Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
80.


__ADS_3

Sesampainya di Mansion Alexander tidak memperbolehkan Clara untuk berjalan. Alexander membopong Clara, membawanya naik ke kamar.


Bibi Melinda menangis sedih melihat keadaan Clara yang terluka, Pelayan lainnya pun ikut bersedih.


Dari dulu Clara tidak pernah dapat masalah seperti ini, tentu saja semua orang di Mansion jadi terlihat sedih dan cemas.


Bibi Melinda memerintahkan para Pelayan untuk ikut membantu Alexander apa yang perlu dibutuhkan Clara.


Mereka terlihat begitu heboh karena Nona kecil mereka yang mereka jaga dari kecil bisa jadi korban penculikan lagi.


Alexander membawa Clara kekamarnya. Kamar itu akan menjadi kamar mereka berdua seterusnya kedepannya, dia meletakkan Clara diatas tempat tidur.


" Istirahat lah sayang....aku mau mandi dulu ya " Alexander mengecup kening Clara.


" Iya suamiku " jawab Clara mengangguk.


Alexander kemudian masuk kekamar mandi.


Sementara Clara membaringkan tubuhnya, mencoba memejamkan matanya. Baru beberapa detik dia memejamkan mata, kembali dia membukanya.


Bayangan saat dia diculik terbayang lagi dalam ingatannya, dia merasa gelisah.


Saat mulutnya dibekap dia tidak bisa bernafas, dadanya sangat sesak kala itu, dia mencoba untuk menghirup udara tapi tidak bisa.

__ADS_1


Clara reflek duduk dari berbaringnya, dia merasakan dadanya jadi sesak. Apakah aku akan trauma dengan kejadian tersebut? pikir Clara merasa cemas.


Keringat dingin mengalir dari pelipis Clara, dia merasa gugup. Wajahnya mulai pucat.


Clara duduk meringkuk, dia merasa sangat gelisah sekali. Tidak, ku mohon, bisik hati Clara mencoba untuk menghilangkan bayangan tersebut.


Sekuat tenaga Clara mencoba untuk merilekskan pikiran nya, dia tidak boleh memikirkan kejadian itu. Itu akan membuat dia jadi ketakutan, dan tidak bagus untuk kesehatan.


Pintu kamar mandi terbuka, Alexander terkejut melihat Clara duduk meringkuk ditempat tidur seperti orang ketakutan.


" Sayang....kau kenapa?" Alexander bergegas menghampiri Clara ditempat tidur, meraih Clara kedalam pelukannya.


" Kenapa sayang...tubuhmu gemetar " Alexander mengeratkan pelukannya, dia terlihat sangat cemas.


Clara menghirup aroma tubuh Alexander yang wangi, perasaannya jadi tenang. Tubuhnya mulai rileks.


Badan Alexander masih lembab karena baru selesai mandi, dan hanya mengenakan handuk saja.


Alexander merasakan tubuh Clara berlahan mulai tenang. Dia merasakan istrinya tersebut mengendus aroma tubuhnya.


Alexander tersenyum, dia mengelus rambut Clara lembut. Dikecup nya puncak kepala Clara.


" Sayang...ada apa, kenapa kau terlihat ketakutan?" tanya Alexander.

__ADS_1


" Aku teringat kembali kejadian semalam sore" kata Clara merebahkan kepalanya ke dada bidang Alexander yang telanjang.


Clara mengelus dada itu berlahan, membelai dada Alexander, kebiasaan yang spontan.


Alexander mengangkat dagu Clara, menatap wajah istrinya tersebut.


" Bagaimana...apakah sudah merasa baikan?" tanya Alexander mengelus pipi istrinya.


" Iya " angguk Clara balas menatap Alexander, tapi tangannya masih bertengger didada suaminya tersebut.


Berlahan Alexander memegang tangan Clara yang menempel di dadanya itu, menekannya lembut.


" Sepertinya kau sangat menyukai mengelus dadaku sayang....apakah kau tidak berniat untuk menurunkannya lebih kebawah lagi? aku ingin merasakan juga tanganmu yang lembut ini untuk mengelus yang dibawah?" tanya Alexander tersenyum smrik.


Wajah Clara langsung merona mendengar perkataan Alexander, dia menarik tangannya dari dada Alexander.


Tapi Alexander menahannya, senyuman nya semakin melebar. Dia sangat suka melihat wajah istrinya itu merona, terlihat sangat menggoda.


" Kenapa kau malu sayang...aku kan suamimu, kau bebas melakukan apapun padaku " bisiknya lembut ditelinga Clara.


Wajah Clara semakin merona, kulitnya yang putih terlihat jelas sekali memerah.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2