
Laura mengatur detak jantung nya yang terasa tidak tenang. Dia tidak menyangka Clara menikah dengan Paman angkat nya.
" Sejak kapan kalian sudah menikah?" tanya Laura kemudian.
" Hari ini, tadi siang..." jawab Clara.
" Astaga Clara...kau memang luar biasa, aku tidak menduga ternyata kau lebih dulu menikah dari aku..." Laura mengguncang tubuh Clara.
" Aku juga tidak lama lagi akan menikah...aku baru belanja keperluan untuk malam pertama ku nanti, lalu ke sini untuk cari hiburan... aku datang bersama dengan kakakku" katanya lagi.
" Oh.."
" Bagaimana dengan mu, apakah kau sudah mempersiapkan malam pertama mu?" tanya Laura.
Clara diam, dia memang belum melakukan apa-apa untuk malam pengantin nya.
" Ini...aku berikan padamu sebagai hadiah dari ku, nanti aku akan beli lagi untuk ku " Laura menyodorkan satu paper bag.
" Apa ini?"
" Untuk kau pakai dimalam hari saat mau tidur "
"Oh..baju tidur ya " kata Clara dengan polosnya.
" Iya " jawab Laura, tapi mimik wajahnya berkata lain.
" Terimakasih kasih Laura "
" Iya sama-sama...,jangan lupa kau harus pakai di saat mau tidur ya "
" Iya " angguk Clara dengan polosnya.
" Kalau begitu aku pergi ya...selamat ya"
" Ya " angguk Clara.
__ADS_1
Clara pun kembali pada Alexander yang masih setia menunggu sambil menikmati es krim nya.
Alexander memandang Clara yang kembali dengan satu paper bag ditangannya.
" Apa itu?" tanyanya.
" Laura memberi hadiah, hadiah pernikahan darinya " Clara meletakkan paper bag ke atas meja.
Tiba-tiba Nicolas sudah berdiri disamping Alexander.
" Tuan..." panggil nya.
" Ya "
" Hendrik telah ditemukan " kata Nicolas pelan.
" Bagus...ayo sayang " Alexander meraih tangan Clara, dan kemudian meraih paper bag yang diletakkan Clara tadi dari atas meja.
Mereka pun meninggal kan Taman hiburan tersebut.
" Baik Tuan..."
" Siapa Hendrik..sayangku?" tanya Clara bingung.
" Sopir pribadi Papamu... kau masih kecil waktu itu, jadi tidak ingat " Alexander mengusap rambut Clara.
" Ada apa dengan nya?" tanya Clara lagi.
" Nanti juga kau akan tahu " Alexander mengecup kepala Clara.
Alexander mengantar Clara kembali ke Villa, mengatakan dia akan pulang agak malam.
Dia menyuruh Clara tidur saja lebih dulu, jangan menunggunya.
Clara mengangguk patuh.
__ADS_1
" Aku mencintaimu sayang " ucapnya mengecup bibir Clara.
" Aku juga suamiku, sangat mencintaimu " Clara membalas ciuman Alexander.
Setelah itu Alexander pun bergegas masuk ke mobil.
Clara memandang mobil tersebut sampai hilang dari pandangannya.
Lalu kemudian barulah dia masuk ke dalam Villa.
" Apakah anda perlu sesuatu Nona?" tanya kepala Pelayan pada Clara.
" Tidak.., aku mau beristirahat ke kamar " kata Clara.
" Oh... kalau ada silahkan bel saja Nona "
" Baik " jawab Clara, lalu naik ke kamar.
Dia merasa sangat penat karena bermain ke Taman hiburan, dia ingin berendam di bathtub.
Setelah mengisi bathtub dengan air hangat, dia pun menuang sabun cair ke dalam.
Menggulung rambutnya tinggi-tinggi, membuka semua bajunya lalu masuk ke dalam bathtub.
" Ahh..." gumamnya tersenyum, tubuhnya terasa sangat nyaman masuk ke dalam air.
Clara mulai menggosok badannya, sambil bersenandung.
Dia sangat bahagia hari ini, dia tidak menyangka akhirnya bisa menikah dengan pria yang di cintainya.
Dia senyum-senyum sendiri mengingat kenakalan nya tadi siang di dalam mobil.
Wajahnya merona membayangkan bagaimana Alexander tidak tahan dengan godaannya.
Clara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Bersambung.......