
" Bibi...Cindy, kenapa kalian ada disini?" suara bariton terdengar memasuki ruang tengah, kembali Cindy terkaget lagi.
Alexander berdiri memandang mereka dengan piyama yang agak terbuka, memperlihatkan dada bidangnya.
" A.. aku kehausan, aku mengambil air minum.." kata Cindy gugup, dia menelan ludah melihat Alexander begitu sangat mempesona dengan pakaian tidur yang sedikit terbuka.
" Saya terbangun mendengar ada suara di dapur Tuan " kata Bibi Melinda.
" Anda mau perlu apa Tuan...biar saya bantu " ujar Bibi Melinda lagi.
" Mau ambil air minum, Clara haus " kata Alexander, lalu berjalan melewati Cindy yang masih mematung ditempat nya.
" Biar saya buatkan Tuan " Bibi Melinda masuk ke dapur, kemudian mengisi air minum di teko kecil.
Meletakkan teko di baki dan satu gelas minum.
Lalu menyerah kan pada Alexander.
" Terimakasih Bi..." Alexander menerima baki dan kemudian melewati Cindy pergi begitu saja naik ke lantai dua.
Setelah Alexander menghilang masuk kamar. Cindy pun berbalik memandang Bibi Melinda yang masih berdiri tidak jauh darinya.
" Bi...apakah kak Alexander begitu sangat memanjakan Clara... menurut ku itu...."
" Sudah larut malam..., kembalilah ke kamar anda kembali Nona " kata Bibi Melinda memotong perkataan Cindy, dia mulai melihat ada sesuatu yang direncanakan wanita didepan nya itu.
__ADS_1
Orang asing yang mengaku teman masa kecil Tuannya, yang tidak bertemu sudah bertahun-tahun.
Tapi sudah lancang meminta untuk tinggal sementara di rumah temannya tersebut.
Status nya yang baru menjanda, yang mengaku tidak punya tempat tinggal sementara.
Dan tidak punya teman wanita sama sekali.
Bibi Melinda merasa itu hanya akal-akalan nya saja.
Sepertinya ada udang dibalik batu.
Cindy merasakan aura intimidasi dari Bibi Melinda, dia pun merasa menjadi gugup.
Tatapan Bibi Melinda sangat dingin.
Sementara dikamar Alexander.
Alexander memberi minum Clara, dengan lembut Alexander membantu Clara untuk duduk.
" Pelan-pelan minumnya " Alexander menyerah kan gelas berisi air minum pada Clara.
Clara meneguk air minum berlahan, dan kemudian menyerahkan gelas yang sudah kosong pada Alexander.
Alexander bergabung kembali masuk kedalam selimut setelah meletakkan gelas kosong ke atas baki.
__ADS_1
Alexander menarik Clara kedalam pelukannya, meletakkan kepala Clara di lengannya.
Menarik pinggul Clara merapat padanya, menghirup aroma rambut Clara yang wangi.
Clara memasukkan tangannya yang kecil ke balik baju piyama Alexander.
Meletakkan tangannya di dada bidang Alexander.
Jadi suatu kebiasaan Clara mengelus dan meraba dada Alexander, dan merasakan perut Alexander yang ber otot.
Alexander hanya bisa pasrah saja dengan keisengan tangan Clara tersebut, dan dia pun memang menyukai tangan Clara yang lembut tersebut mengelus tubuhnya.
" Sayang.. " gumam Alexander serak, dia menikmati belaian tangan Clara.
Tangan nya meremas pinggul Clara.
Clara tidak menjawab, dia sudah mencoba untuk tidur lagi. Memang dasar Clara, tangannya yang tidak bisa diam.
Berlahan tanpa dia sadari sudah turun kebawah, tangannya merasakan sesuatu yang lain.
" Sayang...!" Alexander meremang merasakan tangan kecil Clara menyentuh ereksi nya.
Tangan Alexander meremas pinggul Clara, dan menariknya lebih rapat lagi ke tubuhnya.
Tangan Alexander menjalar masuk ke balik baju tidur Clara. Mengelus punggungnya dan berlahan mengelus dada Clara, meremas nya sebentar di sana.
__ADS_1
Dan kemudian berlahan mengangkat dagu Clara, menunduk kan wajahnya lalu mencium bibir Clara.
Bersambung.....