Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
27.


__ADS_3

Clara terkejut mendengar perkataan Alexander. Membeli Restoran tersebut?


" Kau suka Restoran nya...,jadi Paman akan berikan padamu " kata Alexander meletakkan kembali gelas Wine nya.


" Aku suka bukan berarti Paman harus membelinya " kata Clara.


" Ini kencan pertama kita..., Restoran ini menjadi saksi kencan pertama kita, jadi Paman ingin membelinya atas nama mu " ucap Alexander meraih tangan Clara, menggenggam nya lembut.


" Paman terlalu banyak uang ya, sampai di belikan Restoran segala.. "


" Iya sangat banyak...sampai tujuh turunan kita tidak akan habis " kata Alexander tersenyum, " Sudah lama Paman kumpulin uang buat kau habiskan "


Alexander meremas jemari Clara lembut.


" Kau bisa mengelola Restoran ini, besok Paman akan mengurus surat-suratnya... "


Clara hanya melongo saja mendengar perkataan Pamannya tersebut.


Tidak berapa lama hidangan pertama datang, mereka di layani langsung dengan sang Manajernya.


Steak daging dengan Wine memang sangat cocok.


Alexander memotong steak nya dengan sempurna. Lalu memberikan nya pada Clara.


Dan steak Clara diambilnya untuk nya.


Clara hanya diam saja melihat Alexander melakukan penukaran steak tersebut. Pamannya sangat perhatian padanya.


Mereka pun mulai mencicipi makanan pembuka tersebut. Terasa sangat lembut dan lumer di lidah.


Clara sangat menyukai nya, rasanya juga pas dan gurih. Lalu menyesap Wine sedikit.


Dia merasa aneh dengan rasa Wine nya, karena belum pernah mencicipi minuman tersebut.


" Kenapa?" tanya Alexander karena melihat Clara mengernyitkan keningnya.


" Rasanya agak aneh Paman " ucap nya, menyesap Wine tersebut.


" Minum lah sedikit saja, ini ada jus jeruk " Alexander menyodorkan segelas jus.


" Baik " kata Clara.


Waktu berlalu sampai mereka menikmati makanan penutup, Dessert.


Mereka tampak sangat menikmati Dinner mereka.


Alexander sesekali menyuapkan makanannya pada Clara. Clara dengan senang menerima suapan Alexander, membuka mulutnya dengan wajah tersenyum.


" Apakah kau mau dansa?" tanya Alexander setelah mereka selesai menikmati makanan penutup.


" Di sini? " tanya Clara.


" Iya... ke marilah " Alexander mengulurkan tangannya.


Clara menerima uluran tangan Alexander, dan kemudian Alexander menuntun Clara berjalan menuju lantai yang ada di halaman Restoran tersebut.


Ternyata lantai itu memang di buat khusus bagi tamu yang ingin berdansa.


Suara musik pun kemudian terdengar mengalun merdu.

__ADS_1


Alexander mulai menuntun Clara mengikuti alunan musik.


Clara meletakkan tangannya di bahu Alexander, dan satu lagi di genggaman tangan Alexander.


Sementara tangan Alexander yang satu lagi memeluk pinggang Clara.


Mereka mengikuti irama musik dengan wajah saling menatap. Alexander tidak membawa Clara dengan dansa tempo cepat.


Karena alunan musiknya lamban dan melankolis.


Alexander menatap Clara dalam-dalam, mata mereka saling menatap begitu intens.


Alexander menarik tubuh mungil Clara semakin merapat, hingga dadanya menempel di rusuk atas Alexander.


Alexander merasakan sensasi yang begitu menggoda. Tangannya yang memeluk pinggang Clara, berlahan bergerak mengelus punggung Clara.


Clara merasakan ada rasa yang menggelitik perutnya dengan belain tangan Alexander tersebut.


Wajah Alexander menunduk menempelkan keningnya ke kening Clara.


" Clara... kau sangat menggoda, Paman tidak tahu sejak kapan melihat mu sangat berbeda, Paman sangat menyayangi mu...sangat..sangat menyayangi mu" kata Alexander serak, " Apakah Paman boleh mencium mu lagi? "


Clara menatap Alexander, pipi nya tampak merona. Mungkin karena minum Wine atau karena pelukan Alexander yang posesif merapat pada tubuhnya.


" Clara.. " panggil Alexander karena tidak mendengar suara Clara menjawab pertanyaannya.


" Paman...apakah tidak punya perasaan lain padaku?" tanya Clara.


" Perasaan lain apa maksud mu....,Paman merasakan kalau rasa sayang Paman semakin besar dan tinggi padamu...setinggi gunung Everest " ucap Alexander seraya mengelus punggung Clara.


" Apakah Paman tidak sadar ciuman seperti itu hanya bisa dilakukan pada pasangan kita sebagai lawan jenis " kata Clara, " Pasangan sepasang kekasih "


" Kau adalah gadis kecilku...orang yang paling Paman sayang di dunia..." gumam Alexander meletakkan tangan Clara yang di genggamnya ke pipinya, " Sepertinya Paman ber hak untuk mencium mu kan "


" Tapi kenapa kau membalas ciuman Paman?" tanya Alexander menatap lekat-lekat mata Clara.


" Ka.. ka....,karena Aku mencintai Paman..." sahut Clara menunduk, dia akhirnya pun bicara jujur, "Aku mencintai Paman sebagai lelaki bukan sebagai Paman ku "


Wajah Clara semakin merah. Dia sangat malu sekali dengan pengakuannya tersebut.


Alexander membeku di tempatnya, dia terkejut dengan pengakuan Clara tersebut.


" Aku ingin Paman menjadi suamiku... pasangan hidupku , menjadi Papa dari anak-anak ku " ujar Clara semakin merona.


" A.. a.. apa kata mu?" Alexander seperti terkena sambaran petir, dia tidak mempercayai apa yang di dengar nya.


" Lebih baik kita pulang saja Paman...sudah malam, aku capek...ngantuk " Clara melepaskan pelukannya.


Clara meninggalkan Alexander yang masih mematung di tempat nya.


Dia baru tersadar melihat Clara tidak terlihat lagi.


" Clara... " panggilnya.


Alexander mengejar Clara yang sudah keluar Restoran.


Clara menunggu Alexander di dekat mobil. Wajahnya masih memerah malu karena pengakuannya tadi.


Begitu Alexander membuka kunci mobil. Clara langsung membuka pintu mobil tanpa menunggu Alexander membukakan untuknya.

__ADS_1


Begitu duduk dia langsung memasang seatbelt nya sendiri.


Alexander pun kemudian naik ke kursi sopir.


Di pandangannya Clara yang buang muka menatap keluar jendela.


" Clara.. " panggil Alexander pelan.


" Ayo pulang Paman, aku ngantuk.. " sahut Clara tanpa menoleh pada Alexander.


" Kau marah pada Paman ya " sahut Alexander.


Clara diam tidak menjawab.


" Clara... " Alexander memanggil Clara dengan lembut.


" Sudahlah Paman... ayo kita pulang, aku capek "


" Oke... baik " Alexander menyalakan mobil.


Kemudian meninggalkan halaman Restoran yang akan meninggalkan kenangan momen tak terlupakan di kencan pertama mereka.


Sepanjang jalan mereka saling diam. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


Alexander merasakan ada sesuatu di dasar hatinya begitu bergejolak. Dia tidak bisa mengungkapkan nya, perasaan yang begitu membuncah karena senang atau bahagia.


Sampai dia tidak bisa berkata-kata , pikirannya bleng. Dia seperti orang kebingungan, tidak bisa untuk mengatakan sesuatu apa pun pada Clara.


Sementara Clara sudah merasa gelisah terlalu bodoh mengungkapkan perasaannya pada Alexander.


Dia berpikir kalau Alexander pasti menganggap dia sudah gila. Clara merasa Alexander pasti marah padanya karena mencintai Pamannya.


Clara menggigit ujung kukunya merasa tidak tenang.


Tidak berapa lama mereka sampai di Mansion. Lagi-lagi Clara tidak mau menunggu Alexander membantunya turun dari mobil.


Dia buka sendiri pintu mobil dan langsung masuk ke rumah, tanpa bicara sepatah kata pun pada Alexander.


Dan Alexander pun tidak memanggil Clara, dia diam saja melihat aksi Clara tersebut.


Sampai di kamar Clara langsung mengunci pintu kamar. Lalu melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.


Membenamkan wajahnya ke bantal. Dia sangat malu, benar-benar malu.


Sementara Alexander menatap pintu kamar Clara yang telah di kunci sang empunya kamar.


Dia masih seperti patung hidup berjalan. Perasaannya tidak bisa untuk dia ungkap kan.


Dia pun beranjak menuju kamarnya. Di dalam kamar dia terduduk di tepi tempat tidur seperti orang yang kehilangan roh nya.


Dia mengingat kembali pengakuan Clara tadi. Berlahan bibir nya merekah, senyuman nya pun mengembang.


Dan lama-kelamaan semakin melebar, dan suara tawanya pun terdengar memenuhi kamarnya.


Jakunnya naik turun karena tawanya mulai terdengar membesar.


Dia menghempaskan tubuh nya ketempat tidur sembari tertawa terbahak-bahak.


Dia merasa hidupnya sangat bahagia. Keberuntungan selalu memihaknya, dia merasakan hidupnya benar-benar tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Alexander sangat bahagia.


Bersambung.......


__ADS_2