengenal para tamu, Clara mau mencoba beradaptasi dengan para tamu yang menyapa nya.
Dia tidak ingin mempermalukan Paman nya sebagai pasangan nya malam ini.
Saat acara dansa tiba, banyak wanita yang ingin berdansa dengan Alexander.
Tetapi Alexander tidak menyambut ajakan para wanita tersebut.
" Aku tidak tahu dansa Paman " kata Clara.
" Paman akan ajari, kau ikuti saja gerakan kaki Paman "
Alexander membawa Clara ke lantai dansa. Dia letakkan tangan Clara satu di bahunya, lalu yang satu lagi di genggaman nya.
Satu tangan nya memeluk pinggang Clara. Tubuh Clara menempel ke badan Alexander. Dan Alexander pun mulai menuntun Clara bergoyang mengikuti irama musik.
Mereka tampak menikmati tarian mereka, sambil sesekali saling menatap tersenyum.
Jessica memperhatikan interaksi mereka. Dia nampak sangat cemburu. Di pandang nya Clara tidak senang, tatapan matanya menunjukkan rasa benci pada Clara.
" Malam ini kau akan jadi milik ku Alex..., kau tidak akan bisa lari lagi " senyuman seringai menghiasi wajahnya dengan penuh kemenangan.
Acara dansa berakhir, Alexander membawa Clara kembali ke kursi mereka.
" Paman aku mau ke toilet dulu sebentar " sahut Clara.
" Oke...jangan lama-lama ya " kata Alex.
" Iya "
Clara pun bergegas pergi ke toilet.
Saat Alexander ingin meraih gelas anggur dari atas meja. Jessica datang menghampiri nya.
" Alex... ada yang ingin bicara pada mu, sedang menunggu di lantai atas.. "
" Siapa? "tanya Alexander dingin. Dia merasa aneh dengan perkataan Jessica.
Biasanya orang yang datang pada nya, bukan dia yang akan mendatangi orang yang membutuhkannya.
__ADS_1
Dia bukan orang yang membutuhkan perhatian orang lain. Orang lain lah yang membutuhkan nya.
" Seseorang... katanya penting, masalah pribadi "
" Suruh dia turun, bicara di sini saja " kata Alexander dingin.
Seorang pelayan membawa minuman anggur di nampan, dia menawarkan pada Alexander.
Alexander menerima anggur tersebut. Kemudian meminumnya sedikit.
" Kalau dia tidak mau bicara di sini, besok buat temu janji, di kantor saja bicara " kata Alexander datar.
" Baik lah... aku akan sampai kan " kata Jessica meninggalkan Alexander naik ke lantai dua.
Alexander kembali meneguk anggur nya.
Beberapa saat kemudian dia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Kepalanya terasa berat dan agak pusing.
Jessica kembali dari lantai dua. Dia menghampiri Alexander yang masih duduk di tempat nya tadi.
" Alex...orang itu akan menemui mu di kantor besok " kata Jessica.
Alexander tidak menanggapi perkataan Jessica tersebut. Dia merasa kepala nya semakin berat, tubuh nya mulai goyah.
" Alex... kenapa kau? " tanya Jessica heran dengan tingkah Alexander.
Dia mendekati Alexander, dan mencoba memegang tangan nya.
" Jangan sentuh " kata Alexander tajam, dia menarik tangannya yang ingin di pegang Jessica.
" Mari ku bantu, kau mungkin perlu istirahat sebentar...,mari istirahat di kamar tamu " Jessica berusaha meraih tangan Alexander untuk membawa nya ke kamar.
Alexander mendorong Jessica yang mendekat padanya.
" Kau dengar tidak ucapan ku tadi...jangan sentuh aku " kata Alexander menatap Jessica tajam.
Alexander memberi kode dengan tangan nya pada seseorang yang berdiri di pintu.
Tampak Nicolas datang dengan langkah cepat.
Jessica terkejut melihat orang tersebut.
Berarti dari tadi asisten pribadi Alexander sekalian merangkap bodyguard nya, selalu memperhatikan Tuan nya.
Wajah Jessica pias. Keringat dingin terasa mengalir di punggung nya.
" Ayo bawa aku pulang " kata Alexander pada Nicolas, " aku merasa tidak enak badan "
" Baik Tuan "
Nicolas memandang Jessica tajam. Jessica tanpa sadar menelan ludah gemetar.
Nicolas membawa Alexander ke mobil.
" Clara...mana Clara...,Nico..cepat bawa Clara ke mari " Alexander teringat dengan Clara, suara nya mulai serak. Badan nya terasa mulai panas.
" Baik Tuan... aku pergi jemput Non Clara dulu "
Alexander merebahkan tubuhnya ke jok mobil. Badan nya terasa panas, dia membuka jas nya. Dan mulai membuka kemejanya.
" Kenapa begini panas " ucapnya serak.
Pintu mobil terbuka. Clara masuk ke dalam mobil, tampak wajah nya cemas melihat Alexander.
" Paman..." panggil Clara khawatir, " Paman kenapa?
" Clara...Clara.. " Alexander menggapai Clara, di tariknya Clara ke dalam pelukan nya.
Nicolas bergegas menyetir mobil keluar dari halaman Mansion tersebut.
Nicolas mengetatkan geraham nya menahan amarah. Dengan melihat gelagat Tuan nya tersebut dia sudah langsung tahu apa yang terjadi.
__ADS_1
Sudah ada seseorang memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Tuan nya.
Bersambung.........