Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
43.


__ADS_3

Hendrik memikirkan perkataan Alexander barusan, sepanjang perjalanan mereka untuk mengantar Alexander terlebih dahulu ke Villa.


Dia tampak mengerutkan kening nya dalam-dalam, dia terlihat berpikir keras.


Alexander yang duduk di belakang tidak berusaha untuk melanjutkan penjelasanya akan perkataan nya tadi pada Hendrik.


Hendrik tahu sikap Alexander, dia tidak suka menjelaskan perkataannya yang seharusnya bawahan nya sudah mengerti.


Tiba-tiba Hendrik terbelalak, matanya terbuka lebar karena mendapatkan jawabannya.


" Apa?" tanya Nicolas yang tengah menyetir menoleh pada Hendrik yang tampak seperti melihat hantu.


" Jangan katakan anda lah suami Nona Clara, Tuan Alex..." Hendrik tidak menjawab Nicolas, dia dengan cepat memutar tubuhnya melihat Alexander yang duduk dibelakang.


" Hemm..." Jawab Alexander sambil memejamkan mata, dia merehat kan matanya yang terasa lelah, dan sudah mulai mengantuk.


" A..anda menikahi Nona Clara?" tanya nya lagi.


" Mereka saling mencintai....apa kau tidak tahu bahwa cinta datang dan kapan saja, dan dengan siapa kau jatuh cinta?" Nicolas yang menjawab pertanyaan Hendrik tersebut.


Hendrik tiba-tiba tertawa.


" Kenapa kau tertawa " sahut Nicolas.

__ADS_1


Alexander yang duduk di belakang otomatis membuka matanya mendengar suara tawa Hendrik.


" Apa yang lucu " sahut nya tajam, wajah datarnya terlihat dingin.


" Tidak Tuan...sa.. saya sangat senang, sungguh sangat senang...." kata Hendrik gugup, dia tahu Alexander tipe orang yang bisa meninju bila dia disinggung.


" Kau seperti mengejek " Kata Alexander tajam.


" Saya merasa sangat senang Tuan, jadi tanpa sadar mengeluarkan nya karena bahagia...Non Clara menikah dengan orang yang tepat " kata Hendrik gemetar, dia tahu hubungan Clara dan Alexander tidak ada ikatan darah, dan dia tahu bahwa Alexander sangat menyayangi Clara.


" Saya merasa senang, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi...karena Nona Clara sudah punya wali yang sah " lanjut Hendrik.


" Apa maksud mu?" tanya Alexander dengan tajam.


" Apa anda tidak tahu Tuan...Ibunya Jhonatan ingin menjodohkan Nona Clara dengan Jhonatan " kata Hendrik.


" Apa??!" Nicolas terkejut dengan perkataan Hendrik.


Sementara Alexander terlihat tidak senang, wajahnya semakin dingin saja.


" Sudah lama mereka merencanakan untuk mendekatkan Clara dengan Jhonatan...anda sudah tahu kan, bahwa Jhonatan dan Clara tidak ada hubungan keluarga sedarah...Ayah Jhonatan bukan anak kandung Kakek Nona Clara " katan Hendrik, " Mereka ingin menguasai harta peninggalan Tuan Robert..dan akan mengendalikan Nona Clara dalam cengkraman mereka..., aku mengetahuinya saat di sekap didalam hutan "


Alexander mengepal tangannya dengan erat sampai memutih, dia terlihat sangat geram.

__ADS_1


Besok dia akan datang ke Markas dan akan menghajar Jhonatan sampai sekarat.


Clara bukan barang, yang bisa di permain kan.


" Brengsek!!" Alexander meninju jok mobil dengan keras.


Nicolas dan Hendrik yang duduk di depan terkejut, mereka tahu Alexander berdarah panas.


Pasti dia akan melampiaskan emosinya bila sudah emosi.


Mereka sampai di Villa, Hendrik turun untuk membukakan pintu mobil buat Alexander turun.


Setelah Alexander masuk ke dalam Villa, barulah mereka meninggalkan Villa.


Perkataan Hendrik tadi masih membuat Alexander emosi, dia sangat marah mengetahui ternyata yang selama ini dianggap Abang iparnya saudara, ternyata serigala berbulu domba.


Alexander naik ke kamar, dia ingin membersihkan diri dulu. Badannya terasa lengket, seharian membawa Clara bermain.


Tidak butuh sepuluh menit Alexander pun selesai mandi.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Clara pasti sudah tidur dari tadi, bisik hatinya.


Setelah memakai piyama tidur, Alexander pun pergi menuju kamar Clara.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2