Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
39.


__ADS_3

Tidak terasa seharian mereka bermain, hampir sebagian wahana di naiki Clara. Kencan mereka kali ini sangat menyenangkan.


Karena mereka sangat mencolok, yang satu karena ketampanannya, dan yang satu karena kecantikannya dan kemanjaan nya, mereka jadi bahan perhatian para pengunjung Taman hiburan.


Terakhir mereka berakhir nongkrong di tempat penjual es krim.


Clara menikmati es krim nya dengan semangat. Sesekali dia mencuri es krim Alexander.


Alexander hanya tersenyum saja melihat tindakan Clara, dia mengelus kepala Clara dengan sayang.


" Claraa..." tiba-tiba sebuah suara berteriak mendekat pada mereka, dan langsung memeluk Clara dari belakang.


Clara terkejut, apalagi Alexander dia memandang adegan tersebut dengan wajah datarnya yang otomatis mendingin.


" Siapa kamu..." ujarnya tidak senang.


Clara memalingkan wajahnya untuk melihat siapa yang memeluk.


" Laura " sahutnya kaget.


" Aku senang bertemu dengan mu di sini " kata wanita yang memeluk Clara tersebut, yang ternyata adalah Laura temannya semasa di Universitas.


Wajah Alexander yang tadi mendingin, mulai menghangat setelah tahu siapa gerangan orang tersebut.


" Halo Tuan Alexander.." sapa Laura membungkuk kan tubuhnya sedikit dengan sopan, " Maaf mengganggu, saya teman Clara...kita sudah pernah bertemu "


" Ya " jawab Alexander datar.


Laura kembali menghadap Clara, di pegangnya tangan Clara.


" Apakah kau akan lama tinggal di kota T ?" tanyanya berbinar.

__ADS_1


" Tidak, kami ada urusan di sini...setelah selesai akan kembali lagi ke kota D " kata Clara.


" Kau tahu tidak... kemarin aku bertemu lagi dengan Anton, dia asik nanyain kau terus...sepertinya dia sangat mencintaimu " kata Laura dengan polosnya, dia tidak melihat situasi dan kondisi.


Wajah Alexander otomatis langsung menggelap, wajah datarnya sangat dingin, sedingin kutub utara mendengar perkataan Laura.


wajah Clara pun berubah juga, dia tidak menyangka Anton mengejar nya dengan gigih.


" Eng... begini Laura... ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu " kata Clara.


" Aku tahu kau tidak menyukai Anton...tenang saja aku tidak memberitahu kan no teleponmu " kata Laura sembari tersenyum.


" Begini...aku sudah menikah, dan Anton pun sudah tahu...kami tadi siang bertemu di Hotel Emerald " kata Clara.


" Apa???!" Laura terperanjat kaget mendengar perkataan Clara.


Laura menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangannya.


" Ehem... " Alexander berdehem, dia tidak senang melihat Laura mengguncang tubuh Clara.


Laura merasakan aura dingin mengarah padanya, tubuhnya merinding. Dia sadar telah berbuat salah, dengan cepat dia melepaskan tangannya dari bahu Clara.


" Ini..." Clara menggaruk lehernya yang tidak gatal.


Laura menatap Clara menunggu jawabannya.


" Paman aku mau bicara dulu dengan Laura sebentar " kata Clara pada Alexander.


" Baiklah...jangan lama "katanya mengerti maksud dari perkataan Clara, apalagi saat dia memanggilnya dengan sebutan Paman kembali.


Clara membawa Laura menjauh dari Alexander.

__ADS_1


Clara diam sejenak, untuk mengatur kata-kata apa yang bisa untuk menjelaskan pada Laura, agar gadis itu tidak pingsan setelah mendengar penjelasan dari nya.


" Aku dan Paman ku bukan keluarga kandung, dia adalah adik angkat ibuku " kata Clara mulai bercerita.


" Oh " wajah Laura tampak terkejut, " lalu?" tanya nya.


" Setelah orang tua ku meninggal, dia yang jadi wali ku, dia sangat menyayangi ku dari bayi, semua perhatian nya dia berikan padaku"


" Dan?" tanya Laura dia tidak tahu ternyata begini kehidupan yang dijalani Clara, sudah yatim piatu sejak kecil.


" Dan Pamanku juga penggila kerja, dia sering meninggalkan ku, dan di saat aku berumur 14 tahun...aku tidak tahu kenapa mulai menyukai Pamanku " ucap Clara.


Mulut Laura menganga, matanya terbelalak menatap Clara.


" Kau jatuh cinta pada Pamanmu?"


Clara mengangguk.


" Lalu...?" tanya Laura lagi agak bingung.


" Kami bertemu lagi di saat aku berumur dua puluh tahun, dan cintaku semakin dalam padanya "


" Jangan katakan kau mengungkapkan perasaanmu pada Pamanmu..."


" Iya...aku mengungkapkan nya, dan ternyata Pamanku pun mulai merasakan jatuh cinta juga padaku "


Sampai di sini penjelasan Clara, Laura langsung sudah tahu ke intinya.


Dia pegang dadanya, rasanya dia tidak percaya.


Clara menikah dengan Alexander si pria tampan idola kalangan para wanita se antero dunia, ke mana dia pergi, setiap gadis pasti tergila-gila melihatnya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2