
Clara sangat kenyang sekali, Alexander terus memaksa nya menghabiskan makanan nya.
Alhasil Clara yang menghabiskan separuh makanan tersebut. Alexander hanya memakan sedikit saja.
"Aduh kenyang sekali..." Clara mengelus perut nya.
"Itu bagus biar cepat gemuk...biar enak di peluk " goda Alexander menoel hidung Clara.
"Ih Paman... " sahut Clara dengan suara manjanya, dia mengusap hidung nya yang di toel Alexander, " Kalau terlalu gemuk nanti jadi tidak cantik lagi, nanti cowok idaman ku jadi tidak suka lagi sama aku "
"Bagus lah dia tidak suka " kata Alexander senang.
"Ihh... gak mau, aku mau tetap terlihat cantik agar dia tidak di lirik wanita lain " kata Clara masih dengan suara manjanya.
"Paman akan usaha kan supaya kau cepat gemuk...biar dia melirik gadis lain " ucap Alexander membenahi piring kotor mereka ke troli. Kemudian dia memencet bel.
Clara hanya bisa mengerucut kan bibir nya mendengar ucapan Alexander.
Kalau Paman tahu kalau lelaki itu adalah Paman, Kira-kira apa dia marah dan mengatakan aku sudah gila ya, pikir Clara.
Tapi tadi dia menyentuh bibir ku, bisik hati Clara bingung. Kenapa?
...****************...
"Bagaimana? " tanya Alexander pada asistennya Nicolas.
"Wanita itu putri Tuan Jordan Wilson, satu bulan yang lalu anda di jamu makan siang untuk membahas mengenai kerja sama dalam proyek Tour traveling "
"Oh iya...aku ingat " kata Alexander setelah mengingat, wanita itu terus memandang nya selama pembicaraan mengenai kerja sama dengan direktur Group Tour Travel itu.
"Saya sudah memutuskan kerja sama kita Tuan " kata Nicolas.
"Bagus...Ke depan nya kau harus pastikan yang ingin kerja sama dengan kita, jangan ada niat tersembunyi "
" Baik Tuan "
" Bagaimana..apa sudah ada kabar? "
" Belum Tuan "
" Baiklah...apa lagi jadwal ku siang ini "
" Setelah makan siang ada meeting proyek Restoran baru dan sore pertemuan dengan para pemegang saham "
" Oke "
" Apakah nanti malam anda akan pergi ke undangan Anniversary Tuan Morris? " tanya Nicolas sekalian mengingat kan.
" Ya, jam tujuh malam kau jemput lah Clara, aku akan pergi bersama nya "
__ADS_1
" Baik Tuan " kata Nicolas mengangguk.
...****************...
Melinda dan Nina membantu Clara berpakaian. Clara terlihat sangat cantik dengan gaun pilihan Alexander.
Tadi siang saat Alexander pulang untuk makan siang , memberitahukan pada Clara akan membawa nya ke pesta Anniversary rekan bisnis nya malam ini.
Dan Alexander membeli gaun pesta yang akan di kenakan Clara.
Dan sekarang telah di kenakan Clara.
Gaun pesta ala bridal style edisi terbatas. Clara sudah menduga kalau gaun itu pasti sangat mahal.
Sewaktu mengenyam pendidikan di Universitas dia sangat kesulitan ekonomi. Memikirkan harga gaun itu Clara hanya mampu menghela nafas panjang. Tidak setara dengan gaji nya sewaktu bekerja di restoran Mawar Putih.
Alexander memang cukup memanjakan nya. Selalu memberi Clara barang yang mahal dan edisi terbatas.
" Anda sangat cantik sekali Non..." Melinda tersenyum takjub melihat penampilan Clara, " Sudah bisa jadi pengantin " sambungnya.
" Iya, sangat cocok berpasangan dengan Tuan Alexander, mempelai prianya tampan dan dewasa...,dan mempelai wanitanya yang sangat imut dan cantik " kata Nina tanpa sadar sambil bertepuk tangan senang.
Clara dan Melinda reflek memandang Nina karena mendengar perkataan nya tersebut.
Nina tiba-tiba tersentak sadar telah salah bicara. Langsung wajahnya berubah memelas.
" Tidak apa-apa...aku hanya kaget saja, kenapa kau bisa sampai berpikiran menjodohkan aku sama Paman Alex " kata Clara memandang Nina.
" Iya sama, aku juga berpikiran begitu..., kenapa kau bisa bicara begitu " Bibi Melinda menatap Nina sambil memicingkan matanya memandang Nina. Kenapa kita bisa sepikiran agar Tuan Alexander berjodoh dengan Nona Clara, bisik Bibi Melinda dalam hati.
" Ka..ka..karena menurut ku, Tuan Alexander lebih cocok hanya buat Non Clara saja " Nina menjawab pelan sembari menunduk kan kepala nya.
Melinda yang mendengar itu tersenyum. Pintar, bisik hatinya.
Clara hanya bisa bengong saja mendengar penjelasan Nina tersebut.
Apakah mereka bermaksud ingin menjodohkan aku dengan Paman? pikir Clara, karena dia melihat Bibi Melinda tersenyum mendengar jawaban Nina.
" Ehem..." Clara berdehem mengerjapkan matanya, " Apakah pantas?" Tanya Clara.
" Iya...sangat pantas Non!! " Bibi Melinda dan Nina menjawab serentak. Wajah mereka tampak berseri-seri sembari tersenyum senang.
" Paman hanya menganggap aku anak kecil, dia tidak akan memandang aku sebagai seorang gadis " kata Clara lalu memandang penampilan nya di cermin.
" Kalau menurut Bibi tidak Non " sahut Melinda.
" kenapa Bibi bisa berpendapat begitu? " tanya Clara.
" Dari cara Tuan Alexander memandang Anda di usia Anda sekarang ini sangat berbeda Non, berbeda dengan waktu Anda berusia 14 tahun " ucap Melinda.
__ADS_1
" Aku rasa sama saja Bi " kata Clara.
" Tidak Non, Bibi bisa membedakan nya...sekarang Tuan Alexander lebih posesif dan terlihat sangat ingin selalu dekat dengan Anda "
" Paman Alex hanya ingin menebus kesalahannya karena selama bertahun-tahun meninggalkan aku Bi " kata Clara.
" Bibi sudah pengalaman Non Clara...,Tuan Alex ada menyimpan rasa suka sebagai gadis pada Non.., tapi dia belum menyadari nya "
" Iya...aku juga merasakan aura yang ditunjukan Tuan Alex pada Non Clara " Nina menimpali, " Tuan Alex mencintai Non... ups!! " Nina menutup mulut nya karena keceplosan bicara.
" Sudah.. mari siap-siap Non.., sebentar lagi sudah mau di jemput " Bibi Melinda mengambil sepatu Heels Clara.
" Terimakasih Bi " Clara memakai sepatu yang di sodorkan Bibi Melinda.
Nina membantu Clara membuka pintu kamar.
Di halaman Mansion Nicolas sudah datang menjemput Clara.
Begitu melihat Clara keluar dari Mansion, Nicolas bergegas membuka pintu mobil untuk Clara.
" Terimakasih Paman Nico " sahut Clara.
" Sama-sama Non " jawab Nicolas seraya membungkukkan badan sedikit menanggapi ucapan Clara.
Nicolas pun membawa Clara untuk menjemput Alexander dari kantor.
Tidak berapa lama mereka pun sampai di Hotel Groups Genius. Di lobby Hotel terlihat Alexander sudah menunggu mereka.
Penampilan Alexander terlihat sangat maskulin dengan setelan jas dasi kupu-kupu. Terlihat sangat tampan. Clara jadi terpesona melihat penampilan Alexander yang cool.
Alexander membuka pintu mobil, dan dia melihat Clara sudah terlihat sangat cantik.
Dia nampak puas dengan hasil pilihannya, gaun yang di kenakan Clara tampak sangat cocok ke bentuk tubuh Clara.
" Hai gadis kecil ku " sahut nya meraih tangan Clara setelah menutup pintu.
" Paman sangat tampan " puji Clara tersenyum manis.
" Kau juga sangat cantik, pilihan Paman tidak salah memilih gaun itu, sangat cocok kau pakai " kata Alexander mengelus kepala Clara.
" Ya, dan mahal " kata Clara.
" Kau hanya pantas memakai pakaian yang berkelas, kau pantas menikmati nya, tidak apa-apa kau menghabiskan uang Paman... Paman akan cari banyak- banyak lagi supaya kau bisa menikmati nya " Alexander mengecup puncak kepala Clara.
" Tapi aku tidak begitu suka Paman..., terlalu mahal, kita harus berhemat " kata Clara begitu polos nya.
Alexander tertawa mendengar Kata-kata Clara. Gadis kecilnya benar-benar menggemaskan.
Bersambung.........
__ADS_1