
Selama melakukan interogasi pada Hendrik mengenai peristiwa tiga belas tahun lalu, Alexander tidak fokus.
Pikirannya selalu tertuju pada Clara. Alhasil Nicolas yang banyak bertanya pada Hendrik.
Hendrik mengatakan bahwa ada yang menyabotase mobil Ayah Clara, dengan cara rem blong.
Dia mengatakan bahwa dari semenjak sebelum kecelakaan tersebut, sudah ada beberapa kali mobil di sabotase.
Tapi Hendrik dapat mengetahui nya sebelum mobil digunakan.
Tapi pada hari naas itu, entah kenapa dia tidak sempat memeriksa keadaan mobil sebelum berangkat.
Dan saat mobil menabrak pembatas jalan, Hendrik sempat untuk menyelamatkan kedua Majikannya.
Tetapi tiba-tiba ada orang datang menyergap nya dari belakang, dan Hendrik berusaha berontak untuk meloloskan diri.
Hendrik melakukan perlawanan, dia berhasil lolos dan memukul orang tersebut.
Tapi ternyata bukan satu orang saja yang mencoba menyerangnya, ada seorang lagi berusaha untuk menyerang nya.
Mereka memakai topeng wajah agar tidak bisa dikenali.
Hendrik mencoba melarikan diri masuk ke dalam hutan, dengan luka di kakinya dia sekuat tenaga melarikan diri.
Baru saja beberapa meter dia berlari dari kejaran orang tersebut, tiba-tiba mobil Tuan nya pun meledak.
Dia sangat shock melihat api membakar mobil Tuannya yang meledak, menyaksikan Tuanya terbakar bersama sang istri dan laki-laki yang tadi menyerang nya, yang berhasil ditumbangkannya.
Hingga pada waktu itu berita memberi tahu kan bahwa Tuan nya dikabarkan meninggal bersama sopir pribadi nya.
__ADS_1
Hendrik mengatakan saat orang kedua yang mengejarnya berhasil menangkap nya.
Dia memberi perlawanan, dan sempat menarik penutup wajah orang tersebut.
Dia sangat terkejut melihat wajah yang tidak asing yang cukup dikenalnya.
Hingga sebuah hantaman benda keras memukul tengkuknya, dan membuat dia pingsan.
Saat dia sadar, dia sudah berada di sebuah rumah kecil dan kumuh di tengah hutan.
Ada beberapa penjaga ditugaskan untuk menjaga nya agar jangan bisa melarikan diri.
Hingga suatu hari dia bisa meloloskan diri.
Dia berkelana dari desa satu ke desa lainnya, untuk menghindari pengejaran.
Sehingga dia terlihat seperti orang gila, dengan baju yang sangat dekil dan usang.
Bertahun-tahun dia melarikan diri, dan makan dari hasil meminta-minta.
Alexander memijit pelipis nya mendengar semua penjelasan Hendrik tersebut. Emosi nya mulai naik, mode on pysco terlihat dari wajahnya.
Matanya terlihat berapi-api, dengan tatapan yang tajam.
" Kita telah mengumpulkan sebagian bukti-bukti, saat mereka tidak mengakui nya, kau akan bersaksi di akhir persidangan " kata Nicolas.
" Baik " angguk Hendrik.
" Malam ini kau tinggal sementara dengan Nicolas " sahut Alexander.
__ADS_1
" Baik Tuan " angguk Hendrik membungkuk kan badannya sedikit dengan sopan.
" Baiklah...mari kita pergi " kata Alexander.
" Sebentar Tuan... boleh saya bertanya?" tanya Hendrik.
Alexander menghentikan langkahnya.
" Ya "
" Bagaimana kabar Non Clara...apakah dia baik-baik saja?"
" Ya, dia sangat baik" jawab Alexander.
" Oh..syukur lah, dia pasti sudah besar sekarang " Hendrik menghela nafas lega mengetahui majikan kecilnya baik-baik saja.
" Dia sudah menikah " lanjut Alexander seraya kembali melanjutkan langkahnya.
" Hah!!!?" Hendrik terkejut, dia tidak percaya dengan perkataan Alexander.
" Kenapa? kau tidak suka Clara menikah? "
" Bu..bukan begitu Tuan, dia kan masih muda... dan apakah Tuan sudah memastikan pria seperti apa yang menikah dengan Nona? aku takut pria tersebut tidak tulus mencintai Non Clara " kata Hendrik
" Apakah aku terlihat tidak meyakinkan?" tanya Alexander sambil terus melangkah.
" Hah??! maksudnya??! "
Bersambung.......
__ADS_1