
" Sayang..." panggil Alexander lembut, entah kenapa ada rasa tidak enak dihatinya melihat Clara cuek saja dengan kejadian tadi.
" Hemm..." jawab Clara masih dalam mode melamun memandang keluar.
" Kenapa kau diam saja....apakah kau marah pada Paman?" tanya Alexander sedih seperti anak kecil yang di cuekin.
" Hemmm...." Clara masih melamun.
" Sayang...biar ku jelaskan " Alexander menarik Clara mendekat padanya, dan otomatis membuyarkan lamunan Clara.
" Ada apa suamiku?" tanya Clara dengan wajah bingung.
Alexander jadi tertegun mendengar suara Clara yang merdu, sepertinya dia tidak marah.
" Sayang..."
" Iya...ada apa sayangku?" tanya Clara dengan tatapan masih bingung karena tidak fokus dengan apa yang dikatakan Alexander tadi.
Alexander benar-benar tidak tahu hendak mengatakan apa lagi, ternyata dia yang salah paham.
Dia lihat Clara biasa-biasa saja, merasa tidak ada yang terjadi.
" Apakah kau marah sayang?" tanya Alexander.
__ADS_1
" Tidak " Clara menggeleng.
" Apa kau tidak marah kenapa wanita tadi sampai bisa mengatakan seperti itu?"
" Tidak " Clara menggeleng lagi, " Aku tahu sayangku banyak pengagumnya...,banyak wanita yang ingin menjadi pasangan hidup sayangku...pesona sayangku membuat mereka ingin mengejar sampai dapat "
Perkataan Clara malah membuat Alexander yang jadi sakit hati, seperti ada jarum menusuk jantung nya.
Di tariknya Clara kepangkuan nya, lalu memeluk Clara erat-erat. Kepalanya di sembunyikan nya ke leher Clara.
" Jangan katakan seperti itu sayang...aku tidak akan meninggalkan mu, kau terlahir hanya untuk ku...jangan tinggalkan aku " suara Alexander terdengar serak, dia seperti menahan tangisnya.
" Banyak wanita menyukaiku..., tidak mungkin aku akan menerima semua wanita tersebut untuk jadi wanitaku...., aku hanya menyukai dan mencintai satu wanita saja...yaitu istri kecilku bernama Clara Stephanie " ucap Alexander semakin memeluk erat Clara dalam pangkuan nya.
Clara tersenyum mendengar Alexander mengatakan bahwa dia seperti makanan.
Clara membalas pelukan Alexander, membenamkan wajahnya ke dada Alexander.
" Aku mencintaimu suamiku...aku tidak mungkin akan meninggalkan mu " ucap Clara.
Alexander sangat senang mendengar kata-kata Clara tersebut.
" Dengar sayang...ke depannya aku akan pastikan tidak akan ada wanita lain yang akan membuatmu salah paham " kata Alexander.
__ADS_1
Clara hanya mengangguk saja.
Dia tahu suaminya tidak akan membuat dia terluka, tapi dia ragu dengan para wanita tersebut.
Dia tahu pasti akan ada lagi peristiwa, dimana para wanita tersebut akan mempermalukan dirinya hanya demi mendapat Alexander.
Nicolas ikut juga merasa tegang, saat melihat Nona kecilnya hanya diam saja melihat kejadian tadi.
Dia merasa heran kenapa tidak ada pertanyaan yang diajukan Nona kecilnya pada Tuan Alexander, untuk menjelaskan siapa wanita tersebut.
Tapi begitu mendengar perkataan Clara tadi, Nicolas pun berjanji akan membereskan para wanita tersebut sebelum Alexander memanggilnya.
Dia harus menomor satukan prioritas kedua majikan nya.
Nicolas memandang kedua majikannya melalui kaca spion.
Dia tersenyum melihat mereka berdua sudah tampak mesra lagi.
Nicolas melihat mereka adalah pasangan yang sangat serasi.
Nicolas kadang heran melihat Nona Kecilnya ternyata lebih dewasa berbanding balik dengan usianya yang masih muda.
Mungkin dikarenakan kehidupan nya sangat keras saat di Universitas, jadi membuat dia jadi dewasa belum waktunya.
__ADS_1
Bersambung......