
Alexander mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan apartemen Clara. Perasaannya semakin kesal saja dengan ke adaan lingkungan tempat tinggal Clara, gadis kecilnya yang berharga tinggal ditempat kumuh.
Ini benar benar tidak bisa di maafkan, ini sungguh suatu penghinaan. Pewaris perusahaan Groups Genius tinggal di tempat seperti ini!! Alexander menggeram mengetatkan gerahamnya.
Nicolas hanya melongo saja melihat tempat tinggal Clara tersebut. Nona kecil nya yang kaya raya tinggal ditempat sederhana ini, astaga! apa kata dunia dengan semua ini.
"Paman... apakah usaha paman baik baik saja? " tanya Clara seraya membawa teh untuk Alex dan asistennya Nicolas, " tahun belakangan ini orang suruhan paman tidak pernah lagi mengantar uang pada ku "
Alexander memijit pelipis nya sembari memejamkan mata, dia tampak mulai marah.
Masalah mengenai mantan sekretarisnya yang sudah lancang mengambil alih mengurus keperluan Clara dari tangan Aldy sopir pribadi lamanya.
"Maafkan paman Clara... paman tidak mengetahui kalau Linda sudah lancang membuatmu susah.." ucap Alex sembari duduk ke sofa, " paman sudah memecatnya "
" Jadi... "
"Perusahaan kita baik-baik saja.., tidak ada masalah " sahutnya " ayo kemasi barang barang mu, mari pindah...malam ini kita pulang ke villa , kamu tidak boleh tinggal di sini lagi "
"Tapi paman..."
"Tidak ada tapi tapian lagi..., Nicolas bereskan barang barang Clara " sahut Alexander pada Nicolas.
"Baik Tuan.. "
Dengan sigap Nicolas bergegas masuk ke kamar Clara, mengemasi barang barang yang di anggap nya penting.
"Sudah Tuan.. "
"Eh... kok cepat sekali.. " Clara gelagapan.
Alexander menggenggam tangan Clara, menariknya keluar dari apartemen tersebut.
"Kalau masih ada tertinggal, besok aja lagi di ambil " kata Alex.
Clara terpaksa menurut, dia mengikuti langkah pamannya yang panjang.
...****************...
Villa Merak Residence adalah villa termahal dan paling elit di kota T, villa ini biasanya hanya para pengusaha miliarder yang menempati.
Dan itupun terbatas, hanya ada beberapa villa di dirikan di Merak Residence. Jadi bisa di hitung siapa siapa saja orang yang paling berkuasa di kota T.
Mobil berlahan memasuki halaman salah satu villa. Clara menatap takjub villa tersebut, sepertinya villa itu yang paling besar dari villa lain nya di Merak Residence tersebut.
Halaman nya cukup luas di hiasai air mancur dengan patung Merak yang indah. Lampu warna warni menghiasi halaman villa , menampakkan kesan yang sangat indah di halaman villa tersebut.
Clara melihat di pintu masuk villa sudah berdiri beberapa pelayan villa tersebut, mereka tampak berbaris rapi menyambut sang Tuan rumah.
Sama seperti di Mansion mereka di kota D, mereka akan berbaris menunggu paman Alexander bila pulang ke rumah.
Alexander lebih dulu turun dari mobil dan kemudian membuka pintu mobil buat Clara, membantu nya turun dari mobil.
"Apakah ini villa paman? " tanya Clara masih takjub, sembari meraih tangan Alex yang tengah diulurkan untuk memegang tangan Clara.
"Bukan villa paman, tapi villa kita " sahut Alexander menekankan kata 'kita'.
"Sejak kapan paman membeli villa di kota T ? "
__ADS_1
"Cabang Hotel kita dan juga Restoran ada juga di kota T " kata Alex
Mereka pun memasuki villa.
"Selamat datang Tuan dan Nona... " sahut para pelayan menunduk hormat pada Alexander dan Clara.
"Terimakasih... " sahut Clara tersenyum manis pada para pelayan tersebut.
Alexander tidak perotes dengan tindakan Clara tersebut. Karena dia sudah terbiasa dengan sikap Clara seperti itu, sebab dari dulu dia memang suka mengucapkan terimakasih pada para pelayan mereka di rumah.
Alexander merangkul bahu Clara masuk ke dalam villa. Mereka berjalan beriringan naik ke lantai dua.
"Apakah paman mau kusiapkan air hangat untuk mandi? " tanya Clara menawarkan diri.
"Kau juga belum mandi.... mandilah di luan, paman sebentar lagi mandi" ucap Alex mengelus rambut Clara, lalu mengecup puncak kepalanya.
"Atau aku siapkan dulu makan malam... apakah paman sudah makan malam? " tanya Clara .
Alexander tampak berpikir sejenak.
"Baik lah, apakah kau bisa memasak? para pelayan sudah pergi, besok pagi baru mereka datang lagi untuk bekerja di villa"
"Iya bisa " Clara mengangguk cepat.
"Mari kita makan malam dulu" Alexander menarik tangan Clara ke dapur.
Clara membuka kulkas, bahan bahan makanan ternyata telah tersedia di dalam.
Dia mengambil beberapa bahan, dan kemudian memeriksa lemari untuk melihat tepung.
Alexander memperhatikan semua gerakan Clara, rasanya seperti mimpi melihat Clara tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Dan dia merasa semakin tua saja.
Biasa nya seorang gadis seusia Clara sudah punya pacar. Apakah dia juga juga punya teman pria? pikir Alexander melamun.
Tiba tiba wajahnya menegang, dia cepat cepat menggelengkan kepalanya. Tidak...tidak, bisiknya tidak setuju.
Ada perasaan tidak rela di hatinya, dia mengusap wajahnya kasar. Perasaan apa ini, pikirnya menghela nafas.
" Sudah selesai... silahkan di nikmati paman " Clara meletakkan mangkuk sup mie di depan Alex, wangi uap nya begitu wangi mengepul ke arah hidung Alex.
Eh...cepat sekali, pikirnya. Sudah berapa lama dia melamun, masakan Clara sudah terhidang di depan nya.
Dan terlihat mie buatan Clara sangat lezat, tampak irisan daging, sayur dan daun bawang serta tomat terlihat sangat menggugah selera.
Alexander meraih sumpit, dan dia pun mulai mencicipi. Dia meniup sebentar, kemudian memasukkannya ke dalam mulut.
Dan lidahnya pun mengecap rasa mie buatan tangan Clara tersebut. Dan wajahnya tiba-tiba terperangah, luar biasa... ini sangat enak bisik hati nya.
"Apakah paman Nicolas tidak di ajak makan juga Paman? " tanya Clara.
"Tidak! " jawab Alexander cepat, "Dia sudah pulang, besok pagi baru datang lagi"
"Padahal aku buat tiga mangkuk " kata Clara.
"Sini buat paman saja, paman lapar sekali.. " Alexander mengambil mangkuk bagian Nicolas.
Dalam hitungan 5 menit ke dua mangkuk tersebut bersih mengkilat.
__ADS_1
Dan kemudian Alex bersendawa kekenyangan. Perasaannya sangat puas, sudah lama rasanya dia tidak makan sekenyang dan seenak ini.
Dia merasa hidupnya begitu bahagia telah memakan makanan yang paling enak.
Clara rasanya tak percaya melihat pamannya menghabiskan mie tersebut secepat kilat. Itu kan panas, pikirnya, Apakah paman segitu laparnya?
"Enak sekali.. paman jadi kenyang " ucap Alexander puas, "paman mandi dulu ya "
Alex meninggalkan Clara yang belum menghabiskan mie nya.
"Pelan-pelan saja makannya " sahut Alexander
...****************...
Clara bingung sebelah mana kamarnya, apakah sebelah kiri atau kanan.
Dia pun memutuskan memasuki kamar sebelah kiri. Berlahan dia membuka pintu, tidak di kunci dan di dalam terlihat terang.
Dia pun masuk ke dalam, kamar itu terlihat sangat luas dan mewah, tempat tidur king size yang luar biasa mewah, Clara berdecak takjub.
Dan saat pintu dia tutup kembali pintu kamar mandi terbuka, pamannya keluar hanya mengenai handuk melilit sepinggang.
Clara sangat terkejut, wajahnya memerah malu. Alexander terlihat masih basah, tubuhnya yang atletis, dada yang kekar dengan otot perut sispek. Sangat seksi, Clara menelan ludah nya gugup.
Jantungnya berdegup kencang.
Sesaat mereka saling ber sitatap tanpa berkata kata.
Cepat-cepat Clara mengerjap kan matanya, mengalihkan tatapannya memandang pamannya.
"Ma.. maaf paman..., aku pikir ini kamar ku " ucap Clara canggung, dia pun berbalik menuju pintu. Dia benar benar malu melihat pamannya nyaris bugil.
Untung masih pakai handuk, dan sialnya handuk itu agak melorot terlilit di bawah pinggul Alex.
Walau dia ada rasa suka pada pamannya, tetap saja kejadian tak terduga begini sangat memalukan.
"Mandi saja di sini, paman sudah buat kan air hangat di bathtub... mandi lah " sahut Alexander dengan suara serak, dia pun terkejut juga melihat Clara.
"Oh... aku ambil baju ganti dulu kalau begitu " kata Clara.
"Tidak usah, biar paman ambil... kau mandilah" kata Alexander mendekat.
Jantung Clara berdegup semakin kencang, dia sudah merasakan wajahnya sudah semakin merah saja.
Alexander menarik tangan Clara dan membimbingnya ke kamar mandi, lalu kemudian mendorong Clara masuk ke dalam.
"Berendam lah sebentar...supaya segar, paman yang ambilkan baju mu "
Alexander kemudian menutup pintu kamar mandi. Clara menekan dadanya, jantungnya tidak berhenti berdetak.
Dia pun kemudian mengunci pintu kamar mandi.
Iya betul, dia perlu berendam untuk menenangkan debaran jantungnya yang kayaknya sudah mau copot.
Dia pun berlahan menanggalkan semua pakaiannya, dan masuk ke dalam bathtub.
Bersambung.........
__ADS_1